spot_img
spot_img
Sunday, April 14, 2024
spot_img
spot_img

Rumah Kita

Serem… Bus Kami Dihujani Batu

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Sepekan telah berlalu pelemparan bus tim Arema FC selepas laga melawan PSS Sleman. Namun, rasa takut atau bisa dibilang trauma tampaknya belum bisa hilang sepenuhnya  dari benak.

Saya, Stenly Rehardson wartawan Malang Posco Media, turut berada di dalam bus dan mengalami peristiwa menyeramkan kurang lebih satu jam. Itu terjadi Kamis (26/1) malam. 

Saya anggap peristiwa tersebut menyeramkan. Bahkan  sempat dalam benak saya kala itu, pasrah akan kelanjutan keselamatan saya dan tim. Ya walaupun kala itu tetap saya dan penggawa Singo Edan berusaha untuk menyelamatkan diri dari rentetan lemparan batu ke bus, ketika perjalanan pulang dari Stadion Maguwoharjo Sleman ke Boyolali, tempat tim menginap ketika melakini away di pekan 19 dan 20 BRI Liga 1 2022/2023.

Pikiran pasrah itu terjadi, ketika melihat fakta bus yang saya tumpangi, jendela sisi kiri nyaris semua pecah. Hanya dua kotak di sisi depan yang relatif aman. Selebihnya, tiga kotak dari belakang, tempat saya duduk dalam bus tak bersisa. Kalaupun batu dilemparkan dari luar, bisa mulus masuk ke dalam bus, mengenai tubuh atau bahkan mungkin muka dan juga kepala.

Kurang lebih satu jam, kami semua di dalam bus tak bisa tenang. Teriakan ‘awas’, ‘ati-ati (hati-hati)’, ‘ada yang mepet’, nyaris selalu terdengar. Kami semua, tidak peduli pemain, tim pelatih, hingga official lainnya, selalu saling mengingatkan.

Termasuk saling melindungi. Dengan apapun di dekat kami. Tas, kain jendela, atau hanya sekadar dengan tangan. “Kalaupun saya kena atau mati hari ini, saya pasrah,” ucap saya dalam hati kala itu.

Tapi saya tidak mau menunjukkan rasa takut dan pasrah itu kepada tim. Adrenalin pemain lain seperti Ilham Udin Armaiyn, Andriyas Fransisco, Ikhfanul Alam, Joko Susilo hingga Dendi Santoso, lalu asisten pelatih Kuncoro, untuk saling melindungi lebih kuat saat itu.

Dari sana terlihat mental kuat para pemain. Luar biasa. Apalagi, ada yang pipi pemain terkena lempara batu, ada yang pecahan kaca mengenai tangan seperti yang saya alami, atau bagian tubuh lain.

Sempat  kami berteriak untuk meminta bus berhenti. Dalam teriakan di bus yang gelap tersebut, semua ingin melawan. Turun, selesaikan. Tapi, ada juga pemain yang mengingatkan, ini wilayah orang lain. Yang terpenting segera sampai di hotel.

Jadinya kami mengikuti saja bagaimana sopir bus beraksi mengendarai kendaraan besar dan panjang ini. Fast and furious. Super cepat, gas terus dari Sleman ke Boyolali. Semriwing angin dan gerimis hujan pun masuk bebas ke dalam bus di sisi belakang.

Yang pasti, kami awas. Melihat ke samping bus, kalau saja ada oknum suporter yang melempar batu ke bus. Yang sebelumnya sudah banyak masuk dan memecah setidaknya tujuh sisi kaca bus yang disediakan panpel tuan rumah.

Sampai sekarang ketika mengingat hal tersebut, saya tidak bisa mencerna mengapa itu terjadi. Bayangkan, dari Sleman ke Stadion Maguwoharjo, Klaten sampai perbatasan Kartasura. Kalau saya lihat di maps, jaraknya 50 kilometer.

Saya berpikir, apa hanya karena Tragedi Kanjuruhan, lalu tim yang masih dalam kondisi terpukul karena peristiwa itu diputuskan tetap berkompetisi, layak untuk menerima lemparan batu? Atau karena hal lainnya? Padahal, Arema FC kala itu kalah. Maaf. Sepak bola jauh dari harapan untuk mempersatukan bila terjadi seperti itu.

Pascakejadian tersebut, saat sudah berada di Jakarta pun, rasa was-was itu ada. Ketika masuk bus, dekat dengan kaca jendela. Mendengar suara gedoran atau teriakan, kadang masih teringat. Tapi, semoga itu sudah selesai dan menjadi yang terakhir.

Saya pun menjadikan away ke Sleman, menjadi kisah paling menegangkan selama 10 tahun lebih pengalaman jurnalis. Saya pernah away ke Surabaya, Bandung dan Madura dengan tingkat rivalitas yang tinggi, tapi merasakan ‘tidak aman’ dan bahkan sudah ketakutan ya kali ini.

Padahal, setahun lalu, Yogyakarta dan Sleman khususnya, adalah tempat yang nyaman karena sempat dua bulan bubble dan stay di Sleman. Roda kehidupan memang berputar. (ley/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img