spot_img
Sunday, March 3, 2024
spot_img

Soto Ayam Soetomo; Khas Kuah Bening, Dilengkapi Koya Krupuk Udang

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Penikmati soto ayam di Kota Malang, tentunya sudah mengenal ‘Soto Ayam Soetomo’. Warung soto yang satu ini selalu menjadi jujugan warga Kota Malang saat ingin mencari kuliner soto ayam yang memiliki khas kuah beningnya. 

Warung soto ayam ini dimiliki oleh Zaenuri (43). Owner yang berasal dari Kota Lamongan tersebut telah lama menemani para pecinta masakan soto ayam sejak tahun 2011. Lokasinya di Jalan Doktor Sutomo No.18, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Buka hari Senin – Sabtu, jam 06.00 – 14.30 WIB.

Berawal dari hanya memakai sebuah gerobak, soto ayam ini memakai daging ayam kampung dengan koya krupuk udang. “Awalnya dulu hanya memakai gerobak, hingga setahun kemudian saya pindah ke tempat yang sekarang karena jualan saya pada waktu itu mulai ramai,” ungkap Zaenuri saat ditemui Malang Posco Media.

Soto ayam berkuah bening tersebut, memakai resep turun-temurun tanpa mengurangi cita rasa hingga sekarang. “Saya dulu sempat melakukan beberapa survey dan percobaan, ternyata warga Kota Malang lebih menyukai soto ayam kuah bening dari pada kuah yang lebih kental. Akhirnya saya lanjutkan resep tersebut hingga saat ini,” lanjut Zaenuri.

‘Soto Ayam Soetomo’ dibanderol Rp 14.000 dan Rp 17.000 untuk soto ayam istimewa. Bisa dibungkus untuk soto ayam saja Rp 15.000. Selain itu, ada juga tambahan uritan sebagai tambahan lauk yang sangat cocok dengan soto ayam. Bagi yang membawa keluarga tak perlu khawatir, karena warung soto ini memiliki tempat yang cukup luas.

COCOK: Tempat yang luas di warung ini cocok bagi keluarga yang ingin menikmati soto ayam bersama.

Selain itu, sudah tersedia di Gofood dan Shopee Food dengan nama ‘Soto Ayam Soetomo’. Untuk pemesanan jumlah besar bisa hubungi nomor 085885934645. Minimal pesanan 100 porsi bisa diantar ke tempat tujuan. Uniknya, ketika ada pesanan, pasti diracikkan sendiri oleh pihak ‘Soto Ayam Soetomo’, agar kualitas racikan sotonya terjaga ketika dihidangkan.

“Pernah pada awal berjualan dulu selalu diobrak-obrak karena saya berjualan di trotoar, bagusnya pada saat itu masyarakat sudah banyak yang cocok dengan soto ayam saya dan segera pindah ke tempat baru. Saya bersyukur, hampir tiap hari soto ayam saya selalu habis. Saya juga bahagia, soto ayam saya banyak disukai warga Kota Malang,” kisah Zaenuri kepada Malang Posco Media. (dan/bua)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img