spot_img
spot_img
Sunday, April 14, 2024
spot_img
spot_img

Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang; Ajak Pelaku UMKM Belajar Komunikasi Efektif

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang (Unitri) menggelar seminar edukasi di Malang Creative Center (MCC), Selasa (27/2) lalu. Seminar ini bekerjasama dengan aplikasi PIJI atau pijiapp.com (PT. Meta Semesta Pariwara).

Kedua belah pihak tengah menjalin kerja sama dalam program studi independen 2023-2024. Unitri dan PIJI mengajak masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Kota Malang, untuk lebih melek komunikasi efektif.

“Agar lebih mudah menjangkau konsumen dalam memasarkan produk atau jasanya. Dan bisa bersaing di tengah industri digital. Semoga seminar kali ini bisa membawa manfaat dan menjadi ajang berdiskusi antara para pelaku UMKM dengan expert,” ujar Wakil Rektor III UNITRI, Dr. Erwin Ismu Wisnubroto,  S.P., M.Mphil.

Ada tiga pemateri dalam seminar ini. Yaitu Mohammad Raihan Ghany sebagai content creator dan entrepreneur Malang, Achmad Faris selaku anggota ekonomi kreatif Kota Malang, dan Cahaya Satya Andhyka selaku Chief Product Officer pijiapp.com.

Mohammad Raihan Ghani atau yang akrab dipanggil Gege menjelaskan bahwa dalam membuka sebuah bisnis harus menentukan target pasar. Semakin sempit target pasarnya, akan semakin bagus. Setelah itu baru membuat konten.

Gege menjelaskan bahwa konten yang bagus akan menarik konsumen untuk membeli produk yang dimiliki. Ia membuat analogi kupu-kupu dan taman bunga. Alih-alih mengejar kupu-kupu, lebih baik membuat taman bunga. “Daripada mengejar konsumen, mending kita buat konten dulu. Baru mereka akan tertarik membeli,” ujarnya.

Pemateri kedua, Achmad Faris menjelaskan tentang pentingnya pelaku usaha memahami perilaku konsumen. Faris mengenalkan tentang konsep tribe. Yaitu kelompok atau komunitas yang didasarkan kesamaan visi dan ketertarikan. “Kita hanya terpisah satu ibu jari dengan tribe kita, dan itu bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia mengajak peserta untuk mengenali tribe mereka masing-masing. Langkah selanjutnya adalah mengorganisir dan menghubungkan satu sama lain. Untuk kemudian memberikan manfaat dan value yang bisa ditawarkan. “Ketika Anda punya produk, orang satu komunitas itu langsung tahu dan berpotensi membeli,” terangnya.

CEO PIJI, Mutia Rachmi, dalam sambutannya berharap seminar edukasi ini bisa mempererat kerja sama yang sudah ada dan membuka peluang untuk kerja sama baru. Di akhir sesi tanya jawab, ia juga menyampaikan bahwa para peserta yang ingin mencoba merasakan manfaat dari aplikasi PIJI bisa menghubungi panitia untuk dibantu dalam prosesnya. (mg1/imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img