MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU- Rencana proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Malang Raya yang berlokasi di TPA Supit Urang, Kota Malang akan didukung penuh oleh Pemkot Batu. Kota Batu dalam hal ini akan berperan sebagai supporting system.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni mengatakan bahwa PSEL sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berada di TPA Supit Urang, Kota Malang. Sehingga Kota Batu berperan sebagai supporting system.
“Karena lokasi PSEL ini akan ada di TPA Supit Urang, Kota Malang maka kami siap menyuplai sekitar 30-50 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL. Nantinya puluhan ton sampah berasal dari 21 ruas jalan protokol, objek vital strategis, serta kawasan usaha seperti hotel, restoran dan kafe (horeka),” ujar Dian kepada Malang Posco Media, Jumat (29/8) kemarin.
Ia menjelaskan rata-rata untuk produksi sampah di Kota Batu mencapai 122,138 ton per hari. Dari jumlah itu, 106,138 ton telah terkelola, sekitar 16 ton belum terkelola dan sebanyak 37 ton yang masuk ke TPA Tlekung setiap hari masih diproses melalui mesin insinerator.
“Untuk kebutuhan sampah dalam mengoperasikan PSEL sendiri mencapai minimal 1.000 ton per hari. Kebutuhan itu akan di suplly Kota Malang sekitar 700 ton. Untk kekurangannya dipenuhi oleh Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Nantinya dengan beroperasinya PSEL yang juga berbasis teknologi thermal, secara tidak langsung mampu mengurangi operasional penggunaan insinerator di TPA Tlekung. Secara tidak langsung akan menekan biaya penggunaan insinerator.
Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol saat berkunjung ke Grand Mercure Kota Malang menyampaikan bahwa Malang Raya akan dijadikan contoh nasional pengolahan sampah berbasis aglomerasi. Teknologi waste to energy dipilih sebagai model modern dalam mengatasi persoalan sampah secara terpadu.
“Sebagaimana diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan PSEL, untuk mengeksekusi penyelesaian pengolahan sampah salah satunya melalui waste to energy,” ungkap Hanis pekan lalu.
Hanif menilai Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu memiliki profil serta kesiapan untuk merealisasikan program tersebut. “Kolaborasi antarwilayah menjadi modal penting dalam menjadikan Malang Raya sebagai pilot project nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik,” tuturnya. (eri/udi)