spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Tim Dosen Unair Surabaya Tingkatkan Produktivitas Masyarakat Desa Pulungdowo; Beri Latihan Pembuatan Produk Berkhasiat Bernilai Jual

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tim dosen Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Malang. Tim ini merupakan kolaborasi dosen dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Ekonomi Unair. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Desa Pulungdowo Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang, Minggu (29/10) lalu.

Dana pengabdian kepada masyarakat ini diperoleh dari RKAT Universitas Airlangga th 2023 melalui skema Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) dengan judul Pengembangan Tanaman Obat Jahe-sereh Sebagai Aset Ekonomi Desa Pulungdowo Malang Menuju Desa JAREH. Program ini merupakan aplikasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) beberapa aspek yaitu antara lain no poverty , good health and well-being dan Decent Work and Economic Growth. Pemerintah desa setempat menyambut program ini dengan antusias.

Mereka adalah  Prof. Dr. apt. Wiwied Ekasari, MSi dan apt. Suciati SSi., MPhil. PhD dari Fakultas Farmasi Unair. Serta Dra. Iswajuni, MSi., Ak.,CA dari Fakultas Ekonomi Unair. Tim ini juga melibatkan beberapa mahasiswa S1 dan S2 dari kedua fakultas tersebut.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat, Prof. Dr. apt. Wiwied Ekasari, M.Si mengatakan, pengabdian dilakukan dengan beberapa tujuan. Antara lain untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, meningkatkan aktivitas kalangan muda dalam membuat produk dan melakukan pemasaran melalui digital marketing serta meningkatkan derajat kesehatan para lansia dengan pemanfaatan tanaman obat yang berada di sekitarnya. Seperti jahe, sereh, daun kelor, mengkudu, jambu merah dan lain-lain.

Pengabdian dilakukan dengan memberikan workshop kepada warga, terutama para pemuda di Desa Pulungdowo. “Dari pelatihan tersebut dihasilkan tiga produk berbahan dasar tanaman obat yaitu Stik daun kelor, Permen Agar Jahe Sereh Secang dan Sirup Jahe Sereh Secang,” katanya.

Yang menggembirakan hasil dari pelatihan pembuatan produk tersebut sebagian besar peserta telah berhasil membuat secara mandiri. Bahkan sebagian dari peserta telah membuat toko online di e-commerce terkenal yang digunakan untuk memasarkan produk berbahan tanaman obat di wilayah desa Pulungdowo.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Pulungdowo, Jangkung Abdi Prayugo. “Peran serta dosen Unair dalam membangun desa sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan serta  ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Maka di momentum tersebut, juga dilakukan penandatanganan MoU antara pihak Ketua Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Farmasi Unair dan Kades Pulungdowo. Tujuan MoU ini agar kerjasama pengabdian masyarakat terlaksana sesuai dengan harapan yang saling menguntungkan. “Terimakasih atas perhatian dan sinergi yang dibangun oleh tim dosen Unair, semoga kerjasama ini dapat berlanjut,” ucapnya.

Penandatanganan MOU dilaksanakan secara seremonial. Usai penandatanganan, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa kompor dan tabung gas. Serta dana hibah untuk rintisan pembentukan UMKM pembuatan  produk unggulan  desa. Selanjutnya, pemberian souvenir kepada Kepala Desa Pulungdowo dan Ketua Kader Lansia.

Adapun materi yang disampaikan ada tiga judul. Pertama, Tanaman Obat untuk meningkatkan Kesehatan-Lansia oleh Prof. Dr. apt. Wiwied Ekasari, M.Si. Materi kedua, Digital Marketing untuk UMKM oleh Dra. Iswajuni, MSi., Ak.,CA. Dan materi ketiga, Penjelasan Pelatihan Pembuatan Produk oleh apt. Suciati SSi., MPhil. Ph.D.

Usai materi dari narasumber, dilanjutkan dengan praktik membuat produk, yakni stik kelor, pembuatan permen agar jarecang dan pembuatan sirup Jarecang. (sir/imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img