spot_img
spot_img
Monday, April 15, 2024
spot_img
spot_img

SMA Nasional Malang Kreatif, Olah Daun Sukun Jadi Teh Herbal

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Siapa yang tidak tahu pohon sukun. Hampir semua tahu. Tapi belum banyak yang belum tahu kalau pohon ini memiliki banyak manfaat. Termasuk daunnya.

Baru-baru ini, siswa SMA Nasional Malang melakukan sebuah inovasi. Mereka membuat teh herbal dari daun sukun. Dicampur dengan beberapa bahan berkhasiat lainnya.

Hasilnya, jangan ditanya. Mantab. Inovasi ini membuat Smanas berinovasi lebih jauh. Beberapa waktu lalu, menggelar lomba membuat teh herbal dengan beberapa bahan dasar. Diantara bahan utamanya, daun sukun.

Yang terlibat dalam kegiatan ini, adalah siswa kelas 10. Karena mereka yang saat ini menerapkan Kurikulum Merdeka. Sedangkan kelas 11 dan 12 masih Kurikulum K-13.

Sementara inovasi teh herbal ini erat kaitannya dengan Kurikulum Merdeka. Memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswa berekspresi dan berinovasi. Membuat sesuatu yang baru dengan bahan di sekitar.

Shanti Dri Lestari, S.Pd. MT selaku guru pembina inovasi ini mengatakan, bahwa produk inovasi berbahan dasar sukun sudah menjadi ikon SMA Nasional. Sudah sejak lama guru dan siswa membuat karya produk berbahan tumbuhan tersebut. Yang terbaru adalah teh herbal dari daun sukun.

“Produk Sukun sudah menjadi ciri khas kami. Menjadi produk inovasi unggulan di sekolah kami. Dan kebetulan kami berada di Kecamatan Sukun, maka pohon Sukun yang  kami ambil sebagai potensi alam sekitar untuk menjadi produk inovasi siswa,” ucap Shanti.

Dia mengungkapkan, inovasi membuat teh herbal dari bahan sekitar harus memiliki manfaat bagi tubuh. Teh herbal berbeda dengan jamu. Meskipun konsepnya sama.

Jamu memiliki endapan sehingga lebih berisiko untuk gangguan pada ginjal. Sementara teh herbal lebih aman. Dan inovasi kali ini menggunakan daun sukun. “Sebelumnya kami memanfaatkan buahnya. Sekarang spesifik ke daunnya untuk menjadi teh.

Khasiatnya dapat menurunkan asam urat dan tekanan darah,” terang Shanti.

Karena manfaat yang besar itulah, maka produk teh herbal daun sukun harus lebih efektif dan instan. Karena itu butuh adanya inovasi. Dimulai dari tahap mencuci daun sukun yang masih segar, dikeringkan sampai pada pengolahan.

GEMBIRA: Para siswa SMA Nasional tampak senang dapat berekspresi membuat teh herbal dari beberapa bahan berkhasiat

Di perlombaan tersebut, bahannya tidak hanya daun sukun. Tetapi ditambah delapan bahan lainnya. Seperti kunyit, kencur, rosella, mint, kelor, bunga telang, kulit jeruk, dan lain-lain. Bahan dasar ini dijadikan campuran untuk menjadi teh herbal.

Waka Humas SMA Nasional, Dwi Agustin, S.Pd menjelaskan, lomba meracik teh herbal merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dan kegiatan ini merupakan implementasi dan gabungan dari beberapa mata pelajaran. Antara lain mapel Sejarah, Prakarya dan Kewirausahaan, geografi, fisika, biologi dan Bahasa Indonesia.

“Kedepannya produk ini akan kami kembangkan sampai pada tahap pemasaran. Supaya siswa lebih kreatif dan berlatih berwirausaha. Produk ini juga menjadi branding sekolah,” katanya.

Dalam pengolahan daun sukun, SMANAS bekerja sama dengan dosen LP2K ITN Malang. Sentuhan akademisi dari perguruan tinggi ini membuat produk lebih kreatif.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi kami. Selama ini hanya tau pohon sukun, tapi tidak tau manfaat dan khasiatnya. Kami pun menjadi mengerti proses membuat teh herbal,” ucap Nesya Izatul Wafa, salah satu siswa kelas 10.

Kelompoknya sempat membuat racikan teh herbal dari daun sukun, mint dan stroberi. “Campuran bahan ini dinilai kami paling enak rasanya. Senang bisa berekspresi dalam kegiatan tersebut,” ucapnya. (imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img