spot_img
spot_img

TGIPF Harus Objektif

MALANG POSCO MEDIA- Pemerintah telah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengungkap Tragedi Kanjuruhan.  Tim ini diharapkan objektif dalam menjalankan tugasnya.

Tim terdiri dari unsur Kemenpora, Kemenko Polhukam, PSSI, media massa, organisasi profesi sepak bola, akademisi dan pengamat. Tim ini diharapkan objektif mengungkap fakta tragedi yang menewaskan 131 Aremania tersebut.

TGPF sendiri terdiri dari 13 orang. Ketuanya Menko Polhukam Mahfud MD, sedangkan Menpora Zainuddin Amali sebagai wakil ketua.

Media Officer Arema FC Sudarmaji menghargai TGIPF. Bahkan sebelum adanya keputusan tim investigasi gabungan tersebut, pihaknya sudah menerima beberapa pihak luar yang melakukan hal serupa seperti BNPT dan Komnas HAM.

“Kami menghargai tim investigasi yang kini sudah mulai berjalan. Dengan siapapun tim yang melakukan investigasi, kami akan membuka tangan. Kami menghargai apapun keputusannya nanti, siap menjalankan itu,” katanya.

Berita Lainnya:  Siap Dukung Timnas Indonesia

Arema FC tak melihat siapa anggota atau sosok di baliknya. Yang jelas, pihak klub siap membantu apapun yang dibutuhkan tim investigasi dalam mencari fakta di lapangan secara objektif.

“Kami siap dievaluasi karena yang mengevaluasi banyak pihak tentu itu akan jadi bahan masukan. Kaji objektiviyasnya. Objektivitas itu yang kita yakini bisa mengubah Arema kedepan,” tambah dia.

Sementara itu, Aremania asal Klayatan Ahmad Ghozali berharap TGIPF ini bisa benar-benar objektif dalam melakukan investigasi. Sekalipun dia sejatinya sedikit menyayangkan, tak ada sosok yang ada langsung dalam kejadian. Atau setidaknya mereka yang berkompeten dan berasal dari Malang.

Berita Lainnya:  Diperbolehkan Pindah Homebase

“Setidaknya ada satu mungkin, yang berada di lokasi kejadian atau merasakan bagaimana keadaan di sana,” ujar dia.

Menurut Ahmad, bila saja ada bagian tim investigasi yang merasakan kejadian atau berasal dari Malang, bisa menjadi sumber informasi langsung untuk menjadi bahan pencarian fakta. Dia tidak mengetahui alasan di balik penunjukan nama-nama tersebut.

 “Bisa juga mereka yang tahu kultur sepak bola di Malang, bagaimana Aremania,” paparnya.

Dia meminta tim investigasi ini bisa mengusut tuntas peristiwa secara transparan. Apalagi instruksi Presiden Jokowi sudah jelas bahwa mengusut tuntas. “Aremania juga mau benar-benar terbuka untuk menyelesaikan tragedi ini secara tuntas,” tandas dia. (ley/van)



BERITA LAINNYA

Aremania Tolak Hasil Autopsi

Butuh Banyak Perbaikan!

Liga 1 Dilanjutkan 2 Desember

Tetap Kencang Usut Tuntas!