spot_img
Saturday, June 22, 2024
spot_img

Tinggalkan Dunia Hiburan, Gus Rocker kini Teguh di Jalan Dakwah

Berita Lainnya

Berita Terbaru

INSPIRING RAMADAN

Dunia yang sepenuhnya berbeda kini dijalani oleh Vicky Yanuar Ardiansyah. Lima tahun lalu, warga Kelurahan Sukoharjo  Kecamatan Klojen Kota Malang dikenal sebagai salah satu penyanyi rock yang cukup dikenal di Kota Malang.  Sekarang ia teguh di jalan untuk berdakwah.

Jalan hidup Vicky berubah tepat saat pandemi empat tahun lalu. Ia  merupakan vokalis  band Plat-N. Tiba-tiba meninggalkan hingar bingar dunia hiburan. Dia kini menekuni jalan dakwah, menjadi seorang mubaligh atau guru agama. 

Belakangan, Vicky bahkan terpilih menjadi Rois Tanfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Jodipan Kulon. Perubahan yang begitu drastis ini pun mengejutkan banyak orang. Baik orang-orang di sekitar rumahnya, maupun masyarakat luas.

“Orang-orang kemudian memanggil saya dengan sebutan Gus Rocker atau Gus Vicky. Karena memang saya dulu rocker. Sebutan itu bukan saya yang me-laqob-kan (memberi panggilan), tapi ya orang-orang saja,” terang Vicky kepada Malang Posco Media.

Plat-N yang ia gawangi selama 20  tahun   merupakan sebuah band bergenre Rock and Roll di Kota Malang. Vicky menjadi front man di band yang terbentuk pada tahun 2002 lalu itu. Penampilan Vicky di atas panggung dulu pun selayaknya rocker pada umumnya.

Ia kerap menyanyi dengan tanpa baju. Di penghujung penampilannya, kerap menghancurkan alat-alat musiknya sendiri. Cadas seperti band rock kebanyakan.

“Semua berubah ketika awal pandemi, dimana itu adalah hikmah terbesar dalam hidup saya. Dengan berakhirnya tur Plat-N band pada Desember 2019 di 10 kota, lalu masuk pandemi, itu memberikan sebuah gambaran dengan isyarah pandemi, mengisyaratkan harus berhenti dari dunia musik. Akhirnya pada 2020 awal saya memaklumatkan diri lewat chanel pribadi menjadi seorang guru,” beber Vicky.

Menurut Vicky, kehidupannya saat ini memang sangat jauh berbeda dari sebelumnya. Dunia hiburan yang ia selami sebelumnya, banyak godaan yang ditemukan setiap harinya. Entah godaan minum minuman keras, narkoba bahkan main perempuan. Vicky sendiri mengaku tidak pernah sekalipun tergoda dengan semua hal itu.

Bukan tanpa sebab, Vicky sebenarnya sebelum menjadi seorang vokalis band, ia lulusan pondok pesantren. Hanya saja, saat itu ia memilih menekuni kesukaannya dalam bermusik. Sambil diniatkan untuk dakwah dalam dunia musik.

“Tetapi sejak dulu itu saya dakwah ‘Bis-sirr’, dengan sembunyi-sembunyi. Tidak ada orang yang tahu kalau saya ini sebenarnya santri. Bahkan orang sini, sejak lama tidak suka dengan saya. Apalagi sering teman-teman saya dengan penampilannya seperti itu, datang ke rumah saya. Yang tahu, hanya teman band saya saja,” sebut Vicky.

Selama berkarier di dunia musik, ia selalu menolak secara halus permintaan minum minuman keras. Pernah suatu ketika dalam suatu penampilan di Bali, Vicky diminta meminum minuman keras sebagai penghormatan dari pendukung acara. Bukannya diminum, oleh Vicky minuman keras itu justru disiramkan ke sekujur badannya. Meski penampilannya tetap ciamik, namun bagi pendukung acara tersebut dinilai tidak menghormati karena seolah minuman keras itu dibuangnya.

“Akhirnya manajer saya, yang mana itu istri saya, menemui dia dan menjelaskan bahwa sesungguhnya Vicky itu hanya penampilannya saja yang rocker. Tapi sebetulnya dia itu santri tidak bisa minum minuman keras. Alhasil dia pun menerima bahkan salah satu orang itu sampai menangis mendengar penjelasannya,” ungkap alumnus SMA Muhammadiyah 1 Malang ini.

Vicky  merupakan santri lulusan Pondok Babussalam Madiun dan santri Pondok Pesantren Modern Gontor. Dengan bekal ilmu semasa mondok, serta momentum pandemi yang membuka kedok dia sebagai vocalis rocker, Vicky pun akhirnya mantap meninggalkan dunia hiburan.

Sepenuhnya ia isi waktunya dengan mengajar dan berdakwah. Dia makin memperdalam ilmu agama hingga memiliki majelis ilmu yang digelar secara rutin.

“Saya ada namanya Majelis Tobat, itu saling mengajak mulai dari preman, mantan napi, anak narkoba, mantan pembunuh sampai perampok ikut ngaji. Jadi saya keluar dari zona nyaman sebagai musisi, dan bahwa kini saya mantapkan menjadi seorang guru, seorang mubaligh dan pendakwah. Sekarang sudah tidak pernah nyanyi sama sekali. Plat-N sudah bubar tapi akun sosial media masih ada,” tegas pria kelahiran 4 Januari 1976 ini.

Selain majelis tersebut, ia juga mengisi ngaji di Hidayatul Ikhwan asuhan Habib Ahmad bin Smith. Bimbingan kajian rutin pemakai Narkoba LAPAS Kelas 1A Lowokwaru  dan banyak majelis lainnya.

Dari kegiatan ngaji rutin itulah, perlahan semua masyarakat di sekitarnya mengetahui kiprah Vicky. Dari yang sebelumnya rocker, akhirnya semua mengetahui Vicky punya latar sebagai santri.

Keilmuannya pun dirasa cukup mumpuni hingga akhirnya oleh Rois Syuriyah NU Jodipan Kulon diminta menjadi Rois Tanfidziyah NU Jodipan Kulon.

“Awalnya saya menolak, karena mereka menunjuk langsung. Saya sampaikan Indonesia kan negara demokrasi maka sebaiknya dilakukan voting, saya minta dicari kandidat lain. Lalu kriteria menjadi Tanfidziyah itu ada lima, Islam, paham agama, pandai organisasi, sosialisasi masyarakat dan amanah. Saya merasa tidak memenuhi itu semua,” tuturnya.

Setelah dilakukan voting, nyatanya tetap saja Vicky menjadi yang paling banyak dipilih. Karena itulah ia resmi menjadi Rois Tanfidziyah NU Jodipan Kulon pada akhir 2021 lalu. Tidak cukup di situ, ia juga didapuk menjadi Ketua Lesbumi MWC NU Klojen karena kemampuannya dalam bidang seni budaya.

Vicky pun saat ini menghabiskan waktunya untuk kegiatan dakwah, baik di majelis ilmunya maupun di organisasi NU. Ia tidak mempunyai pandangan untuk menjadi seorang penyanyi meskipun itu penyanyi religi. Dia mengaku ingin memperbanyak dakwah kepada masyarakat luas.

“Sebenarnya ada rencana dari teman-teman mau begini-begini, saya bilang mereka jalan dulu saja, biar Allah nanti yang menentukan dan menggerakkan saya ke sana. Saat ini saya ingin meningkatkan dakwah,” katanya.

“Apalagi Ramadan ini sebenarnya saya ada rencana bikin acara majelis di Kayutangan. Karena di situ itu kan banyak nongkrong dan itu banyak teman saya, dengan adanya majelis itu saya ingin mereka tergerak ikut ngaji,” sambung Vicky. (ian/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img