spot_img
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Terpilih Wakili Indonesia Dalam SSHP di Jepang

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Prestasi membanggakan diraih SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.  Satu siswa dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) terpilih mewakili Indonesia dalam Sakura Science High School Program (SSHP) di Jepang. Siswa yang terpilih dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen tersebut adalah Naufal Irvan Aryono.

SSHP yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang berlangsung selama satu minggu, mulai 30 Juli hingga 5 Agustus 2023 lalu. Naufal Irvan Aryono terpilih bersama 16 siswa lainnya  dari SMK-SMK mulai Aceh hingga Papua. Total 17 siswa SMK dari Indonesia, bertemu siswa-siswi lainnya dari seluruh Asia untuk saling bertukar ide dan opini. 

- Advertisement -
BERKESAN: Pepo mengaku terkesan saat datang ke Shibaura Institute of Technology Kashiwa Senior High School Jepang.

Program yang bertujuan membina calon ilmuwan muda Asia ini merupakan hasil kerja sama antara Kemendikbudristek RI dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang melalui Japan Science and Technology Agency (JST). Program ini telah berjalan di Indonesia sejak tahun 2015 lalu.

“Saya bersyukur, bisa dapat pengalaman baru dari kegiatan ini selama di Jepang, pengalaman yang berharga, karena tidak semua dapat kesempatan seperti itu, seleksinya cukup ketat. Untuk wakil SMK dari Jawa Timur hanya ada dua siswa, satu dari Bondowoso, satu lagi saya dari Malang,” ungkap Naufal Irvan Aryono yang akrab dipanggil Pepo di sekolahnya.

Siswa kelas 11 DKV asal Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang ini mengaku proses seleksi untuk seluruh siswa se Indonesia berupa wawancara dalam Bahasa Inggris dan menyajikan video presentasi. Mereka yang terpilih ke Jepang, terlebih dulu mengikuti kegiatan Pre Departure SSHP dilakukan selama dua hari, 27 – 29 Juli 2023 di Hotel Mercure, Jakarta.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang akan diberangkatkan ke Jepang ini berkenalan dengan peserta lainnya dan juga dengan para pendamping mereka. Para peserta program SSHP tersebut berangkat ke Jepang pada hari Sabtu, 29 Juli 2023 malam. “Tentu orang tua saya bangga, gak nyangka bisa lolos seleksi,” yakin Pepo kepada Malang Posco Media.

Putra dari pasangan Karyono dan Artini menjelaskan saat di Jepang bertemu dengan peserta SSHP dari negara Thailand, Filipina, Laos, dan Singapura. Pepo mengaku senang karena selama ini penasaran dengan kemajuan teknologi di Jepang. Selain itu, memiliki ketertarikan memahami kekayaan budaya, tradisi dan etika kerja yang menjadi ciri khas Jepang.

“Paling berkesan saat bekunjung ke Miraikan, The National Museum of Emerging Science and Innovation. Kami diberi kesempatan untuk mengeksplor museum tersebut. Mengetahui tentang robot, perkembangan teknologi, astrologi , global warning dan banyak hal baru lainnya,” terang Pepo mengaku dapat dukungan besar dari sekolahnya untuk berangkat ke Jepang.

Selain ke Miraikan, peserta SSHP mengunjungi Tokyo University Of Science. Pepo mengaku sangat terkesan dengan presentasi yang diberikan oleh Professor Jin Akiyama mengenai matematika yang menyenangkan.  Selanjutnya mengunjungi National Institute Of Material Science (NIMS), yang mengenalkan kepada peserta berbagai laboratorium, termasuk lab pembuatan magnet, lab 3D Printing, dan lab teknologi Nano.

“Menarik saat ke Shibaura Institute of Technology Kashiwa Senior High School, kami disambut meriah oleh murid-murid dan kepala sekolah. Eksperimen Beads Making menjadi pengalaman yang menarik, didampingi oleh murid-murid sekolah tersebut, mereka ramah-ramah,” jelas Pepo yang juga diperkenalkan Tea Ceremony dan pembuatan kaligrafi Jepang.

“Perjalanan ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dalam hidup saya. Kesempatan ini memberi saya banyak pelajaran, tidak hanya tentang Jepang tetapi juga tentang arti kebersamaan dan saling menghargai antar sesama. Semoga teman-teman di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dapat kesempatan serupa, biar ikut merasakan,” pungkas Pepo.

Sementara itu, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wardani Sugiyanto, mengatakan bahwa Jepang merupakan negara yang terkenal akan kemajuan sains dan teknologi. Akan tetapi, negara tersebut tetap mampu melestarikan kebudayaan mereka tanpa tergerus kemajuan sains dan teknologi yang terus berkembang.

Oleh karena itu, menurut Wardani, praktik-praktik baik di Jepang dalam mengembangkan sains dan teknologi dengan tetap melestarikan budaya mereka patut ditiru dalam memajukan bangsa dan negara Indonesia. Utamanya seperti budaya berprestasi, budaya untuk belajar, dan budaya cinta tanah air dari pemuda-pemuda Jepang.

“Kami harapkan setelah pulang dari program ini anak-anak dapat mengenal budaya Jepang, budaya berprestasi, budaya untuk belajar, dan budaya cinta tanah air dari pemuda-pemuda Jepang. Sehingga dengan modal Profil Pelajar Pancasila yang merupakan jati diri pelajar kita di Indonesia, mereka juga perlu mempelajari hal-hal baik yang perlu ditiru dalam membangun bangsa dan negara ini,” ungkap Wardani. (adv/bua)

- Advertisement - Pengumuman
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img