spot_img
Monday, July 15, 2024
spot_img

UM Jadi Tuan Rumah, Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Peserta AUG 2024

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Universitas Negeri Malang (UM) tengah memaksimalkan mempersiapkan sebagai tuan rumah Asean University Games (AUG) 2024. Terutama fasilitas dan sarana prasarana (sarpras) yang sesuai dengan cabang olahraga yang digelar di UM. Kampus ini menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan tiga cabang olahraga, yakni beach volleyball, badminton dan archery.

Untuk standar ketiga cabang olahraga tersebut salah satunya yaitu persiapan fasilitas dan sarpras pelayanan kesehatan. UM mengadakan Pelatihan dan Koordinasi Pelayanan Kesehatan di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Laboratorium K3 dan Fisioterapi. Kegiatan tersebut dimulai pukul 07.30 hingga pukul 16.00 yang diikuti oleh 60 volunteer yang merupakan mahasiswa yang berasal dari program studi (prodi) di bidang kesehatan.

Wakil Koordinator Tim Kesehatan AUG, dr. Erianto Fanani, S.Ked., M.KKK. menyampaikan pembukaan volunteer hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari prodi di bidang kesehatan untuk efisiensi waktu pelatihan. “Dengan dipilihnya mahasiswa dari prodi Kedokteran, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan akan memudahkan kami selaku panitia untuk mempersiapkan tim kesehatan, karena setidaknya mahasiswa tersebut sudah memiliki ilmu dasar dalam bidang medis,” ujar dr. Erianto, Jumat (21/6).

Pada kegiatan pelatihan ini terdapat delapan materi yang ditempuh oleh peserta dengan mentor yang berbeda. “Dalam pelatihan dan koordinasi kesehatan diisi oleh mentor yang merupakan dosen dari Fakultas Kedokteran dan juga dokter dari Klinik Pratama UM,” ujar dr. Erianto.

Menurut Wakil Koordinator Tim Kesehatan AUG itu, materi yang akan diajarkan diantaranya yaitu Sistem Emergency Response Team (ERT), pertolongan pada pasien kejang, resusitasi jantung paru (RJP), heimlich maneuver, pertolongan pada korban pendarahan, cedera akut keolahragaan, fraktur dan dislokasi sendi dan evakuasi korban.

Proses pembelajaran pada pelatihan tersebut berlangsung di dua tempat yaitu di Laboratorium K3 dan Fisioterapi. “Untuk efisiensi waktu, konsep pelatihan ini menggunakan konsep moving class yang dibagi menjadi dua kelas dan dosen sebagai mentornya mengajarkan materi sesuai dengan bidangnya masing-masing berpindah dari satu kelas ke kelas lain,” jelas Erianto.

Kepala Laboratorium Kedokteran Fakultas Kedokteran (FK) itu juga menjelaskan bahwa dari 60 volunteer yang mengikuti pelatihan nanti akan dibagi menjadi 50 volunteer tim medis lapangan dan 10 volunteer tim doping. “Tim doping nantinya akan berkoordinasi dengan Indonesian Anti Doping Organization (IADO) untuk melakukan tes doping terhadap atlet yang terindikasi menggunakan doping,” pungkasnya. (imm/udi)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img