spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

SMK PGRI 3 Malang; Kembangkan Program Vokasi, Gandeng PLN Pandaan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIAhttps://malangposcomedia.id/, MALANG- Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJLS) 2023 yang dijalankan oleh PT PLN (Persero) UPDL Pandaan bersama SMK PGRI 3 Malang (Skariga) telah usai dengan ditandai secara simbolis penyerahan sertifikat kompetensi kepada siswa di Aula Skariga, Kamis, (13/6).

Program yang telah berlangsung selama enam bulan penuh ini, dirancang untuk meningkatkan keterampilan vokasi siswa serta memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

- Advertisement -

Kepala Departemen Bidang Teknik Elektro SMK PGRI 3 Malang, Mohammad Nurullah, S.T., menyampaikan, program tersebut sudah berjalan selama tiga tahun. Dan tahun ini merupakan tahun keempat Skariga mendapat kepercayaan kembali oleh PLN UPDL Pandaan untuk bekerjasama.

“Program ini banyak sekali manfaatnya. Terutama tentang peningkatan kompetensi di bidang ketenagalistrikan pada distribusi tenaga listrik. Tidak semua sekolah bisa ikut program ini. Tentunya akan memberikan manfaat bagi semua pihak, baik sekolah, siswa dan PLN,” ucap Nurullah.

Ia juga menjelaskan, program TJLS 2023 tidak bisa diikuti oleh semua siswa. Selain terdapat kuota terbatas juga ada beberapa seleksi ketat untuk mengikuti program ini yakni, seleksi kemampuan fisik, kesehatan, berpikir dan attitude.

“Alhamdulillah, tahun ini yang ikut program TJLS PLN sebanyak 36 siswa. Kuota itu meningkat dari tahun lalu hanya 20 siswa. Saat ini sudah ada beberapa siswa yang bekerja di anak perusahaan PLN. Ini menunjukan program tersebut sangat baik dan memberi peluang kepada siswa untuk lebih berkembang,” imbuhnya.

Sementara itu, Senior Manager PT PLN (Persero) UPDL Pandaan, Mohammad Syafi’i menjelaskan, program ini merupakan program magang vokasi untuk siswa Skiraga yang tersebar  di seluruh Jawa Timur khususnya unit PLN di Malang. Nantinya siswa yang sudah mengikuti program tersebut akan mendapatkan sertifikasi kompetensi sesuai persyaratan dalam dunia kerja sesuai undang-undang ketenagalistrikan.

“Sertifikasi menjadi nilai lebih untuk siswa. Sehingga ketika memasuki dunia kerja sertifikasi kompetensi diakui resmi oleh negara. Ini juga merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan peluang kepada siswa untuk memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi dari program kami,” ujar Syafi’i. (hud/udi)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img