spot_img
Friday, May 24, 2024
spot_img

Sowan Gus

Semangat Milenial, Punya Program Asyik Namanya Darling

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Pondok Pesantren Darul Ulum Al-Fadholi Merjosari

Malang Posco Media-Semangat muda dan milenial terasa di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Al-Fadholi. Pondok dengan lima lembaga pendidikan yang dinaunginya ini  sukses meluluskan santri terbaik yang langsung diterima masyarakat.

MALANG POSCO MEDIA- Pengasuh Ponpes Darul Ulum Al-Fadholi, H. Muhammad Ashif Fadhli Zamzami menuturkan, sejak berdirinya ponpes tersebut sudah diwarnai semangat dan jiwa seorang pemuda. Pasalnya, ponpes ini didirikan oleh ayahandanya Alm KH  Rofi’ Mahmud di tahun 1988, yang saat itu baru berusia 21 tahun.

Berdirinya ponpes ini atas keinginan dan aspirasi dari masyarakat Merjosari. Selain itu juga merupakan rida dari Allah SWT, yang meneguhkan dan menguatkan KH. Rofi’ Mahmud yang merupakan salah satu putra dari KH Mahmud Dahlan dari Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang Jawa Tengah.

“Memang pesantren ini dari awal sudah didirikan oleh pemuda. Sejak tahun 1991  Ponpes Darul Ulum Al-Fadholi diresmikan, dengan semangat mudanya. Semangat ini kami jaga, sampai saat ini,” jelasnya.

Semangat itu sukses melahirkan lembaga pendidikan keagamaan, yang kredibilitas santrinya tidak perlu diragukan. Mulai dari Roudhotut Tarbiyatil Al-Qur’an Yanbu’a dan Madrasah Diniyah Darul Ulum Al-Fadholi.

Selain itu, terdapat lembaga Pengabdian Masyarakat Al-Fadholi, Panti Asuhan Anak Yatim Piatu dan Anak Terlantar Al-Fadholi serta Taman Kanak-kanak (TK) Al-Fadholi Model Laboratorium KSDP Universitas Negeri Malang. Lembaga tersebut sampai saat ini aktif, dan kerap kali harus membatasi pendaftar karena kuotanya penuh.

Pria yang akrab disapa Gus Ashif ini menyebutkan ponpes yang diasuhnya memiliki dua fungsi. Mulai dari fungsi Taffaquhfiddin yakni pengajaran, pemahaman dan pendalaman ajaran Islam, serta Indzar  yang berarti menyampaikan dan mendakwah ajaran Islam kepada masyarakat.

“Untuk fungsi Taffaquhfiddin, kami realisasi dengan adanya program diniyah, RTQ dan pengajian Kitab Kuning. Sebelum kami mengajarkan implementasi, sebagai fungsi Indzar,” terang pria berusia 27 tahun itu.

Program tersebut secara rutin dilakukan. Namun, ada beberapa program yang hadir di momen khusus, seperti Bulan Ramadan saat ini. Ada beberapa hal menarik dan inovatif, yang dilakukan santri Ponpes Darul Ulum Al-Fadholi kala memasuki Bulan Ramadan.

Mereka  menggelar Darling, yang merupakan singkatan dari Tadarus Keliling. Kegiatan membaca Alquran tersebut, kini dilakukan dengan mendekat ke masyarakat.

“Jadi konsepnya, santri kami yang hadir. Mengajak anak lain maupun masyarakat, untuk membaca atau tadarus Alquran. Bisa di rumah masing-masing santri, atau di musala dan masjid di sekitarnya. Ini dilakukan saat momen Ramadan, seperti saat ini,” beber alumnus MA Hidayatus Sibyan itu.

Program Darling dikemas dengan berbagai cara yang mengasyikkan. Bisa dilakukan sebelum berbuka, atau yang familiar dengan istilah ngabuburit.

“Ini biasanya kami selenggarakan bersama dengan santri luar, yang tidak bermukim atau tinggal di pondok (mondok). Dan ini salah satu fungsi Indzar, serta memang hal ini untuk menjawab tantangan pendidikan saat ini. Yakni tantangan waktu, pikiran dan tenaga,” tandas Gus Ashif. (rex/van/bersambung)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img