spot_img
spot_img

Disesalkan Oleh Komisi C

Sayang, Pengelolaan Taman Bondas Tak Maksimal

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Komisi C DPRD Kota Batu menilai taman yang dikelola atau digarap oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di sepanjang taman Jalan Sultan Agung dan taman Hutan Kota Bondas tidak memiliki konsep. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari.

“Kami menilai, DLH tidak memiliki keseriusan dalam menggarap konsep taman di pusat-pusat kota seperti Jalan Sultan Agung dan taman Hutan Kota Bondas. Padahal sebagai Kota Wisata sudah seharusnya penataan taman bisa lebih cantik dan menarik atau memiliki estetika,” ujar Khamim kepada Malang Posco Media, Senin (23/1) kemarin.

Sayang, Pengelolaan Taman Bondas Tak Maksimal | Berita Malang Hari Ini | Berita Malang Raya, Aremania, Aremanita | WhatsApp Image 2023 01 23 at 20.34.50 2
TAK MENARIK: Aneka bunga di pulau Jalan Sultan Agung Kota Batu terlihat biasa bahkan tidak menarik perhatian warga.

Ia membandingkan bahwa pengerjaan taman pulau jalan di Sultan Agung seharusnya jauh lebih baik dari daerah lainnya seperti di Surabaya dan Jalan Ijen Kota Malang yang ditata sangat cantik. Padahal, lanjut Khamim, warga Kota Batu yang memiliki ahli taman dan juga menjadi pusat budidaya tanaman hias yang berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.

Berita Lainnya:  Konsisten Tambah Penanaman Investasi, Raih Investment Awards 2022

“Bahkan banyak dari pekerjaan penataan taman di berbagi kota besar dilakukan oleh warga Kota Batu. Ini merupakan pengalaman dan cerita dari beberapa anggota dewan saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah seperti di Surabaya dan Balikpapan,” bebernya.

Khamim juga mempertanyakan tindak lanjut DLH yang akan mengkonsep Hutan Kota Bondas dengan ditanami tanaman toga. Pasalnya pada tahun 2021 DLH Kota Batu berjanji akan menyulap hutan kota dengan ditanami toga.  

“Dulu sempat kami usulkan saat melakukan sidak ke Taman Bondas agar taman yang digunakan untuk berolahraga harus memiliki konsep kesehatan. Yakni dengan dengan ditanami tanaman toga. Hal itu juga sebagai bentuk pengayaan tanaman di hutan Kota,” paparnya

Berita Lainnya:  Jadi Langganan Macet di Pusat Kora, Lebarkan Jalan Brosem

Dengan konsep tersebut, diharapnya bisa menjadi alternatif pilihan warga atau wisatawan untuk berwisata dan tempat edukasi tanaman toga. Sehingga tempat tersebut bisa menjadi daya tarik warga Kota Batu maupun wisatawan,” pungkasnya. (eri/nug)

BERITA LAINNYA