spot_img
Wednesday, June 19, 2024
spot_img

Tren Fesyen Hyperfeminine Digandrungi Wanita

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Salah satu tren fesyen yang sedang naik daun di kalangan penggemar busana adalah gaya hyperfeminine yang menonjolkan sisi feminin dan anggun dalam berpakaian. Gaya ini terlihat dari pemilihan bahan, model potongan, hingga perpaduan hiasan yang digunakan dalam suatu busana dengan kesan manis dan cantik.

Tren ini cocok digunakan untuk mereka yang ingin tampil cantik dan menarik dengan gaya yang anggun dan khas perempuan.  Salah satunya J.Clothing cabang Malang Town Square (Matos) yang menyediakan busana dengan tren hyperfeminine ini. Nabila Ayu, staff J. Clothing Matos menerangkan, hyperfeminine mengusung konsep warna pastel, motif bunga, renda, atau pita yang lucu.

“Tren ini biasanya disukai oleh perempuan yang suka gaya manis dan anggun, tetapi tetap berkelas,” kata Nabila Ayu kepada Malang Posco Media, kemarin.

Tren hyperfeminine ini biasanya juga memanfaatkan aksesori yang lucu dan imut, seperti pita, bando, atau hijab yang juga berwarna pastel. J.Clothing sendiri menawarkan berbagai jenis pakaian bergaya feminine. Mulai dari atasan, tunik, hingga gaun yang bernuansa anggun.

“Untuk kemeja dan atasan bergaya hyperfeminine biasanya menggunakan kerah lucu seperti pita, harganya kisaran Rp 120 ribu hingga Rp 170 ribu,” tuturnya.

Yang paling diminati adalah busana gamis atau gaun satu set yang berbahan katun print. Motif geometri dipadukan dengan warna-warna pastel seperti lavender, merah muda, hijau sage, dan ice blue jadi incaran. Ada pula gamis yang memiliki aksen renda dan tali di bagian dada serta set yang sudah dilengkapi dengan sabuk dan aksesoris tambahan lainnya. Gamis tersebut dijual dengan harga variatif mulai Rp 220 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Yang paling diminati gamis printing satu set yang ada inner dan outer-nya juga, ada banyak pilihan warna yang mayoritas pastel,” tutur Nabila.

Mayoritas pengunjung biasanya mencari bahan yang dingin dan menyerap keringat, seperti bahan katun. Namun, ada pula yang lebih menyukai bahan yang ringan dengan model terbaru sesuai perkembangan mode busana.

“Biasanya kalau modelnya cocok, bahan apa saja biasanya tetap disukai,” tuturnya.

Sementara itu, tunik dan dress midi yang disediakan lebih banyak mengikuti gaya korean look yang mengadaptasi bahan rajut dan warna-warna musim semi. Harga yang ditawarkan mulai Rp 160 ribu hingga Rp 220 ribu. Pengunjung bisa memilih aneka pakaian dengan mode terbaru hingga yang bergaya simpel kasual dengan harga yang cukup miring.

“Di kami tidak hanya menyediakan pakaian tren untuk anak muda, tetapi juga banyak pilihan baju kasual untuk ibu-ibu juga,” pungkasnya. (mg1/aim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img