spot_img
Thursday, May 23, 2024
spot_img

Upaya Strategis Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Sukses 3rd ICON-LLCE Prodi PBSI FKIP UNISMA

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – International Conference Of Language, Literature, Culture On Education (ICON-LLCE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang kembali digelar. Konferensi Internasional Bahasa, Sastra, Budaya tentang Pendidikan ini digelar selama dua hari, dimulai Jumat (1/9) lalu.

Konferensi Internasional yang diinisiasi  oleh Prodi PBSI ini menghadirkan para pakar bahasa dari berbagai perguruan tinggi luar negeri. ICON-LLCE ketiga ini, mengangkat tema : Strengthening Bahasa Indonesia As An International Language Through Culture, Literature, and Language Diplomacy. Atau Penguatan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional melalui budaya, sastra, dan diplomasi bahasa.

Beberapa pembicara dan penyaji materi di konferensi tersebut, antara lain Rahmi Hartati Aoyama, Ph. D dari Northern Illinois University, United State of America, Prof. Dr. Hj. Luluk Sri Agus Prasetyoningsih, M.Pd, dari Unisma dan Prof. Dr. Ali Güzelyüz dari Istanbul University, Turki.

Sedangkan di hari kedua, ada Prof. Dr. Koh Young Hun dari Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul Korea, Prof. Kyoko Funada dari Profesor Emeritus Kanda University dan Prof. E. Aminudin Aziz, MA., Ph. D. dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa). Sedangkan pidato penutup disampaikan oleh Kepala Prodi PBSI Unisma Dr. Moh. Badrih, S.Pd., M.Pd.

Ketua Pelaksana ICON-LLCE 2023 Dr. Ari Ambarwati, M.Pd mengatakan, performa Bahasa Indonesia semakin menguat dan signifikan. Tidak hanya di level ASIA, tapi juga dunia. Maka perlu adanya kajian-kajian strategis yang membahas peran Bahasa Indonesia di level nasional maupun internasional.

“Kita gelar konferensi internasional ini dua tahun publikasi. Supaya ada waktu bagi pemakalah untuk mempublikasikan karyanya,” kata Ambar, sapaan akrabnya.

Sedikitnya ada 70 pemakalah yang ikut dalam konferensi ini. Termasuk dari BRIN. Ambar menyampaikan bahwa konferensi kali ini sangat strategis. Sebagai upaya untuk menjemput kongres Bahasa Indonesia ke-12 di Istana Negara, Oktober 2023 mendatang.

Dan Ambar menjadi salah satu pemakalah yang lolos dalam kongres tersebut. Dari ratusan makalah yang mengajukan hanya sekitar 30 makalah yang dinyatakan lolos.

“Konferensi ini mengingatkan kembali  bahwa bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum ilmiah maupun non ilmiah di Indonesia. Termasuk forum internasional berapapun peserta dari luar negeri yang hadir. Karena itu amanat undang undang,” tegasnya.

Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si mengapresiasi FKIP yang telah sukses menggelar konferensi internasional. Dia menilai pentingnya bahasa Indonesia sebagai perekat budaya dan peradaban. Ada lebih dari 1200 bahasa daerah di Indonesia. Keberadaan Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu di tengah keberagaman bahasa, suku, agama dan adat istiadat.

Dalam sambutannya, Prof Maskuri menyampaikan apresiasi kepada para partner yang menjadi bagian kerjasama Unisma. Dari kalangan para ahli maupun profesional yang ada di Korea, Turki, Jepang, Uzbekistan, Taiwan dan lain-lain. “Banyak perguruan tinggi di negara-negara itu yang memiliki Prodi Bahasa Indonesia. Artinya Bahasa Indonesia telah banyak diminati, baik di negara bekembang maupun maju,” terangnya.

Menurutnya, eksistensi Bahasa Indonesia tidak lepas dari peran para diplomat di berbagai negara di dunia yang menjadi promotor. Termasuk  warga negara Indonesia yang ada di luar negeri.

Peran Unisma untuk Internasionalisasi Bahasa Indonesia juga dilakukan di lingkungan kampus. Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menjadi bagian strategis dalam mengajarkan bahasa kepada hampir 500 mahasiswa asing yang kuliah di Unisma.

Kaprodi PBSI FKIP Unisma, Dr. Moh. Badrih, S.Pd., M.Pd, dalam sambutan penutupnya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam suksesnya kegiatan ini. Terutama bagi para narasumber yang telah berbagi pengalaman dan pengetahuannya.

“Tentu materi yang disampaikan menambah khazanah pengetahuan kita tentang isu Bahasa Indonesia secara global. Semoga menjadi motivasi dan inspirasi untuk mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia di lingkup nasional dan internasional,” ucapnya.

Sementara itu, Dekan FKIP Unisma Dr. Hasan Busri, M.Pd mengatakan konferensi internasional menjadi program rutin semua program studi di lingkungan FKIP.  Ini menjadi salah satu program internasional untuk mendukung Unisma menuju world class university di Tahun 2027 mendatang.

ICON-LLCE menjadi agenda PBSI FKIP Unisma sebagai wujud komitmen untuk mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia. Berbagai terobosan diplomasi juga dilakukan melalui bahasa, sastra dan budaya di kelas internasional. “Ini mendukung pemerintah dalam menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,” katanya.

Menurut Hasan, Bahasa Indonesia mempunyai modal besar untuk menjadi bahasa internasional. Apalagi saat ini penutur bahasa Indonesia di dunia sudah banyak. Jutaan bahkan milyaran. Ditambah lagi adanya kajian-kajian tentang bahasa Indonesia di tingkat internasional juga sudah mendunia. “Di Perguruan Tinggi besar luar negeri sudah ada Prodi Bahasa Indonesia. Modal itu yang menjadi dasar untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional,” pungkasnya. (adv/sir/imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img