spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Tempat Narsis Dadakan, Terkoneksi KCJB

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Menjajal LRT yang Belum Sebulan Beroperasi di Jakarta (2)

Light Rail Transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT) Terintegrasi Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) sedang jadi objek foto-foto. Maklum masih baru. Publik pun berharap layanan moda transportasi di Jakarta terus dikembangkan melengkapi Kereta Rel Listrik (KRL) dan  Mass Rapid Transit (MRT).

Sekelompok milenial bergegas masuk gerbong LRT di Stasiun LRT Setiabudi. Ada yang duduk, ada pula berdiri. Smart phone mereka langsung on. Ada yang ngerekam menggunakan video, beberapa di antaranya motret.

- Advertisement -

Mereka sedang menjajal LRT sekaligus bikin konten. “Ngonten YouTube, juga TikTok,” kata Farah, salah satu di antara mereka. Tak berapa lama, kereta tiba Stasiun Rasuna Said. Mereka kompak turun.

Sebelumnya dari Stasiun Dukuh Atas, sekelompok emak-emak juga naik LRT. Baru duduk, satu di antaranya mengeluarkan tongkat narsis atau tongkat eksis alias tongsis. Teman-temanya si emak itu pun berpose. Jepret.  Di gerbong  lain, dengan rute berbeda pun begitu.

Itulah fenomena LRT di Jakarta. Belum tiga pekan beroperasi, warga sedang penasaran.

“Karena itu tak heran kalau banyak yang foto-foto. Tak sedikit juga yang videoin. Masih baru kan, pada penasaran. Ya jadi wisata lah,” kata Rani Mona, seorang penumpang LRT sambil tertawa. Kepada Malang Posco Media, ia terkagum-kagum kereta produk PT Inka itu. Menurut Rani, setiap kota besar di Indonesia mestinya punya angkutan publik yang nyaman. Juga mudah diakses dengan tarif bersahabat.

“Selain LRT, MRT juga. Sangat membantu. Bisa mengurangi kemacetan, warga terbantu,” kata Rani. Kini karyawati salah satu perusahaan asing ini hari-harinya menggunakan LRT dan MRT. “Lumayan, bisa irit, dompetnya sehat.  Perjalanan cepat, tepat waktu. Hebat punya angkutan masal begini,” pujinya.

Suryaman, seorang sopir sekaligus asisten pribadi pada seorang profesional di kawasan Senayan Jakarta juga merasakan manfaatnya MRT dan LRT.

Apalagi sejak MRT beroperasi tahun 2019 lalu, ia sangat terbantu.

“Saya naik MRT dari Stasiun Istora Mandiri ke Fatmawati, waktunya  15 menit. Kalau naik mobil bisa satu jam lebih karena macet,” kata Yama, sapaan akrab Suryaman.

Biaya pun makin irit. Yama mencontohkan pengalamannya sendiri. Naik MRT dari Stasiun Istora Mandiri ke Fatmawati hanya menghabiskan uang Rp 5.000. “Kalau bawa mobil ke  Fatmawati sekitar Rp 50 ribu untuk empat liter BBM,” kata warga Bekasi ini.

Waktu menunggu pun tak terlalu lama. Menurut Yama, hanya sekitar lima sampai 10 menit. 

Kristian Eko Susilo, warga Malang yang bekerja di Jakarta pun merasakan banyak manfaat. Kehadiran LRT melengkapi MRT dan KRL. Kristian yang tinggal di kawasan Antasari Jakarta Selatan ini juga kerap menggunakan jasa transportasi publik tersebut.

“Lumayan membantu di Jakarta yang selalu macet ini. Memang semuanya harus terkoneksi. Supaya kemana-mana jadi nyaman, mudah dan murah,” katanya.

Rani Mona, Suryaman dan Kristian Eko Susilo kini berharap

Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) segera beroperasi. Karena sangat dibutuhkan warga yang lalu lalang Jakarta Bandung.

“Semoga cepat diwujudkan. Selama ini kan sudah uji coba. Tapi entah kapan dioperasiokan. Semoga disegerakan,” harap Rani.

Selama ini kata dia, naik mobil dari Jakarta ke Bandung sekitar dua sampai tiga jam. Lama perjalanan pun sulit dipastikan karena harus melewati jalanan yang macet.

Mimpi segera naik KCJB pun segera jadi kenyataan. Rencananya diresmikan 1 Oktober 2023 mendatang. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Novie Riyanto pun memastikan rencana tersebut usai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (12/9) kemarin.”Sedang kami uji coba terus. Keamanan penting,” katanya.

Novie mengatakan uji coba dilakukan untuk aspek keselamatan baik dalam hal sarana maupun prasaran. Hal itu, lanjut Novie merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dan tidak dapat ditawar lagi.

Kementerian Perhubungan memastikan proses sertifikasi atau izin operasional sebelum mengangkut penumpang berjalan dengan baik.

“Sertifikasi, uji coba semua berjalan mulus,” kata Novie.

Diketahui, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan mencoba kereta cepat Rabu (13/9) hari ini.  Adapun sejumlah aksesibilitas yang tengah dibangun menjelang beroperasinya KCJB, pertama untuk Stasiun Halim terdapat pembangunan akses Jalan DI  Panjaitan tahap I dan II, akses jalan kawasan Stasiun Halim, dan akses exit Tol Halim 1+842 km beserta jalan penghubungnya.

Kedua, untuk Stasiun Karawang, Jawa Barat, pembangunan meliputi akses Jalan THK, akses Km.42+00, dan akses jalan kawasan.

Ketiga di Stasiun Padalarang, Jawa Barat (stasiun antara dan stasiun kereta feeder KCJB menuju Stasiun Bandung) pembangunannya meliputi akses masuk stasiun dan tol, jalan kabupaten tol pada ruas Gedonglima dan Panaris, jalan provinsi ruas Padalarang-Cisarua, jalan nasional Padalarang, dan rencana akses jalan dari Kota Baru Parahyangan.

Keempat untuk Stasiun Tegalluar, Jawa Barat (stasiun akhir), pembangunannya meliputi akses Km 151, dropzone Tegalluar, akses Stasiun Cimekar – Stasiun KCJB Tegalluar; jembatan Cibiru Bandung.

KCJB merupakan layanan KA cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang akan beroperasi dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam.

KCJB memiliki jalur sepanjang 142,3 km melewati 13 terowongan dan akan melayani empat Stasiun. Yakni Stasiun  Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar.

Untuk meningkatkan konektivitas, KCJB akan terkoneksi dengan LRT Jabodebek, KA Feeder, Commuter Line Bandung Raya, Bus Rapid Transit, shuttle, dan taksi. (vandri battu/ntr/habis) 

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img