spot_img
Monday, July 22, 2024
spot_img

Tinggalkan Dunia Malam, Kini Hijrah dan Tekun Syiar

Berita Lainnya

Berita Terbaru

INSPIRING RAMADAN

Debt collector, pengawalan, penguasaan lahan dan dunia malam di Malang Raya pernah jadi dunianya M. Taufiqur Rahman. Tapi itu dulu. Kini pria 61 tahun ini sudah hijrah.

Hidayah Allah SWT selalu datang kepada setiap hamba-Nya. Kalimat itulah yang diucapkan M. Taufiqur Rahman  ketika Malang Posco Media berkunjung ke rumahnya di  Jalan Tlogo Indah, Tlogomas, Kota Malang, Sabtu, (16/3) lalu.

- Advertisement -

Orang mengenalnya dengan sapaan Gus Momon. Sapaan itu sesuai dengan usaha  yang digelutinya saat ini. Yaitu Momon Gym Fitnes Center, sekaligus rumahnya.

Saat ini, Gus Momon merupakan Takmir Masjid Al Isti’dad Joyo Suryo Merjosari Tlogomas Kota Malang. Sebelum menjadi ketua Takmir, ia bergelut di dunia malam sebagai debt collector, pengawalan, penguasaan lahan dan dunia malam lainya yang ada di Malang Raya. Dia dan anggotanya menguasai tempat-tempat dunia malam di Malang Raya.

Pekerjaan itu terhenti sekitar tujuh tahun lalu ketika  istrinya sakit. Ia merasa ini merupakan teguran, ujian yang datang dari Allah SWT. Semenjak itulah ia lebih mendekat kepada Allah SWT dengan aktif di masjid dan mengikuti kajian – kajian di masjid depan rumahnya.

“Waktu istri saya sakit, saya merenung. Apakah dengan sakitnya istri saya ini merupakan teguran atau hukuman, karena Allah SWT lebih tahu tentang saya. Karena saat itu saya benar benar melalaikan -Nya. Baik salat dan ibadah lainnya,” ucap Gus Momon.

Dunia malam pun betul-betul ditinggalkannya. Karena banyak mudharatnya. “Saat itu, saya belum tahu banyak tentang agama.  Yang saya tahu tidak mencuri. Padahal “di sana” banyak negatifnya karena banyak kaitannya dengan dunia malam,” imbuhnya.

Kini dia   merasa bersyukur, karena masih diberikan kesempatan. Dan dari pekerjaannya  tersebut membawa namanya dikenal oleh banyak kalangan. Mulai dari pejabat, aparat, hingga artis ibu kota.

Kini dia serius menekuni usahanya Momon Gym Fitnes Center. Usaha ini sudah diserahkan kepada anak-anaknya, ia hanya sebagai konsultan di gym tersebut.

“Masih memantau perkembangan usaha sekaligus memandu para member.  Saya  tidak mau para member cedera. Saya juga masih memandu member mulai dari gerakan yang benar, memberitahukan nama alat dan fungsinya hingga suplemen. Jadi tidak bisa meninggalkan langsung gym,” ujar Gus Momon.

Meskipun sudah meninggalkan dunia malam, saat ini ia masih menjadi ketua bodyguard di Malang Raya sejak ia dirikan tahun 1995 lalu. Sekaligus menjadi konsultan bagi timnya yang masih menjalankan pekerjaan sebagai bodyguard.

Saat ini, posisinya sebagai ketua bodyguard se Malang Raya dimanfaatkan untuk syiar tentang agama. Ia selalu syiar khususnya tentang  salat malam dan salat wajib lima waktu melalui  32 grup WhatsApp (WA) yang beranggotakan ribuan orang.

Setiap hari tepat pukul 02.00 ia mengingatkan para anggotanya untuk salat malam. Ia merasa ini merupakan salah satu cara syiar  walaupun tidak bertemu secara langsung.

Dia pun merasa bersyukur dan merasa pikirannya sudah dicetak oleh Allah SWT setiap pukul 01.30 WIB selalu bangun untuk menjalankan salat malam. Kemudian dilanjut salat subuh dan majelis taklim setelah subuh.

“Dari sini banyak teman-temannya yang tahu jika saya tidak mencari sensasi. Jadi saya benar-benar berhenti sejak saya memproklamirkan diri saya sebagai seorang yang bisa dibilang sudah hijrah atau taubat,” ungkap Gus Momon.

Semenjak memutuskan mendekat diri kepada Allah SWT, ia tak pernah putus salat malam dan ibadah lainnya. Dan dari hijrahnya ke jalan yang benar dengan niat yang bersungguh-sungguh. Saat ini ia lebih sering menimba ilmu agama kepada para kiai-kiai serta  mengikuti kajian-kajianya.

Gus Momon terus berharap dan berdoa semoga teman-temanya yang masih bekerja di dunia malam  mengikuti jejaknya. Khususnya keluarganya untuk bisa mencontohnya. Ia meyakini bahwa, Tuhan tidak akan pernah melihat hambanya-Nya dari masa lalunya.

Ia juga merasa bangga dan bersyukur masih diberikan kesempatan menjadi yang lebih baik dan berbuat lebih baik. Sehingga saat ini sudah banyak teman-temannya yang mengikuti jejaknya untuk hijrah. “Saya bukan orang baik, tapi saya ingin menjadi orang baik.  Saya ingin menjadi lebih baik lagi. Dan saya merasa bersyukur masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT,” ungkap Gus Momon. (hud/van)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img