spot_img
Tuesday, May 21, 2024
spot_img

Selatan Macet Parah, Utara Ramai Lancar

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Arus Lalin Jelang Akhir Libur Lebaran

MALANG POSCO MEDIA- Arus lalu lintas (lalin) di kawasan selatan Malang yakni Jalan Raya Kebonagung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, Minggu (14/4) kemarin macet parah. Berbeda dengan di utara tampak  ramai lancar.

Terpantau rata-rata mobil pribadi yang mendominasi, lalu sepeda motor, bus, dan minibus.

Kemacetan terjadi pada arus lalin  tujuan ke arah  Kota Malang dari jalur selatan.  Sedangkan sebaliknya, dari arah Kota Malang menuju jalur selatan terpantau landai.

Kemacetan terjadi dari depan Kantor Desa Genengan Kecamatan Pakisaji ke arah Kota Malang. Kira-kira sepanjang 3 kilometer.  Kendaraan telihat mengular.

“Kondisi macet seperti ini dari setelah lebaran. Gini terus sampai sekarang. Kemacetan mulai jam sebelas. Biasanya mulai renggang jam tujuh malam,” kata Arofiq, warga yang biasa berjualan di tepi Jalan Raya Kebonagung Kecamatan Pakisaji.

“Kendaraan memang banyak mengarah ke Kota Malang dan kebanyakan mobil pribadi, terus minibus, dan motor juga banyak. Kalau truk besar tidak ada,” sambung pria berusia 38 tahun tersebut.

Berdasarkan pantauan, faktor terjadinya kemacetan ini karena adanya simpang tiga  di dekat PG Kebonagung Kecamatan Pakisaji dan Pos Polisi di Jalan Supriadi Kota Malang. Terlihat juga terjadi penumpukan kendaraan di dua lokasi ini. Siangnya, kepolisian mengurai lalu lintas.

Sementara itu seorang pemudik asal Bayuwangi, Riat Hasan menggunakan bus bersama keluarganya mengaku kondisi kemacetan juga terjadi sesaat setelah masuk wilayah Malang melalui Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung sampai ia melintas di Jalan Raya Kebonagung Kecamatan Pakisaji.

“Keberangkatan saya dari Tulungagung menuju Stasiun Kotabaru Kota Malang dengan tujuan mudik ke Bayuwangi. Kondisi di perjalanan macet total dari setelah Karangkates, Kepanjen hingga sini,” ujarnya saat ditemui usai turun dari bus di Jalan S Supriadi Kota Malang.

Ia turun di sana untuk menunggu grab mengantarnya ke Stasiun Kota Baru dengan keberangkatan kereta api pukul 16:00 WIB. Dilanjutkan Riat, selama perjalanan terdapat personel kepolisian yang mengurai lalu lintas. Kendati demikian, karena kendaraan terlalu amat banyak sehingga kemacetan tak bisa dihindarkan.

“Kendaraan tertib diarahkan oleh petugas kepolisian. Tapi, kendaraan terlalu sangat banyak,” imbuh anggota rombongan keluarga enam orang ini. Riat mengakui selama di perjalanan paling banyak  mobil pribadi kemudian disusul sepeda motor.

“Berdasarkan pantauan saya malah kebanyakan kendaraan ke arah Kota Malang. Kalau dari Malang ke arah Tulungagung dalam kondisi lancar,” tambah pria berusia 34 tahun tersebut.

Kendaraan yang melintas di sepanjang Jalan Raya Kebonagung Kecamatan Pakisaji   menuju arah selatan juga disebut landai oleh Kasatlantas Polres Malang, AKP Adis Dani Garta. “Landai,” ujarnya saat ditanya kondisi arus lalin pada masa arus balik.

Petugas kepolisian  emiliki pos di beberapa titik sepanjang jalur selatan, dari arah Kecamatan Pakisaji ke Kecamatan Sumberpucung untuk mengatur arus lalu lintas.

“Pos  terdapat di simpang tiga Kebonagung, pos Jalibar, simpang empat Talangagung, Pospam Slorok, Simpang tiga Slorok, pos pantau Karangkates,” urai Adis.

Ditambahkan, berdasarkan pantauan gate tol, banyak kendaraan meninggalkan Malang. Sementara itu, ia masih berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk pendataan jumlah kendaraan yang masuk maupun keluar Malang.

“Kalau dari pantauan gate tol, banyak meninggalkan Malang. Untuk data jumlah belum dapat dari Jasa Marga. Nanti, ya,” tandas Kasatlantas.    

Arus balik libur Idul Fitri 1445 H diperkirakan sampai pada puncaknya, Minggu (14/4) kemarin. Tren kenaikan volume kendaraan masuk dan keluar dari gerbang tol di sekitaran Kota Malang, terus terjadi hingga akhir pekan kemarin.

Berdasarkan pantauan Malang Posco Media di Gerbang Tol Singosari (Karanglo) dan Gerbang Tol Madyopuro, terpantau ramai lancar. Antrean kendaraan masuk tol terlihat di lampu lalu lintas, mengular meskipun tidak terlalu panjang.

Di kawasan simpang empat Karanglo, kendaraan turun dari arah Kota Batu-Karangploso menuju ke arah Tol Singosari maupun ke arah selatan, terpantau cukup ramai kendaraan. Kemudian kendaraan juga cukup ramai dari arah tol menuju ke Kota Batu-Karangploso, maupun ke Kota Malang.

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Aristianto Budi Sutrisno menjelaskan,  tercatat  sebanyak 69.494 kendaraan masuk

ke wilayah Malang. Sementara  sebanyak 71.364 kendaraan keluar Malang.

“Jumlah tersebut dihimpun dari aktivitas keluar-masuk di tiga tol, tangal 12-13 April 2024, lalu. Tiga tol tersebut yakni Gerbang Tol Malang (Madyopuro), Gerbang Tol Pakis dan Gerbang Tol Singosari,” jelasnya.

Ada tren kenaikan, kendaraan dalam arus balik selama Jumat-Sabtu, 12-13 April 2024 lalu. Tercatat kendaraan keluar sebanyak 34.340 unit di tiga gerbang tol tersebut, Jumat (12/4). Sementara, keesokan harinya ada tren kenaikan mencapai 7,82 persen, dengan kendaraan keluar sebanyak 37.024 unit.

“Untuk kendaraan masuk dari tiga gerbang tol tersebut, di hari Jumat (12/4) lalu tercatat  sebanyak 15.036 kendaraan. Sementara untuk keesokan harinya, ada tren kenaikan   yakni 37.158 kendaraan masuk ke kawasan Malang,” beber Kompol Aris.

Sementara itu, berdasarkan catatan yang dihimpun selama libur lebaran sejak tanggal 5 hingga 12 April 2024, sebanyak 220.606 kendaraan masuk di Tol Pakis, Singosari dan Madyopuro. Sementara, ada sebanyak 250.754 kendaraan yang keluar, selama kurun waktu tersebut.

“Kami bersinergi dengan Satlantas Polres di seluruh Malang Raya, untuk ikut mengatasi arus lalu lintas selama libur lebaran. Alhamdulillah, sampai saat ini, arus kendaraan ramai lancar dan beberapa titik kemacetan juga berhasil diurai khususnya di dalam wilayah Kota Malang,” ungkapnya.

Khusus di kawasan Polresta Malang Kota,   Kompol Aris menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi. Mulai dari layanan pos bergerak (mobile) yang berfungsi sebagai Kendali, Koordinasi, Komunikasi dan Informasi (K3I).

Pos mobile ini terhubung dengan 300 CCTV di bawah Diskominfo Kota Malang, untuk memantau pergerakan arus lalu lintas. Selain itu, Polresta Malang Kota juga memiliki tiga pos pengamanan (pospam) dan satu pos pelayanan (posyan).

“Kami juga memiliki Tim Urai Mahameru, yang selalu siaga apabila muncul titik-titik kemacetan dalan kota. Seperti saat momen lebaran lalu, yakni di kawasan Kotalama dan Polehan,” jelasnya.

 Kasatlantas Polres Malang AKP Dani Adis Garta melalui Kapospam Ipda Danny Rizar mengatakan, kawasan lalu lintas di Malang Utara terpantau ramai lancar. Pantauan yang dilakukan di kawasan simpang empat Karanglo, juga menunjukkan hasil belum adanya kemacetan parah.

“Kondisi saat ini, memang volume kendaraan juga masih tergolong padat. Namun, kondisi arus lalu lintas terpantau ramai lancar. Kami juga sudah menambah personel siaga, dalam menghadapi puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1445 H kali ini,” jelasnya.

Puncak arus balik Lebaran Idul Fitri 1445 H/2024 M memang diperkirakan akan terjadi, Minggu (14/4). Hal ini, sempat disampaikan oleh Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin, saat meninjau arus lalin di Kota Batu, Sabtu (13/4) lalu.

“Prediksi kami, besok (kemarin, red) akan menjadi puncak arus balik dan arus wisata. Mengingat, cuti bersama juga ada yang masih berlaku untuk beberapa hari ke depan,” ungkapnya kepada wartawan.

Sementara itu arus balik libur lebaran tampak  di Terminal Arjosari, Minggu (14/4) kemarin. Sepanjang hari, para pemudik tampak ramai silih berganti di Terminal Arjosari, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arjosari Maria Margareta mengatakan kenaikan arus mudik sudah terjadi sejak Jumat (12/4) hingga Sabtu (13/4) kemarin. Sedangkan hari Minggu (14/4) diperkirakan tetap terjadi peningkatan arus mudik.

“Hari ini (kemarin, red) Insya Allah puncaknya arus mudik,” ungkap Maria kepada Malang Posco Media, Minggu (14/4).

Ia merinci, pada H+1 lebaran atau 12 April kemarin, untuk jumlah kedatangan pemudik di Terminal Arjosari dari  bus AKDP sebanyak 1.883 penumpang. Sedangkan dari jenis bus AKAP tercatat sebanyak 321 penumpang.

Sementara pada H+2 atau 13 April kemarin, tercatat dari kedatangan bus AKDP sebanyak 2.258 penumpang. Sedangkan dari bus AKAP tercatat sebanyak 329 penumpang.

Untuk keberangkatan pada H+1, tercatat

AKDP sebanyak 3.898 penumpang, lalu dari jenis bus AKAP sebanyak 617 penumpang. Kemudian keberangkatan pada H+2, dari jenis AKDP sebanyak 5.127 penumpang, sementara dari bus AKAP tercatat sebanyak 855 penumpang.

“Untuk total penumpang hari Minggu ini (kemarin, red) atau H+3, datanya baru direkap nanti malam,” tambah Maria.

Berdasarkan data yang diterima Malang Posco Media, selama arus mudik hingga arus balik, tercatat ada sebanyak 23.039 penumpang AKDP dan 5.139 penumpang AKAP untuk kedatangan di Terminal Arjosari. Sementara untuk jumlah keberangkatan mulai awal arus mudik hingga arus balik kemarin, tercatat ada sebanyak 48.985 penumpang AKDP dan 12.438 penumpang AKAP.

Selain ramainya arus balik di Terminal Arjosari, kondisi yang kurang lebih sama, juga terjadi di Stasiun KA Kotabaru. Pada H+3 lebaran kemarin, terpantau banyak pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api untuk berbagai tujuan.

 KAI Daop 8 Surabaya mencatat ada sebanyak 3.069 penumpang yang berangkat dan 4.650 penumpang yang turun di Stasiun Malang pada Minggu (14/4), atau H+3 lebaran.

Manager humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, mengatakan data ini masih terus akan bertambah, karena penjualan tiket masih berlangsung. Mayoritas didominasi penumpang tujuan Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Jember dan Banyuwangi.

“Adapun tiga KA jarak jauh paling favorit keberangkatan di Stasiun Malang antara lain; KA Jayabaya relasi Malang – Surabaya Gubeng – Pasarsenen, KA Tawangalun relasi Malang Kotalama – Ketapang dan KA Malabar relasi Malang – Bandung,” sebut Luqman.

Ia mengungkapkan, selama arus balik masa angkutan lebaran 2024, tepatnya mulai 12 April hingga 21 April nanti atau H+1 hingga H+10 lebaran, Stasiun Malang melayani sebanyak 22.612 pelanggan yang berangkat dan 33.606 pelanggan yang turun di Stasiun Malang, sesuai pemesanan tiket sebelumnya.

“KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 12 perjalanan KA jarak jauh keberangkatan Stasiun Malang dan menyediakan 6.333 tempat duduk setiap harinya,” pungkasnya. (den/rex/ian/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img