spot_img
Monday, June 17, 2024
spot_img

Waspada Kekeringan Sembilan Kecamatan

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG- Meski belum menunjukkan tanda-tanda dampak serius dari fenomena El-Nino berupa kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang tetap mewaspadai potensi dampak kekeringan. Sembilan kecamatan dipetakan menjadi titik yang diwaspadai.

Menurut kajian yang dilakukan BPBD, potensi peningkatan suhu dan kekeringan diwaspadai di 18 desa di sembilan kecamatan. Belasan desa tersebut kerap jadi langganan kekeringan, meskipun, dalam dua tahun belakangan tidak terjadi.

“Di tahun 2017 dan 2019, menurut pengalaman kami pedomani hingga kini kemungkinan daerah yang rawan kekeringan tidak jauh beda. Meski tidak semua mengalami kekeringan tapi tetap menjadi perhatian,” Kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, kemarin.

Yang menjadi perhatian khusus, diantaranya wilayah Kecamatan Donomulyo, Gedangan, Sumbermanjing Wetan, Pagak, Kalipare, dan Lawang. Ia menambahkan, BNPB juga telah mengimbau kepada masyarakat untuk waspada ketika memasuki musim kemarau. Bahkan, pada bulan Mei, pihaknya menetapkan status darurat bencana kekeringan.

“Berdasarkan pengalaman BPBD, terkahir pada 2019 bencana kekeringan biasa terjadi masuk bulan Agustus dan September. Puncaknya bisa di Oktober dan November,” beber Sadono. Untuk menghadapi bencana tersebut, BPBD menyiapkan peralatan dan kendaraan tangki air bersih. “Kalau tidak mencukupi, kami koordinasi dengan PMI dan PDAM,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi peluang fenomena El Nino pada semester II 2023. Upaya antisipasi serta imbauan juga dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP). Salah satunya melalui perawatan saluran Irigasi. (tyo/mar)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img