spot_img
spot_img
Monday, April 15, 2024
spot_img
spot_img

UB Kukuhkan Empat Guru Besar, Bangun Masyarakat Berkeadaban, Gunakan Model Transformasi Sosial Profetik

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Rabu (21/2) hari ini, Universitas Brawijaya (UB) akan mengukuhkan empat profesor. Salah satunya, Prof. Dr. Ali Maksum., M.Ag., M.Si. Guru Besar bidang Ilmu Sosiologi. Ia mengangkat judul naskah pada pengukuhan profesornya yakni Model Transformasi Sosial Profetik Untuk Masyarakat Sipil Berkeadaban.

Pada pertemuan dengan media, Selasa (20/2) kemarin, ia menyampaikan bahwa model transformasi sosial profetik muncul sebagai respon atas kegelisahan kondisi sosial. Persoalan fragmentasi sosial, kesenjangan, konflik, dan krisis lingkungan hidup di basis akar rumput mendesak untuk ditemukannya solusi aktual dan implementatif.

Kejadian di akar rumput sejak lahirnya Reformasi dimulai dari kontestasi politik yang telah mempolarisasi masyarakat pada dimensi politik dan ekonomi. Selain itu kesenjangan ekonomi di Indonesia yang dilaporkan World Inequality Report pada tahun 2022 yang tidak berubah selama dua dekade terakhir.

“Respon atas persoalan tersebut hadir dalam gagasan model transformasi sosial profetik. Model transformasi ini beranjak dari refleksi kritis dan elaborasi konsepsi antara transformasi sosial dan nilai profetik,” katanya.

Unsur-unsur pembentuk model ini terdiri dari integrasi antara nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat sipil dan nilai-nilai profetik. Unsur-unsur tersebut dapat bekerja secara baik apabila didukung oleh pilar-pilar perubahan yang terdiri dari tiga elemen : struktur, kultur, dan agen pada dimensi sosial makro, meso, dan mikro. “Melalui model transformasi ini diharapkan terbangun relasi sosial masyarakat sipil yang berkeadaban,” ucap Prof Ali.

Dia menerangkan, kelebihan model transformasi sosial profetik terletak pada optimalisasi nilai moral dan spiritual, menggunakan pendekatan holistik, dan memerlukan kolaborasi masyarakat sipil dan negara. “Sedangkan kelemahannya terletak pada masih kuatnya konservatisme agama dan budaya, keberagaman isu masyarakat sipil, dan tidak setiap pemimpin maupun individu menerima nilai-nilai profetik,” terangnya.

Prol. Dr. Ali Maksum, M.Ag., M.Si. sebagai Profesor aktif ke 4 di Fakultas llmu Sosial dan llmu Politik (FlSlP) dan Profesor aktif ke 209 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 372 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya.

Selain itu, hari ini UB juga mengukuhkan tiga profesor. Yakni Prof. Dr. lr. Sitawati, M.S sebagai Profesor aktif ke 33 di Fakultas Pertanian (FP) dan Profesor aktif ke 208 di Universitas Brawijaya. Prof. Dr. lr. Nur Edy Suminarti, M.S. sebagai Profesor aKif ke 34 di Fakultas Pertanian (FP) dan Prof. Dr. Wuryan Andayani, S.E., Ak., M.Si. sebagai Profesor aktif ke 29 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). (imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img