Saturday, August 30, 2025

Tuan Rumah ASEAN Culture Landscape, Wawali Kenalkan Potensi Wisata dan Budaya

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU- ASEAN Culture Landscape menjadi momentum bagi Kota Batu mengenalkan potensi wisata dan budaya yang dimiliki. Pasalnya agenda tersebut diikuti oleh tokoh penting di pendidikan tinggi hingga tamu luar negeri.

Sejumlah tokoh penting, antara lain Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Prof. Dr. Ir. Eko Handayanto, dan jajaran Wakil Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi, perwakilan Yayasan Bina Patria Nusantara Prof. Dody Wirawan Irawanto, Ketua Yayasan Kebudayaan Internasional (ICF) Korea, Chun Hong Duck, serta Anggota Kongres Nasional Korea ke-20 Ms. Jung Eun Hey.

Pemkot Batu diwakili oleh Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto berkesempatan untuk memperkenalkan potensi wisata sekaligus kearifan lokal kepada para tamu undangan. Dalam sambutannya Heli menyampaikan bahwa lanskap bukan sekadar rujukan fisik atau ekspresi seni, melainkan identitas kolektif dan penghubung antar generasi.

“Budaya dan lanskap membentuk siapa kita serta mengingatkan dari mana kita berasal. Organisasi, industrialisasi, dan disrupsi teknologi yang terus berlanjut berpengaruh terhadap warisan budaya. Inilah mengapa forum ICFI dan ASEAN Forum Academic menjadi sangat penting,” ujar Heli.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan komitmen Kota Batu untuk menjadi kota warisan budaya sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Visi Kota Batu yang maju, berdaya saing, dan sejahtera menempatkan pelestarian identitas budaya sebagai salah satu nilai utama pembangunan.

“Acara ini adalah peluang untuk memperkuat kerja sama regional sekaligus menjadi wadah saling memahami, belajar, dan membangun jejaring lintas negara. Kami juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momentum ini, tidak hanya sebagai ajang akademik, tetapi juga untuk menikmati keindahan dan keramahan Kota Batu,” papar Heli.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan potensi Kota Batu yang terdiri atas 19 desa dan 5 kelurahan dengan beragam destinasi wisata alam, termasuk kawasan penghasil sayuran hortikultura terbaik di Jawa, wisata air panas, hingga jalur pendakian gunung berapi.

“Salah satu desa bahkan memiliki jumlah sapi lebih banyak daripada warganya, sehingga dikenal dengan pengolahan susu segar dan pembuatan keju dengan pemandangan alam yang indah,” ungkapnya.

Sementara itu Dr. Erwin Ismu Wisnubroto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai kalangan akademisi dan praktisi lintas sektor. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata berupa produk batik khas Kota Batu yang akan dibawa ke Korea Selatan. (eri/udi)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img