spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Universitas Ma Chung; Sinergi Kampus Internasional Atasi Food Waste

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Universitas Ma Chung menunjukkan keseriusannya menjadi kampus kelas dunia. Selain mahasiswa dari luar negeri, para dosen juga berkiprah di kegiatan internasional. Beberapa hari yang lalu perwakilan dari Universitas Ma Chung menghadiri kegiatan penting di Tampere, kota terbesar ketiga di Finlandia.

Perwakilan dari berbagai universitas internasional berkumpul di Ruang Paidia, bagian dari Nokia Arena, Tampere University, untuk membahas dan mengevaluasi program In2Food Project selama tiga tahun terakhir.

Universitas Ma Chung bersama Universitas Prasetya Mulia, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Bina Nusantara, dan Universitas Katolik Parahyangan menjadi perwakilan Indonesia bersama dengan tiga universitas eropa, yaitu Tampere University (Finlandia), Ghent University (Belgia), Hotelschool the Hague (Belanda).

Perwakilan dari Universitas Ma Chung terdiri dari Prof. Dr. Ir Stefanus Yufra Menahen Taneo selaku rektor, Mustika Tarra selaku Kantor Kerjasama dan Urusan Internasional dan Dr. Wawan Eko Yulianto selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. Mereka terlibat dalam In2Food Project dengan kapasitas berbeda-beda.

“Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya bersama mengurangi limbah makanan, yang menjadi fokus utama In2Food Project,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Wawan Eko Yulianto.

Dia menjelaskan, agenda utama pertemuan adalah penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan selama tiga tahun terakhir. Perwakilan universitas melakukan peninjauan menyeluruh terhadap program-program In2Food yang telah dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran tentang food waste.

In2Food Project adalah sebuah program yang didanai oleh Uni Eropa melalui hibah Erasmus dan dilaksanakan oleh konsorsium tujuh universitas. Program ini terdiri dari antara lain modernisasi mata kuliah di beberapa program studi, penyelenggaraan summer camp tentang limbah makanan di Bali, partisipasi dalam lomba food waste di Bandung dan Jakarta, pendirian pusat penelitian, dan sebuah program magister yang berfokus kepada upaya-upaya berkelanjutan, termasuk mengurangi limbah makanan.

“Salah satu bagian penting dari program yang didanai hibah Erasmus Plus ini adalah modernisasi kurikulum yang ada di Universitas Ma Chung untuk penumbuhan kesadaran penanganan sampah makanan yang salah satunya ada di Program Studi Sastra Inggris,” terang Wawan.

“Kami juga terlibat proses penjaringan dan seleksi mahasiswa yang ikut program Summer Camp di Bali tahun lalu dan kompetisi di Jakarta dan Bandung Agustus kemarin,” tambahnya.

Meski dihadapkan dengan cuaca dingin Tampere yang mencapai -5 derajat Celsius dan salju yang turun dengan intensitas tinggi, semangat perwakilan dari Universitas Ma Chung tetap membara. “Kedepannya, kami berharap bahwa meskipun event ini berakhir, semangat untuk mengurangi food waste tetap ada,” ucap Mustika Tarra, selaku Kantor Kerjasama dan Urusan Internasional.  (imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img