spot_img
spot_img

Segera Cairkan Bonus Popda dan Peparpeda

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Keikutsertaan Kota Malang dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Timur (Popda) XIII Jawa Timur awal November memberi kontribusi dan sumbangsih yang cukup berarti. Kontingen Kota Malang pada saat itu berhasil menempati peringkat ketiga dengan perolehan 19 emas, 16 perunggu dan 32 perunggu.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang dalam waktu dekat akan segera mencairkan bonus prestasi terhadap atlet peraih medali di ajang Popda XIII tersebut.

“Iya pasti ada. Jadi untuk atlet Popda itu sudah kita siapkan bonus pembinaannya di APBD. Namun untuk penyerahannya nanti berbarengan dengan atlet Peparpeda (Pekan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah Jawa Timur 2022) juga,” terang Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi kepada Malang Posco Media, kemarin.

Berita Lainnya:  Unggul FC Tambah Amunisi Pemain Thailand

Seperti diketahui untuk Peparpeda resmi berakhir pada pekan lalu. Meski tidak mendapat posisi peringkat atas, namun tentu bagi peraih medali di Peparpeda, Baihaqi juga menyampaikan wajib untuk diberi apresiasi.

“Saat ini sedang kita hitung lebih rinci berapa peraih emas, perak dan perunggu termasuk pelatihnya itu sedang kami hitung sesuai kemampuan nanti insya Allah nanti persetujuan pak wali kota dan sesegera mungkin kita berikan,” yakinnya.

“Ya namanya bonus pembinaan, kita memang tidak semata mata atlet itu orientasinya uang. Tetap kita tidak melupakan bonus, tapi sesuai dengan kemampuan keuangan,” sambung Baihaqi.

Untuk Peparpeda memang dari Kota Malang hanya mendapat dua emas dan satu perunggu. Hal ini memang dikarenakan faktor minimnya atlet disabilitas yang berpartisipasi.

Berita Lainnya:  Fasilitas Olahraga Stadion Kanjuruhan Mangkrak

Oleh karenanya, terkait peningkatan prestasi dari atlet disabilitas, Baihaqi mengatakan pihaknya berencana untuk meningkatkan kualitasnya dengan membangun sarana prasarana dan juga pembinaannya. Bahkan bisa juga nantinya ada ‘pusat latihan’ atau sentra khusus untuk pengembangan atlet khususnya atlet disabilitas.

“Kalau Disporapar memang tidak bisa langsung melakukan pembinaan atlet, jadi melalui pengurus Cabornya terus kita libatkan. Ke depan kita lakukan terus pembinaan dan sarananya, karena untuk badminton contohnya, saat ini sudah disiapkan lapangan indoor. Itu semua untuk pembinaan atlet supaya kedepan lebih bagus lagi,” pungkas Baihaqi. (ian/aim)

Ikuti Juga Berita Malang Hari Ini dan Info seputar Arema FC, Arema dan Aremania di Youtube dan Tiktok Kami

BERITA LAINNYA