spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

TPA Tlekung Ditutup, Mulai Pola Baru

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Semua Pihak di Kota Batu Wajib Pilah Sampah

Aspirasi Didengar, Warga Apresiasi Pemkot Batu

MALANG POSCO MEDIA- Warga Kota Batu harus mulai menerapkan gaya hidup baru mengelola sampah. Itu setelah TPA Tlekung Kota Batu resmi ditutup Rabu (30/8) kemarin.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengumumkan penutupan TPA Tlekung  tepat pukul 15.00 WIB, kemarin. Penutupan TPA Tlekung disampaikan langsung dihadapan ratusan warga Desa Tlekung di TPA Tlekung.

“Hasil koordinasi dengan pimpinan SKPD dan koordinasi komitmen bersama kepala desa/lurah se-Kota Batu dan para pelaku usaha  hingga PKL telah membuat kesepakatan atau komitmen bersama mengelola atau memilah sampah dari sumbernya. Yakni rumah, perkantoran hingga  tempat usaha,” jelas  Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan.

Itu karena mulai kemarin diberlakukan penutupan operasional TPA Tlekung. “Sehingga sampai batas waktu yang tidak ditentukan, tidak ada lagi sampah masuk ke TPA karena akan dikelola oleh sumber sampah desa atau kelurahan, pelaku usaha sebagai penyelesaian terbaik untuk Kota Batu,” sambungnya.

Dengan ditutupnya TPA Tlekung, Aries juga memastikan pihak desa dan kelurahan, tempat wisata hingga hotel  harus memilah dan mengelola sampah  sendiri. Perubahan pola mengelola sampah tersebut merupakan komitmen semua pihak mengatasi persoalan sampah di kota wisata ini.

Meski dilakukan penutupan TPA Tlekung, DLH masih tetap mengelola sampah yang telah menggunung di TPA itu. Namun dengan catatan tidak boleh lagi sampah di Kota Batu dibuang ke TPA Tlekung.

“Sedangkan untuk sampah perkotaan, seperti Pasar Besar dan sampah PKL di Alun-Alun Kota Batu tetap dikelola oleh DLH. Nantinya sampah akan dikelola di TPS Temas atau TPS Stadion Brantas,” terangnya.

Atas pernyataan tersebut, warga Tlekung  memberikan apresiasi. Mereka mendukung penuh penutupan TPA Tlekung hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal itu disampaikan   perwakilan warga Tlekung, Samsul Arifin.

“Saya garis bawahi dan tegaskan kembali bahwa kami perwakilan warga dari tim mendukung keputusan Pemkot Batu menghentikan kiriman sampah ke TPA Tlekung. Sesuai tuntutan warga tepat pukul 15.00 WIB  hari ini (kemarin) tidak ada pengiriman sampah ke TPA Tlekung,” paparnya.

“Sikap kedua, saya mewakili warga Tlekung, Kecamatan Junrejo Kota Batu memberikan apresiasi dan dukungan kepada Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Pawaei untuk lanjutkan tugasnya sebagai Pj Wali Kota Batu karena sudah berjuang demi masyarakat Tlekung,” sambung Samsul Arifin.

Pernyataan penutupan TPA Tlekung oleh Pemkot Batu melalui  DLH dan warga Tlekung tersebut diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh pihak terkait.

Sementara itu terkait tuntutan warga Tlekung yang sebelumnya seperti pembangunan irigasi, penanaman sedap malam, bunga puring tetap dikawal oleh warga. Begitu juga Pemkot Batu akan menuntaskan tuntutan warga untuk kebaikan bersama.

Sementara itu  Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai yang sedang dinas luar mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  saat dihubungi MPM menyampaikan  upaya menuntaskan persoalan sampah di Kota Batu merupakan kerja bersama semua elemen. Baik dari pemerintah, pemerhati lingkungan, masyarakat hingga pelaku usaha di Kota Batu.

“Bukan hanya saya yang bekerja menuntaskan persoalan sampah selama sebulan ini. Tapi semua ASN Pemkot Batu yang luar biasa atas kinerja mereka dan juga dukungan mereka untuk sama-sama melakukan yang terbaik bagi warga Tlekung khususnya TPA Tlekung,” ungkapnya.

“Bagi saya, tanpa semua ASN Pemkot Batu tidak ada apa-apanya. Mereka yang luar biasa. Dukungan masyarakat Tlekung harus kita apresiasi dengan keras selanjutnya agar TPA Tlekung dan harapan masyarakat Tlekung agar desa-desa memliki TPS3R dapat terwujud dan semua warga Kota Batu sadar pentingnya memilah sampah dari rumah,” terangnya.

Ditambahkan Aries bahwa selain ASN, sebagian masyarakat Kota Batu sudah peduli dengan pengelolaan sampah. Termasuk beberapa desa sudah menginisiasi langsung untuk melaksanakan TPS3R dan sekolah-sekolah mulai SD dan SMP kreatif menangani sampah secara mandiri. Hal tersebut yang dinilainya  membuat bangkit bersama untuk menuntaskan sampah di Kota Wisata Batu. (eri/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img