spot_img
spot_img

Anggaran Bantuan Sosial Ditambah

Revitalisasi Alun-Alun Tugu Ditunda

 

MALANG POSCO MEDIA- Tarik ulur pembahasan revitalisasi Alun-Alun Tugu berakhir. Rencana percantik ikon Kota Malang itu ditunda tahun depan. Sedangkan alokasi anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) ditambah.Itu setelah belasan jam rapat.

Kepastian  tersebut ditetapkan Selasa (20/9) tadi malam. Persisnya dalam sidang paripurna DPRD Kota Malang dengan agenda laporan Badan Anggaran (Banggar).  Sidang tersebut terkait Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau APBD-P 2022.

Sebelumnya rapat Banggar DPRD Kota Malang dan Tim Anggaran (Timgar) Pemkot Malang berlangsung alot. Bahkan sempat deadlock.

Itu setelah rapat belasan jam. Dimulai Senin (19/9) lalu berlangsung sekitar 12 jam, dimulai pukul 09.00 WIB. Lalu Selasa (20/9) kemarin dilanjutkan pertemuan pimpinan dewan bersama para ketua fraksi dengan Wali Kota Malang Drs H Sutiaji. Pertemuan digelar di Balai Kota Malang.

Rencana sidang paripurna penyampaian hasil pembahasan banggar pun tertunda-tunda. Sempat dijadwalkan kemarin siang, lalu sore kemudian baru digelar tadi malam.

Salah satu keputusan krusialnya, rencana revitalisasi Alun-Alun Tugu ditunda tahun 2023. Usulan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar dialokasikan ke pos anggaran lain.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika SE MM  menjelaskan legislatif tak menyetujui alokasi anggaran pembangunan pedestrian Alun-Alun Tugu Kota Malang karena sejumlah pertimbangan. Di antaranya waktu pengerjaan yang sangat mepet.

Berita Lainnya:  Bangun Replika Trem Kolonial di Kayutangan

“Terlebih ada instruksi dari pemerintah pusat agar daerah bisa mengendalikan inflasi. Kami pikir sangat tidak memungkinkan juga dan jika mau dibangun kami pikir dibangun saja sekalian yang bagus. Dan agar bisa lebih bagus dilaksanakan tahun 2023,” jelas Made.

Made mengakui ada pembahasan yang cukup memakan waktu lama. Sebab tidak menemui kesepakatan. “Kami sarankan jika memungkinkan dilakukan tahun 2023 saja,” kata dia.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji pun sepakat dengan dewan. Gagasan bangun  penunjang kawasan Koridor Heritage Kayutangan yang mulai populer harus ditunda.

“Sebenarnya bukan soal legawa tidaknya. Kami juga menyadari memang waktunya sepertinya tidak cukup. Tapi toh nanti akan dianggarkan lagi di 2023. Dan kita sepakat itu,” tegas Sutiaji saat dimintai tanggapan usai Paripurna Laporan Banggar, tadi malam.

Ia menerima saran DPRD Kota Malang agar revitalisasi secara lebih besar dilakukan tahun depan. Karena nantinya tidak hanya dibangun pedestrian saja, di dalamnya pun taman Alun-Alun Tugu akan dibuat lebih cantik lagi.

Untuk itu Sutiaji menegaskan keputusan menunda program  pedestrian Alun-Alun Tugu sudah menjadi kesepakatan bersama yang terbaik.

Berita Lainnya:  MWC NU Sukun Usung Tiga Program Kuat

Seperti diberitakan sebelumnya, usulan anggaran revitalisasi Alun-Alun Tugu dalam rencana APBD-P semula Rp 3,6 miliar. Sempat juga muncul usulan anggaran Rp 4,1 miliar. Alasannya akan ditambah material andesit.Namun akhirnya semua berbesar hati menunda gagasan ini.

Tidak hanya anggaran revitalisasi Alun-Alun Tugu saja yang menjadi perdebatan. Alokasi anggaran untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) juga  jadi bahasan serius dalam pembahasan rancangan APBD-P 2022.

Alokasi BTT yang diusulkan Pemkot Malang Rp 15 miliar. Sesuai laporan Banggar tadi malam, anggaran BTT ditambah. Disepakati Rp 17,5 miliar.

Lebih lanjut Made menambahkan, alokasi anggaran tersebut dianggap sudah pas. Peruntukannya memang akan digunakan untuk jaring pengaman sosial dan bantalan sosial (bansos) menangani dampak inflasi di Kota Malang.

Wali Kota Sutiaji pun menjelaskan BTT dan bansos yang akan diberikan untuk mengatasi inflasi telah disepakati disebar di berbagai perangkat daerah.

“Iya di BTT dialokasikan juga untuk kebutuhan bantalan sosial, lalu yang dampak BBM dan juga di perangkat daerah lain untuk stimulus kepada masyarakat. Sudah disepakati disebar di berbagai perangkat daerah,” tegas Sutiaji. (ica/van) 



BERITA LAINNYA