spot_img
Thursday, February 22, 2024
spot_img

Warga Pujiharjo Dihantui Banjir Sungai Tundo

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Rasa was-was menyelimuti hati warga Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Terutama di musim penghujan ini. Ancaman banjir selalu menghantui. Warga khawatir, aliran Sungai Tundo yang ada di desa mereka kembali meluap, sehingga berdampak tidak baik bagi warga.

Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso mengatakan sejak banjir di akhir tahun 2022 lalu warga masih sangat trauma. Sekalipun tidak ada korban, namun banjir ini berdampak besar bagi perekonomian warga. “Ini yang sedang kami pikirkan. Kami khawatir aliran Sungai Tundo kembali meluap,” katanya.

Hendik, sapaannya tidak menampik jika sudah ada upaya untuk mengantisipasi terjadi banjir seperti tahun 2022 lalu. Yaitu melakukan normalisasi dengan pengerukan sedimen di Sungai Tundo. Normalisasi juga dilakukan di akhir tahun 2023 lalu. Masyarakat bergotong-royong melakukan pengerukan sedimen.

“Kami juga mendapatkan bantuan dari BPBD kabupaten Malang, bronjong untuk penguatan pembatas sungai kami mendapat bantuan dari Dinas PU SDA Kabupaten Malang,” katanya. Tapi normalisasi sungai belum sampai hilir. “Inilah yang membuat kami khawatir. Kalau yang hulu sudah semua. Sedimen berupa material batu dan pasir sudah diangkat,” ucapnya.

Hendik mengaku sudah menyampaikan hal ini ke Pemkab Malang dan berharap bantuan untuk normalisasi aliran sungai kembali. “Kami sudah buat surat ke Bupati Malang. Kami berharap, langkah nyata bisa cepat diwujudkan, yaitu pengerukan sungai,” katanya.

Hendik menjelaskan, bahwa sejatinya aliran Sungai Tundo ini menjadi tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur. Namun demikian, sejak banjir bandang akhir tahun 2022 lalu, belum ada penanganan serius dari BBWS.

“Mereka datang berkali-kali melakukan survei. Tapi faktanya tidak pernah ada pekerjaan yang dilakukan,” ungkapnya. Hendik mengatakan saat kejadian banjir yang datang hanya bantuan sembako. Sementara untuk penanganan normalisasi sungai tidak ada. ‘Kami akan kembali mengusulkan normalisasi kepada BBWS melalui Gubernur Jatim,” tutupnya. (ira/mar)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img