spot_img
Sunday, March 3, 2024
spot_img

Salat Subuh di Mojolangu, Sutiaji Apresiasi Kampung Quran

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji kembali melakukan Gerakan Salat Subuh Berjamaah bersama dengan warga, Jumat (17/3) pagi kemarin. Kali ini Sutiaji menjalankan Salat Subuh bersama warga RW 7 Kelurahan Mojolangu di Masjid Al-Islami Sudimoro.

BAHAGIA: Wali Kota Malang Sutiaji berbahagia bersama warga Kampung Quran Sudimoro yang selalu membaca dan mengkaji Alquran bersama. (Pemkot Malang/RW7)


Usai salat, Sutiaji menyampaikan ceramahnya. Setelah mengisi ceramah, Sutiaji menyempatkan untuk melihat secara langsung aktivitas warga di Kampung Quran. Dengan berjajar di pinggir jalan, warga tampak serius membaca dan mengaji Quran.

Wali Kota Malang Sutiaji

Sutiaji berharap budaya membaca Quran ini bisa terus meluas di seantero Kota Malang. Meski demikian ia juga berpesan agar ketika mengaji di pinggir jalan juga harus tetap menghormati hak pengguna jalan.


“Baca Quran itu sunah. Tapi jangan sampai perbuatan kita yang sunah itu menjadikan dosa. Terakhir pesan saya, Alquran bukan hanya dibaca dan diucapkan. Tapi Alquran juga harus dilaksanakan,” tutur Sutiaji.

SANTUNAN: Wali Kota Malang Sutiaji menyantuni anak-anak yatim di Masjid Al-Islami Sudimoro.


Ketua RW 7 Kelurahan Mojolangu Mulyani menambahkan kegiatan membaca Quran bersama ini salah satu kegiatan di Kampung Quran yang dimulai sejak 2022 lalu. Program yang diberi nama Ngaos (Ngaji On the Street) itu diikuti sekitar 300 orang dan mereka membaca Quran selama sekitar 15 menit.


“Jadi hanya satu lembar Quran. Rangkaiannya tidak hanya membaca, tapi ada baca tafsir dan doa. Ketika selesai, lalu ada pembagian paket sayur untuk ibu-ibu dan kemudian uang saku untuk anak-anak. Tentu kami tetap menghormati pengguna jalan di sepanjang Sudimoro ini,” jelas Mulyani.


Selain Ngaos, juga sudah berdiri 5 Rumah Qura atau tempat belajar Quran untuk warga yang sudah berdiri setengah tahun ini. Warga rutin mengaji di lokasi itu tiap sore atau bakda ashar. Ditargetkan tiap RT nantinya bisa terwujud satu rumah Quran.


Kampung Quran sudah berjalan 1,5 tahun. Konsep Kampung Quran didirikan lantaran menyikapi keadaan sosial masyarakat yang ada di lokasi tersebut. Meski di sekitarnya banyak perumahan mewah dan pusat aktifitas bisnis, namun warga dikatakan Mulyani sebagian besar masih hidup sederhana dan beberapa warga asli hanya bekerja menjadi tukang parkir.


Akhirnya terbentuk sebuah forum gabungan dari seluruh masjid di sekitar itu dan membuat berbagai kegiatan sosial. Sehingga ditegaskannya, Kampung Quran ini sebenarnya tidak hanya melulu tentang Quran saja.


Ia mencontohkan, saat ini ada pendampingan anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP hingga SMA. Dengan menghadirkan motivator atau pemateri khusus, mereka diberikan tambahan ilmu agar sekolahnya makin bagus. Disamping program sosial lain seperti membantu warga yang tidak mampu.


“Kami inginnya peran sosial Kampung Quran ini bisa dirasakan warga. Jadi tidak hanya baca Quran saja, tapi mengurusi warga miskin, anak sekolah dan lain lainnya. Karena ibadah itu tidak hanya di dalam masjid dan berkutat membaca, Menderes atau mengkhatamkan Quran. Tapi juga ikut serta membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial,” tandasnya. (ian/aim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img