spot_img
spot_img

Yakinkan FIFA Agar Tak Disanksi

MALANG POSCO MEDIA- Perwakilan federasi sepak bola internasional (FIFA) dan AFC segera datang ke Indonesia. Hal itu berkaitan dengan Tragedi Kanjuruhan.

Anggota EXCO PSSI yang juga Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh menuturkan komunikasi telah dilakukan federasi dengan FIFA dan AFC terkait kerusuhan di Stadion Kanjuruhan serta penyebabnya. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi salah informasi mengenai kejadian tersebut.

Menurutnya dalam komunikasi tersebut PSSI menjelaskan bukan pemerintah Indonesia yang sengaja melanggar aturan FIFA terkait gas air mata. PSSI menyebut oknum untuk menggambarkan aparat yang menembakkan gas air mata ke tribun.

“Ini bukan perbuatan pemerintah, hanya oknum saja yang salah. Sehingga dengan cepat responsif, cepat mengambil tindakan. Itu saya kira positif untuk kita di FIFA ke depan,” ucap Riyadh.

FIFA pun telah menerima informasi tersebut. Mereka memberikan dukungan untuk Indonesia, termasuk para korban yang bahkan sudah disampaikan beberapa saat setelah kejadian.

Selanjutnya, dikatakan Riyadh, bila perwakilan AFC dan FIFA akan datang ke Indonesia. Untuk tanggal pastinya, masih dikomunikasikan dengan  liason officer (LO). Namun diakuinya dalam waktu dekat.

“Nanti ada kunjungan dari FIFA. Dari AFC sudah komunikasi dengan kita, bahwa FIFA mendukung, bahwa yang paling penting bagi kita FIFA akan melihat bagaimana pemerintah menyikapi ini,” tambahnya.

Berita Lainnya:  Zhizaa Gelar Konser Amal ‘Together We Rise’

Imbas Tragedi Kanjuruhan memang menyita perhatian dunia. Termasuk FIFA. Banyak pihak khawatir bakal ada sanksi atau banned. Namun, Riyadh meyakinkan bila FIFA pasti melihat secara menyeluruh ketika datang langsung ke Indonesia.

Bukan sekadar adanya gas air mata, yang menjadi salah satu penyebab jatuhnya banyak korban. Menurut Riyadh, petugas keamanan yang bertugas di Stadion Kanjuruhan sudah mengetahui aturan FIFA soal gas air mata. Namun petugas, polisi khususnya tetap membawa gas air mata karena punya aturan kerja sendiri dalam hal pengendalian masa.

“Ini kan bukan kebijakan pemerintah melanggar kebijakan FIFA mengenai aturan larangan penggunaan gas air mata di dalam stadion. Ini hanya oknum saja yang salah,” tegas dia.

Menurut dia, federasi yakin penanganan yang dilakukan federasi dan pihak terkait akan mendapat penilaian positif dari FIFA. Dengan begitu sanksi tak akan dijatuhkan untuk Indonesia.

“Pemerintah pun sudah meresponsnya dengan positif, semoga diapresiasi FIFA,” tandas Riyadh.

Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bertemu langsung dengan Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Gianni Infantino, Rabu (5/10) kemarin. Selain membahas soal tragedi di Stadion Kanjuruhan, Erick dan Infantino juga melakukan pembicaraan soal dukungan FIFA terhadap perkembangan sepak bola di Indonesia.

Berita Lainnya:  Sistem Bubble, Siap Hadapi Jadwal Padat

Selain itu, Erick juga secara khusus menyampaikan salam dan surat khusus dari Presiden Joko Widodo kepada Infantino. ”Dalam kesempatan ini, saya juga menyampaikan salam dan surat khusus dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino,” ujar Erick

Dalam kesempatan tersebut, Infantino turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas tragedi tersebut, terutama untuk keluarga korban. Selain itu, Erick juga membahas berbagai kemungkinan kerja sama guna meningkatkan kualitas sepak bola di Tanah Air.

Sepak bola, ujar Erick, merupakan olahraga yang paling populer di Indonesia. Perkembangan sepak bola Indonesia pun dinilai terus meningkat. Pun dengan potensi besar yang dimiliki dari sepak bola Indonesia.

”Kemudian, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi yang konstan, potensi pasar yang begitu besar, dan kondisi sosial politik yang cenderung stabil yang ada di Indonesia, organisasi sepak bola internasional itu siap memberikan dukungan maksimal kepada Indonesia,” ujar Erick. (ley/van)



BERITA LAINNYA

Aremania Tolak Hasil Autopsi

Butuh Banyak Perbaikan!

Liga 1 Dilanjutkan 2 Desember

Tetap Kencang Usut Tuntas!