spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali Setelah Kebakaran

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) telah mengambil keputusan untuk mengizinkan kunjungan wisata kembali ke kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur, setelah mengalami kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu yang lalu.

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, yang berbasis di Kota Malang, mengonfirmasi pada hari Senin (18/9) bahwa langkah ini diambil setelah berhasilnya upaya pemadaman kebakaran dan dipastikan bahwa kawasan tersebut sekarang dalam keadaan aman untuk dikunjungi.

“Kunjungan wisatawan dibuka mulai Selasa, 19 September 2023, pukul 00.01 WIB,” kata Septi.

Septi menegaskan bahwa pembukaan akses wisata ke Gunung Bromo akan berlaku di empat pintu masuk, yaitu Coban Trisula di Kabupaten Malang, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo, dan Senduro di Kabupaten Lumajang.

Menurutnya, bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Bromo, karcis masuk kawasan taman nasional dan sekitarnya hanya dapat dilakukan melalui tautan http://bookingbromo.bromotenggersemeru.org dan tidak ada pembelian langsung di pintu masuk.

“Tidak ada pembelian karcis Bromo secara offline di seluruh pintu masuk, kecuali sistem booking online sedang bermasalah,” katanya.

Sementara itu untuk pengunjung yang sebelumnya telah melakukan pembelian karcis melalui sistem booking online pada 7-18 September 2023, bisa mengajukan penjadwalan ulang melalui tautan http://bit.ly/reschedulebromo092023.

Kunjungan wisata ke kawasan Ranu Regulo dan Ranu Darungan juga telah dibuka untuk pengunjung. Untuk kunjungan pada titik tersebut, pembelian karcis bisa dilakukan langsung di pintu masuk kawasan.

“Untuk pendakian Gunung Semeru, masih ditutup karena tingkat aktivitas kegunungapian masih berada pada level III atau siaga,” tambahnya.

Ia menegaskan, para calon pengunjung dan pelaku jasa wisata yang akan beraktivitas di kawasan taman nasional tersebut wajib mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di dalam kawasan, mengingat saat ini masih dalam masa waspada bahaya kebakaran.

Para pengunjung dan seluruh masyarakat yang beraktivitas di dalam kawasan, dilarang membawa peralatan yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan seperti kembang api, petasan, flare atau suar, termasuk membuat api unggun atau perapian.

Kawasan wisata Bromo ditutup sejak 6-18 September 2023 akibat kebakaran yang terjadi pada Rabu (6/9) karena ulah pengunjung yang menggunakan flare atau suar untuk kepentingan pengambilan gambar. Sejak saat itu, akses wisata kawasan Bromo ditutup untuk wisatawan dan kebakaran baru padam pada 15 September 2023.

Akibat sejumlah rangkaian peristiwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut, areal seluas 504 hektare dilaporkan mengalami kerusakan. Mayoritas area yang rusak merupakan kawasan savana.(ntr/mpm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img