spot_img
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Tanamkan Perilaku Sehat Sejak Dini

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menekankan pentingnya perilaku hidup sehat untuk lingkungan yang sehat. Sebab dengan lingkungan yang sehat maka akan terbentuk generasi yang sehat, termasuk sejak di sekolah. Hal itu ditegaskan Sutiaji ketika menghadiri Gelar Wicara Kampanye Sekolah Sehat (KKS) Wujudkan Generasi Hebat di SD Negeri Model Kota Malang, Jumat (18/8) kemarin.

“Semua sehat itu lingkungan sehat, sekolah sehat, kenapa? Ya karena sesungguhnya kita belajar dari anak-anak, karena yang namanya kesehatan itu perilaku. Kalau perilaku itu nggak bisa mungkin instan. Harapan kami ini perlu penanaman dan penguatan visi dulu bahwa sehat itu penting. Ini perlu dimaklumi oleh guru oleh anak anak yang sehingga harapannya menuju kesana proses panjang,” ujar Sutiaji.

- Advertisement -

Hal ini pun diakui Sutiaji merupakan suatu sangat penting hingga dari pemerintah pusat memberi perhatian khusus. Terbukti dengan pelaksanaan kegiatan Kampanye Sekolah Sehat yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) RI tersebut.

Menurut Sutiaji, perilaku bersih dan sehat sendiri sejatinya sudah diketahui oleh masyarakat umum. Akan tetapi seakan akan kekinian hanya menjadi sebuah slogan saja. Padahal dalam ajaran agama Islam yang mayoritas dianut oleh warga Indonesia juga menekankan pentingnya kebersihan dan kesehatan.

“Kalau ini sudah anak usia emas, yang otak kanannya masih bagus, harapannya itu terpatri, karena manusia itu sudah kodrat dari Allah senang mencontoh. Maka Alquran itu banyak contoh contoh. Lha harapannya anak anak ini sudah terpatri bahwa itu hidup sehat. Anak Indonesia itu mayoritas umat islam, tapi kebersihannya kan ini yang kadang-kadang kurang,” tukasnya.

“Contoh saja saya bicara kesehatan secara makro. BPJS itu premi kita Kota Malang bayarnya Rp 200 miliar, tapi klaim dari rumah sakit ke BPJS itu tidak kurang dari Rp 500 miliar sampai Rp 700 miliar, artinya apa? Bahwa kesadaran masyarakat  untuk kesehatan itu (rendah),” sambungnya.

Maka dari itu, harus dibangun pondasi yang kuat sejak dari sekolah karena tidak instan. Menurut Sutiaji hal ini butuh peran kolaboratif, mulai dari siswa, guru, hingga orang tua.

Sementara itu Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Sujarno, M.Pd yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa kampanye sekolah sehat memiliki tiga fokus utama dalam kampanye sekolah sehat (3S), yakni Sehat bergizi, Sehat fisik, dan Sehat imunisasi.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi untuk saling berbagi dan menginspirasi untuk bersama-sama berupaya lebih baik untuk membentuk anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” pungkasnya. (ian/aim)

- Advertisement - Pengumuman
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img