spot_img
Tuesday, May 21, 2024
spot_img

Seni Mengelola Rangkap Tugas

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Tugas Padat, Bikin Skala Prioritas

MALANG POSCO MEDIA– Majunya sebuah lembaga tidak lepas dari peran Divisi Hubungan Masyarakat atau Humas. Termasuk perguruan tinggi. Apalagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Citra lembaga maupun performa perguruan tinggi sangat dipengaruhi oleh mereka yang bertugas di Bidang Kehumasan.

Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang, menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang performanya semakin meningkat. Hal itu tidak lepas dari sosok yang dipercaya sebagai salah satu ujung tombak kampus ini.

Adalah Swaidatul Masluhiya AF, S.Si, M.Ked.Trop. Sehari-harinya ia menjabat Kepala UPT Humas dan Protokoler Unitri. Dia dikenal sebagai sosok yang humble dan lincah. Jam terbangnya cukup tinggi sebagai dosen dan Kepala UPT Humas dan Protokoler. Apalagi kalau sudah mendapat tugas ke luar provinsi atau ke luar Pulau Jawa akan sulit menemuinya. Namun tetap mudah berkomunikasi  via telepon atau online. 

“Tugas saya menjaga nama baik universitas, maka relasi dan jejaring dengan berbagai pihak harus semakin bagus. Performa Unitri di mata publik harus selalu positif. Baik dengan masyarakat, industri, perguruan tinggi, media, pemerintah dan sebagainya,” ucap Swaida, sapaan akrabnya. 

Dia mengatakan, untuk tugas  meningkatkan performa kampus dia harus konsisten membuat informasi dan pemberitaan yang baik. Serta membangun komunikasi aktif termasuk dengan pimpinan kampus supaya program kerja tetap terarah. “Intinya aktif dan proaktif, baik di lingkungan internal maupun eksternal,” kata dia .

Swaida mengungkapkan susah senangnya bertugas sebagai Kepala UPT Humas dan Protokoler. Tugas utamanya menjalin kerjasama dan mampu berinteraksi lebih luas dengan berbagai kalangan. Karena kerjasama apapun yang dibangun kampus dengan pihak luar tentu melalui humas.

“Di sinilah tantangan besar Humas agar sinergi dan jejaring universitas tetap kuat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Swaida sebagai Kepala UPT juga merupakan seorang dosen. Tugas dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi tetap melekat pada dirinya. Mengajar, melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kesibukan sebagai Kepala UPT tidak sampai menyampingkan tugas utamanya sebagai dosen. Jabatan struktural maupun fungsional harus berjalan beriringan.

Mengajar harus tetap dilaksanakan. Meneliti juga harus. Pun dengan pengabdian.

“Maka di saat semuanya harus dilakukan secara bersamaan saya harus menentukan skala prioritas. Manajemen waktu menjadi kuncinya. Karena semua tidak boleh keteteran. Baik tugas dosen maupun humas,” tegasnya.

Swaida menjadi dosen sejak tahun 2015. Sebenarnya cita-citanya menjadi dokter. Studi Magisternya pun di S2 Kedokteran Tropis Universitas Airlangga Surabaya. Namun takdir membuatnya menjadi akademisi di perguruan tinggi. “Meskipun beralih menjadi dosen,  keluarga saya tetap mendukung. Kebetulan keluarga saya banyak sebagai pendidik,” tutur   dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan Unitri ini.

Sementara di UPT Humas dan Protokoler, Swaida menerima surat tugas sebagai kepala pada 17 Februari 2020. Sejak itulah banyak tugas yang diemban. Baik sebagai pejabat struktural maupun fungsional.

Tak jarang pun dia merasa jenuh dengan banyaknya tugas. “Yang jelas tetap positif thinking. Apapun keadaannya. Kalau terlalu dipikirkan akan merugikan diri sendiri, keluarga dan pekerjaan,” tambahnya. (imm/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img