spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Sempat Foto Kenang-kenangan Sebelum Kecelakaan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

ALI Zaini, hanya bisa menerima takdir bila putrinya, Renita Sintia Sari, 14, meninggal dunia dalam kecelakaan maut karnaval Desa Kedungrejo, Minggu (24/9) malam. Kemarin, saat ditemui Malang Posco Media, dia terduduk di ruang tamu rumahnya, sembari menyambut pelayat yang datang.

Ia mengaku, Renita, putri yang disayanginya itu sempat meminta foto kenang-kenangan beberapa saat sebelum insiden kecelakaan itu terjadi. “Waktu itu baru berangkat. Dia baru mengangkat ogoh-ogoh. Mobil di belakang langsung menabraknya dengan kencang hingga terseret ke depan,” tuturnya.

Ali Zaini menduga ada kelalaian Ustadi, pengemudi mobil Daihatsu Gran Max, N 8969 BF. Namun ia tak sama sekali menyalahkan. Meskipun, mobil yang dikemudikan dan menabrak anaknya itu adalah mobil miliknya. Pria ini meminjamkan pada Ustadi untuk mengantarkan konsumsi peserta karnaval.

“Saya tidak terlalu tahu, dipakai ngantar peserta bolak-balik. Orang-orang bilang ‘Reni-Reni’. Itu anak saya, tapi saya seperti tidak sadar,” tambahnya. Anak bungsu dari dua bersaudara yang masih duduk di kelas 8 SMPN 2 Pakis itu tak tertolong. Sebenarnya, mereka sekeluarga cukup senang membantu meramaikan kegiatan karnaval desa yang sudah lama ditiadakan.

Grup peserta karnaval Renita merupakan peserta ke 12 dari 17 peserta. Sementara baru ada tiga grup peserta yang mencapai garis akhir. “Anak saya sebenarnya pendiam dan tak banyak bergaul di luar rumah. Namun, kemarin dia guyub dengan warga untuk memeriahkan momen karnaval desa,” ungkapnya.

Yang menarik, sosok Renita adalah gadis pemalu dan tidak mau difoto. “Tapi Minggu malam ngajak foto. Katanya ingin ada kenang-kenangan foto sekeluarga,” kenangnya. Kini, sosok pemalu dan penurut itu telah pergi. Tak ada harapan khusus pada polisi yang menangani kecelakaan ini. “Ya biarlah. Ini sudah takdirnya,” ringkasnya. (tyo/mar)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img