MALANG POSCO MEDIA, MALANG – SD Aisyiyah Kamila Kota Malang berhasil membawa pulang sederet medali emas, perak, hingga perunggu dari berbagai kelas pertandingan dalam ajang Tapak Suci Student National Championship 2025 yang digelar di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Rabu, (30/7) lalu.
Kepala SD Aisyiyah Kamila Kota Malang Reni Nur Farida, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian di kancah nasional ini. “Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras siswa, dukungan guru, orang tua, dan tentunya pelatih. Ajang ini tidak hanya mengasah keterampilan bela diri, tetapi juga membentuk karakter, sportivitas, dan rasa percaya diri anak-anak,” ujarnya, Kamis, (7/8) kemarin.
Reni juga menegaskan bahwa sekolah berkomitmen untuk terus mendukung potensi siswa, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Ke depan, SD Aisyiyah Kamila berencana mengikutsertakan lebih banyak siswa dalam ajang serupa, serta mengembangkan fasilitas latihan Tapak Suci di sekolah.
“Kami ingin prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh siswa untuk berani mencoba dan tidak takut gagal. Setiap usaha adalah pembelajaran dan setiap kemenangan adalah bonus dari kerja keras,” imbuhnya.
Menurut, Pelatih Tapak Suci SD Aisyiyah Kamila, Umam Roji’in, S.Pt. menjelaskan, dalam kejuaraan ini, medali emas diraih oleh Abdullah Ihsan Hakim yang turun di tanding kelas H putra usia dini, serta Muhammad Hafidz Fadillah di tanding kelas bebas putra usia dini.
Kemudian, medali perak diraih oleh Alkhalifi Naufal Firaz Pradana di tanding kelas bebas putra usia dini, Aziz Putra Cahyono di tanding kelas A putra usia dini, Marilyn Saputra di tanding kelas C putri usia dini, serta Aqila Putri Faza di tanding kelas H putri usia dini.
Sementara itu, enam medali perunggu juga dibawa pulang oleh Faiz Alzam Abizar di tanding kelas L putra usia dini, Ihya Jalaludin Hanafi di tanding kelas J putra usia dini, Muhammad Nur Wahyudi di tanding kelas G putra usia dini, Muhammad Iqbal Yoandra Iswahyudi di tanding kelas bebas putra usia dini, Abidah Khanza Fadhilatun Nisa’ di tanding kelas bebas putri usia dini, dan Latisha Sashi Kirana di tanding kelas bebas putri usia dini.
Umam juga menyampaikan, bahwa persiapan dilakukan dengan latihan intensif sejak beberapa bulan sebelumnya. Sejak awal tahun, para atlet Tapak Suci SD Aisyiyah Kamila sudah berlatih secara rutin tiga hingga empat kali dalam seminggu. Latihan mencakup penguasaan jurus, sparing, latihan fisik, dan simulasi pertandingan.
Tidak hanya itu, mental juang juga terus dibentuk melalui latihan disiplin, doa bersama, dan penanaman nilai sportivitas. “Kami fokus pada teknik, stamina, dan mental bertanding. Anak-anak menunjukkan dedikasi tinggi, bahkan saat menghadapi lawan dari berbagai daerah di Indonesia,” pungkasnya.(hud/lim).