spot_img
spot_img

Hari Ini Forum Lalin Bahas Usulan Warga

Uji Coba Satu Arah 13 Februari



MALANG POSCO MEDIA- Uji coba arus lalu lintas (lalin) satu arah di sepanjang Koridor Kayutangan dan sekitarnya tetap dilaksanakan. Setelah mundur dari jadwal, Senin (23/1) lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memastikan uji coba dilakukan
Senin (13/2) mendatang. (baca grafis)
Itu ditegaskan Kadishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra kepada Malang Posco Media, Selasa (24//1) kemarin. Persiapan dan berbagai pembahasan uji coba satu arah dibahas Rabu (25/1) hari ini. Yakni Rakor bersama Forum Lalu Lintas (Forum Lalin) Kota Malang.
“Dua pekan lalu kita sosialisasi nonstop. Terutama ke wilayah yang warganya menolak. Saya minta lurah-lurah hadirkan warga yang keberatan atau menolak. Kami bertemu pekan lalu,” jelas Jaya sapaan akrabnya.
Pertemuan dengan warga dilakukan khusus pada kawasan pemukiman yang paling banyak terpasang banner dan spanduk penolakan skema satu arah. Yakni di kawasan Jalan Semeru. Dari sosialisasi dan pertemuan itu, Jaya menyebut warga merasa tidak tahu siapa saja yang memasang banner dan spanduk penolakan tersebut.
Saat ditemui dalam sosialisasi, Jaya menyebut banyak saran dan permintaan warga. “Mereka sebenarnya tidak menolak. Malah mereka ini memberi masukan kepada kami. Kami koordinir, salah satunya ada beberapa permintaan m seperti diberi pelican crossing, garis kejut, zebra cross, hingga warning light,” jelas Jaya.
Masukan warga dibawa dalam rapat koordinasi Forum Lalin Kota Malang. Ia menyebut pihaknya bisa mengakomodir kebutuhan tersebut demi kelancaran uji coba skema satu arah.
Dishub Kota Malang juga memastikan agar kekhawatiran warga bahwa jalan kampung berpotensi menjadi jalan terobosan akan terminimalisir.
“Ada usulan salah satu di Jalan Arjuno itu. Di skema awal kan memang kita buat di sana nanti satu arah, tapi warga saat sosialisasi minta dibuat dua arah saja. Karena di sana ada beberapa sekolah. Ini akan dibahas. Bisa saja nanti berubah, kita jadikan dua arah saja di sana sesuai yang diminta warga,” tegas mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Malang ini.
Kemudian ada pula permintaan warga khususnya di Jl BS Riadi. Yakni dibuatkan garis kejut agar kendaraan melintas tidak melaju terlalu kencang karena dibuat satu arah.
Ia menambahkan nantinya sosialisasi yang akan dilakukan hingga akhir Januari 2023 ini juga akan mengubah konsep sebutan satu arah. Yakni menjadi pengaturan lalu lintas kawasan Kecamatan Klojen. Hal ini dilakukan karena masukan-masukan dari warga.
“Jadi ternyata ada kebingungan. Selama ini warga ternyata berpikiran bahwa skema satu arah yang akan dilakukan akan membuat seluruh kawasan di Kayutangan dan sekitarnya menjadi satu arah. Padahal tidaklah semua. Ini untuk memberi pemahaman lebih baik pada warga,” ungkapnya.
Sebelumnya selain memasifkan informasi atau pengumuman uji coba satu arah atau penataan lalin, Dishub dan perangkat daerah terkait menata median jalan. Juga infastruktur penunjang lainnya yang dibutuhkan.
“Insyallah di minggu kedua bulan Ferbruari. Tanggal 13 Februari lah uji cobanya,” jelas Jaya.
Meski optimis dapat berjalan lancar, gejolak penolakan masih ditunjukan warga. Khususnya kalangan sopir angkot. Rencanya mereka akan menggelar aksi atau unjuk rasa menolak uji coba satu arah di Kayutangan pada Jumat (27/1) nanti.
Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang Purwono Tjokro Darsono membenarkan adanya rencana aksi yang akan dilakukan Forum Persatuan Jalur Angkot Kota Malang itu.
“Karena memang teman-teman angkot tetap keberatan dengan satu arah ini,” jelas pria yang akrab disapa Ipung ini.
Menurut informasi yang ia dapat, rencana aksi ini akan digelar di depan Balai Kota Malang. Jumlah massa aksi yang dikerahkan sekitar 450 orang sopir dan armada angkot Kota Malang. Ipung mengatakan hal ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sopir angkot dan semoga mendapatkan solusi terbaik. (ica/van)

BERITA LAINNYA