spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Segera Gencarkan Sahabat UMKM

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA– Pemkot Malang segera mengadakan Program “Sahabat UMKM” sekaligus mengupayakan program Perbankan membantu permodalan yang dibtuhkan UMKM di Kota Malang.

Ini dijelaskan Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Selasa (18/6) kemarin usai mengunjungi tiga sentra UMKM di wilayah Kota Malang. Kemarin, Wahyu  berkunjung ke tiga lokasi sentra UMKM. Yakni Omah Daster Eva, Fairuziba Bolen dan Kedai Orem-Orem.

- Advertisement -

Ketiga sentra UMKM ini dikunjungi karena satu alasan. Wahyu menyebut ia kerap mendapat pertanyaan dari teman-temannya di luar kota tentang tiga UMKM itu. Sedangkan ia sendiri masih asing dengan tiga UMKM tersebut.

“Ya jadi ada orang-orang pusat (rekan di pemerintah pusat) tanya oleh-oleh terkenal di Malang. Mereka menyebut ketiga itu tapi saya tak tahu itu di mana. Nah ini kan agak gimana, karena saya yang orang Malang sendiri kok ndak tahu tapi orang luar tahu,” kata Wahyu.

Saat melakukan kunjungan ke tiga lokasi sentra UMKM ini, Wahyu mengetahui kebenarannya. Produk-produk dari UMKM ini memang lebih banyak dipesan atau terjual ke luar Kota Malang.

Wahyu menyebut hal ini yang mendorongnya untuk menemukan “hidden gem” UMKM lainnya di Kota Malang. Dan melakukan kunjungan untuk melihat langsung proses produksi, pengemasan, market target hingga masalah-masalah apa yang dihadapi UMKM-UMKM yang ada di Kota Malang selama ini.

“Dan kunjungan ini saya ingin mengetahui langsung kondisi mereka seperti apa. Ingin tahu produknya seperti apa, siapa saja yang membeli, pesanan dari mana saja. Itu penting karena dari situ kita tahu lebih banyak potensi-potensi UMKM kita,” jelasnya.

Wahyu pun menyebutkan bahwa dalam waktu dekat ini akan ada sebuah program yang disebut “Sahabat UMKM”. Wahyu mengungkapkan program ini akan berwujud kunjungan rutin berkeliling dilakukan dirinya dan juga perangkat daerah terkait.

Untuk mengunjungi UMKM-UMKM lain yang memiliki potensi namun belum terdengar di telinga warga Kota Malang.

“Nanti yang jelas keliling ke seluruh kecamatan. Sahabat UMKM ini juga nanti isinya ya saya, dan dinas seperti Diskopindag (Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan) dan lainnya. Nanti kami keliling diskusi dan tanya masalah dan apa ada kendala. Dan langsung bisa ditindaklanjuti,” tegas Wahyu.

Dari hasil berkunjung ke tiga lokasi sentra UMKM kemarin, Wahyu mendapati adanya satu masalah yang muncul, Yakni akses permodalan. Banyak UMKM saat ingin memulai usahanya kesulitan untuk mendapatkan modal yang memadai.

Padahal UMKM yang dijalani memiliki potensi untuk berkembang menjadi besar. Hanya saja modal tidak mencukupi sehingga mengalami stagnansi keadaan.

“Salah satunya yang muncul adalah soal modal. Ini nanti akan kami coba kerjasamakan dengan perbankan. Bisa dengan BPR kita (BPR Tugu Artha Sejahtera) atau dengan beberapa bank misal Bank Jatim bisa kami upayakan kerjasama. Misal ada program yang bantu permodalan UMKM secara khusus,” jelas Wahyu.

Hal ini akan diseriusi Pemkot Malang. Karena menurut Wahyu, UMKM yang memberikan ketahanan dan stabilitas ekonomi warga Kota Malang bahkan saat pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu.

Untuk itulah, pembinaan dan perhatian pada potensi UMKM yang ada akan dimasifkan. Wahyu mengatakan akan segera melaksanakan dua program yang ia cetuskan itu.

Kepala Diskopindag Kota Malang Eko Sri Yuliadi juga mengatakan hingga saat ini ada lebih dari 21 ribu UMKM yang terkurasi di Kota Malang. Diharapkan masih ada lagi UMKM yang muncul dan diberi pembinaan pihaknya.

“21 ribuan sudah terkurasi, tapi memang masih ada yang masih proses kurasi. Jika sudah terkurasi program-program peningkatan kelas UMKM akan mudah diakses. Tujuannya Sahabat UMKM nanti juga ke arah sana,” tegas Eko Sya sapaanya.

Sementara itu salah satu UMKM yang dikunjungi kemarin, Eva Daster diketahui   memproduksi 4.000 buah daster dalam satu bulan produksi. Pemilik Eva Daster atau Omah Daster Eva, Eva Sofia Hayadi mengatakan sudah 20 tahun lebih menjalankan usahanya.

Ia mengatakan Daster Malang yang ia produksi memang diciptakannya secara unik, dengan menggunakan kain-kain perca.

“Jadi bisa dilihat sendiri, usaha saya ini hampir  tak ada limbahnya. Karena kepakai semua bahannya. Dan  Alhamdulilah sudah bisa mempekerjakan 100 orang karyawan. Saat Covid-19 juga kami bisa bertahan pekerja tetap kerja,” jelas Eva sapaannya. Menurut dia potensi UMKM di Kota Malang terlebih di bidang fesyen sangatlah besar. Daster  dipilih Eva sebagai bahan bisnis karena menurutnya model daster tidak akan berubah. Dan selalu dibutuhkan pada momen apapun.(ica/van)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img