spot_img
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Wayang Kulit Dipentaskan di Gedung DPRD Kota Malang, Tekankan Kelestarian Budaya dan Regenerasi

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, KOTA MALANG-Lakon Gatotkaca Jago dipentaskan apik dalam Pagelaran wayang kulit di Gedung DPRD Kota Malang, Sabtu malam (2/9). Diiringi gamelan dan sinden, pembawaan cerita wayang dibawakan oleh seorang dalang cilik. Agenda hiburan akhir pekan masyarakat Kota Malang itu ditujukan untuk memberikan ruang bagi regenerasi seni budaya Kota Malang.

- Advertisement -

Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menjelaskan, agenda tersebut bekerjasama dengan seniman dan pelaku-pelaku pelestari budaya Kota Malang. Dimana gedung DPRD Kota Malang dijadikan “panggung” wayangannya. Bagi Made, kemunculan dalamg cilik menjadi warga baru sekaligus pertanda baik regenerasi budaya.

“Kita beri ruang ekspresi untuk tampil. Dalang cilik kali ini dari SMPN 4 Malang. Dimana dalang muda ini menjadi upaya regenerasi, sekaligus upaya pelestarian budaya,” kata Made, Sabtu (2/9).

Pementasan oleh dalang muda dinilainya meneberikan keunikan tersendiri. Selain masih bugar dan enerjik, dalang cilik juga membawakan dengan guyonan baru yang mengikuti perkembangan zaman.

“Kelemahan kita kan selama ini budaya tidak mengikuti iringan perkembangan zaman. Akan sulot bersaing. Dengan pembawaan dalang ciling mampu membawa sesuatu yang segar dan menarik bagi siapa saja,” jelas Politisi PDIP itu.

Sedangkan Lakon Gatotkaca Jago kata Made, sebagai bentuk motivasi bagi penonton dari generasi ke generasi. Utamanya anak muda. Sebab, Gatotkaca dianggap sebagai teladan yang bisa dicontoh.

“Dimana Gatotkaca sebagai anak dari Bima yang punya kekuatan lebih bisa menguasai darat dan udara juga. Seperti halnya adaptasi generasi sekarang ini yang tidak hanya bergelut di dunia nyata, tapi juga media sosial dan mengikuti perkembangan teknologi,” papar Made.

Made memaparkan, keberadaan dalang muda di Malang sudah mulai berkembang. Mulai dari sekolah menengah diadakan kegiatan wayang, hingga perguruan tinggi yang mempunyai kelas wayang. Salah satunya di Universitas Tribuwana Tunggadewi Malang yang mewadahi dan memberi pelatihan. Made mengapresiasi hal tersebut.

“Mari masyarakat bisa menikmati seni budaya. Bagian dari pelestarian, kalau bukan kita yang merawat siapa lagi?. Kita terus lakukan usaha sekecil apapun,” tandasnya.(tyo/jon)

- Advertisement - Pengumuman
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img