spot_img
spot_img

Yatim Piatu, Alfiansyah Diangkat Anak Asuh Polresta Malang Kota

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Nasib putra korban tragedi Kanjuruhan, Muhammad Yulianton, 40 dan Devi Ratnasari, 30, kini menjadi atensi Polri. Hal tersebut usai buah hati korban yang selamat dari tragedi, Muhammad Alfiansyah dibesuk oleh Kadiv Humas Polri, Kapolda Jatim dan Kapolresta Malang Kota, Selasa (4/10) kemarin.

Rombongan tersebut mendatangi rumah duka di Jalan Bareng Raya 2G RT 14 RW 8 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen. Rombongan dipimpin oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta yang diikuti oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo dan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto.

Rombongan tersebut secara langsung, memberikan bantuan tali asih serta semangat secara moral kepada Muhammad Alfiansyah. Yatim piatu yang kini usianya baru menginjak 11 tahun itu, terpaksa menjalani kehidupan tanpa kehadiran kedua orangtuanya.

Berita Lainnya:  Tetap Kencang Usut Tuntas!

“Kami turut berduka cita terhadap musibah tragedi Stadion Kanjuruhan. Semoga seluruh korban, meninggal dalam kondisu husnul khatimah. Dan kami juga menyampaikan permohonan maaf terkait adanya insiden ini,” ungkap Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto.

Dalam kesempatan ini ia mengungkapkan bahwa, Polresta Malang Kota secara resmi mengangkat Alfiansyah sebagai anak asuh. Apalagi usai mendengar bahwa Alfiansyah ingin menjadi seorang polisi di masa depan nanti. Sehingga sejak dini, pihaknya akan membantu Alfian untuk menata fisik dan menyiapkan seluruh kebutuhan seleksi masuk Polri nantinya.

Berita Lainnya:  Di Jalan Ijen, Aremania Suguhkan Aksi Teatrikal

“Untuk biaya sekolah adik Alfian akan ditanggung sepenuhnya oleh Polresta Malang Kota. Mulai sejak kelas 5 SD hingga hingga kelas 12 SMA. Dan kami telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Bank Jatim termasuk untuk biaya kehidupan sehari-hari,” ujar pria yang akrab disapa Buher itu.

Selain ke kediaman Alfian, rombongan juga mendatangi korban lain bernama Enggar yang tidak jauh dari tempat rumah duka.  “Memang bantuan yang diberikan ini tidak bisa mengembalikan nyawa, tetapi kami hadir untuk sedikit membantu dan mewujudkan empati kami kepada para korban,” tandasnya. (rex/bua)



BERITA LAINNYA