spot_img
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Target Kota Malang Singkirkan Sidoarjo

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA-Malang Raya adu kekuatan di Porprov VIII 2023.Tapi hingga Selasa (12/9) tadi malam masih Kota Malang yang tangguh di peringkat ketiga. Masih ada waktu naik peringkat. (baca grafis)

Hingga pukul 20.00 WIB tadi malam Kota Malang berada di peringkat ketiga. Dengan perolehan medali, 35 emas, 27 perak dan 44 perunggu. Total poin yang diperoleh 238. 

- Advertisement -

Surabaya masih unggul di posisi pertama. Koleksi medalinya, 81 medali emas, 52 medali perak dan 51 perunggu. Sedangkan poinnya 479. Sidoarjo ada di peringkat kedua sementara. Koleksi emasnya 45, perak 49 dan perunggu 61. Sedangkan poinnya 339.

Sedangkan Kabupaten Malang masih diperingkat enam. Dengan rincian 20 emas, 16 perak dan 13 perunggu. Dari jumlah tersebut, kontingen Kabupaten Malang mendapatkan total poin 125.

Kota Batu juga harus berjuang keras. Karena sementara ini masih mengoleksi 11 medali emas, 7 perak dan 9 perunggu. 

Ketua KONI Kota Malang Djoni Sudjatmoko menegaskan, capaian itu bersifat sementara. Ia yakin Kota Malang masih bisa mengalahkan Sidoarjo untuk merebut posisi kedua. Sebab, masih ada banyak cabor andalan yang belum dimainkan.

“Kita tempel ketat Sidoarjo. Walaupun di posisi ketiga, saya yakin Kamis Insya Allah bisa lewati Sidoarjo. Karena cabor andalan kita masih banyak yang belum main, nah nanti Kamis banyak yang main sehingga Insya Allah bisa menyaingi Sidoarjo,” terang Djoni kepada Malang Posco Media, Selasa (12/9) kemarin.

Beberapa cabor andalan yang baru saja main misalnya seperti angkat berat, gulat, dancesport dan juga renang. Beberapa diantara cabor itu bahkan sudah melebihi target medal yang ditetapkan.

“Contohnya renang, targetnya empat medali (emas) bisa dapat lima dan itu masih main terus. Lalu billiar juga demikian sudah dapat medali dan masih terus main. Lalu dancesport ini sudah juara umum di cabor itu,” sebut Djoni.

Dikatakan Djoni, tidak dipungkiri ada juga yang meleset dari perkiraan seperti cabor berkuda dan tinju. Untuk berkuda hanya masalah teknis sementara tinju, tidak bisa memaksimalkan potensi emas lantaran ada  insiden. Yakni meninggalnya atlet Bondowoso kemarin hingga akhirnya cabor tinju terpaksa dihentikan.

“Targetnya itu (tinju) satu emas, tapi ya bagaimana pun kita ikuti keputusan KONI provinsi. Meski begitu, sejauh ini kita masih ‘on target’ kok. Kita masih optimis dan atlet atlet terus kita semangati,” tegas Djoni

Menurut Djoni, persaingan di porprov kali ini memang begitu ketat. Meski dalam aspek sarana dan prasarana dikatakan Djoni serba terbatas, namun hal itu tidak bisa jadi alasan untuk bersaing menampilkan yang terbaik.

“Contohnya Sidoarjo itu ada perkembangan. Jadi memang sangat seru porprov ini. Dia (Sidoarjo) bisa mengambil beberapa medali yang biasa didapat kota lain. Kita pun senang kalau ada tantangan,” tuturnya.

Salah satu cabor yang tampil gemilang adalah cabor dancesport. Cabor ini sukses mengukuhkan diri kembali sebagai ‘Juara Umum’ di cabor dancesport Porprov untuk Kota Malang. Dari cabor andalan ini menyumbang empat emas, tiga perak dan dua perunggu dalam porprov tahun ini. Plus tambahan satu emas untuk nomor eksebisi. Raihan ini sesuai dengan ekspektasi yang diperhitungkan sebelumnya. 

“Persaingan porprov setiap tahun semakin ketat. Banyak atlet baru yang siap mengejar prestasi merebut medali. Jadi kita tidak bisa lengah, selalu berlatih dan berlatih. Karena kita tidak bisa membaca peta seperti kejuaraan yang lalu. Harus siap menghadapi semua surprise (kejutan, red),” tambah Ketua Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kota Malang Inchie Indrawati. 

Capaian ini sangat disyukuri karena menurut Inchie, jumlah atlet dancesport yang diterjunkan  tidak sebanyak porprov sebelumnya. Sebelumnya, dancesport diperkuat 28 atlet, sementara porprov kali ini hanya 12 atlet.  Bahkan beberapa di antaranya, usianya sudah melebih 21 tahun. Sehingga hal ini pun harus diapresiasi. 

Kontingen Kabupaten Malang terus menambah medali. Humas KONI Kabupaten Malang Cahyono mengaku jumlah medali yang diperoleh  masih jauh dari target. Dia menyebutkan KONI Kabupaten Malang menargetkan   50 emas, 50 perak dan 50 perunggu.

Namun demikian, Cahyono   tetap optimis  jumlah perolehan medali  terus meningkat.  Apalagi masih banyak cabang olahraga yang belum dipertandingkan.

 Sementara itu Damiran Ketua Bidang Pertandingan KONI Kabupaten Malang mengatakan cabang olahraga  yang mendapatkan emas di antaranya  pencak silat, berkuda, woodball, senam, sepatu roda, gulat, menembak dan anggar. 

“Barusan ini (petang kemarin) dapat satu tambahan emas. Dari Cabor Anggar. Jadi total anggar mendapatkan dua,’’ urainya.

Dia menyebutkan saat ini perolehan medali emas paling banyak diperoleh  daricabor gulat. Yaitu mendapatkan lima medali emas sekaligus. 

Sementara itu untuk Kontingan Kota Batu hingga Selasa (12/9) kemarin telah mengumpulkan 27 medali. “Terdiri dari 11 emas, tujuh perak dan sembilan perunggu,” kata  Humas KONI Kota Batu, M Dhani. 

Ia menerangkan perolehan 27 medali tersebut disumbang oleh delapan cabor. Yakni Pordasi tiga  medali, biliar dua  medali, sepeda dua  medali, gulat tiga medali, tarung derajat lima medali, paralayang tiga medali serta catur, selam dua medali. Sedangkan jujutsu dan menembak masing-masing satu medali. Di Porpov tahn ini  KONI Kota Batu menargetkan 15 medali emas. (ian/ira/eri/van)

- Advertisement - Pengumuman
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img