spot_img
spot_img

Crisis Center Arema FC

Sepekan Terakhir Tuntaskan Penyaluran Santunan

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Crisis Center Arema FC memaksimalkan kinerja dalam menjalankan tugasnya di tahap kedua ini. Anggota tim terus bekerja sesuai dengan jadwal yang diarahkan oleh direksi klub, termasuk mematok penyelesaian penyaluran santunan pada 9 November 2022 mendatang, bersamaan dengan peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan yang menghilangkan 135 nyawa dan ratusan korban luka-luka ini.

                “Sesuai dengan arahan direksi, jadi untuk tahap ini akan ditutup pada 9 November 2022 mendatang,” ungkap anggota tim Crisis Center Arema FC, Tjiptadi Purnomo. Artinya, Crisis Center bakal memaksimalkan sepekan terakhir untuk menuntaskan semua santunan kepada keluarga korban. Tak terkecuali di luar kota.

Berita Lainnya:  Di Jalan Ijen, Aremania Suguhkan Aksi Teatrikal

                Sedangkan untuk santunan korban meninggal di tahap pertama sudah terselesaikan, dengan santunan yang diberikan kepada 135 korban meninggal. Di tahap kedua berjumlah 133 korban, sedangkan untuk tahap ketiga tercatat 121 korban.

                Tjiptadi menargetkan bahwa distribusi akan selesai semuanya dalam minggu ini, hal itu tidak lepas dari jangkauan korban yang juga berada di luar Malang Raya. “Targetnya paling tidak minggu ini rampung, karena banyak juga korban di luar Malang Raya,” jelasnya.

                Pria yang juga menjabat sebagai manager store Arema FC ini juga mengungkapkan, telah terjadi penurunan laporan di Crisis Center. Dalam rentang waktu tiga hari terakhir ini terjadi penurunan pelaporan korban yang membutuhkan bantuan untuk operasional perawatan.

Berita Lainnya:  Aremania Jodipan, Mergosono dan Kotalama, Long March dan Blokade Flyover Tuntut Keadilan

                “Memang akhir-akhir ini sudah terjadi penurunan pelaporan Crisis Center Arema FC. Di hari ini saja 2 November 2022 (kemarin, red), hanya ada dua korban luka yang melapor ke posko Crisis Center,” tambahnya.

                Namun demikian, dia menegaskan bahwa tim Crisis Center tidak hanya menunggu pelaporan. Mereka juga jemput bola untuk memberikan bantuan kepada korban. Hingga saat ini tercatat ada 22 korban luka berat yang sudah mendapatkan bantuan dan 145 korban luka ringan. (ley/bua)



BERITA LAINNYA