Saturday, August 30, 2025

Zulham Ahkmad Mubarrok; Dulunya Hacker, Kini Wakil Rakyat

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Zulham Ahkmad Mubarrok terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang dari PDI Perjuangan cakap dalam bidang informasi dan teknologi (IT). Zulham pernah menjadi penasihat Surabaya Black Hat (SBH). Anggotanya kebanyakan dari mereka yang belajar mengenai teknologi informasi.

 Dikatakan Zulham, bila anggotanya pernah dibekuk oleh FBI atau badan intelijen Amerika Serikat karena melakukan peretasan pada taun 2018, lalu.

“Tiga tersangka yang diproses FBI itu anggota saya. Memang salah satu dari mereka merupakan remaja Black Hat yang potensinya besar,” ceritanya, Senin (8/7) malam.

Para anggota SBH memiliki potensi yang besar dalam bidang IT. Hanya saja, kata Zulham, negara tidak mampu menghadirkan pekerjaan sesuai bidangnya. “Kalau sistem di luar negeri itu, hacker diperioritaskan sebagai teknisi untuk membantu jalannya pemerintah,” tambah pria berusia 40 tahun tersebut.

’’Saya sendiri lebih suka disebut technopreneur. Seorang entrepreneur di bidang teknologi,” sambung pria yang mengawali karier profesional sebagai jurnalis Harian Jawa Pos sejak April 2007-Mei 2013, tersebut.

 Zulham dipercaya oleh masyarakat duduk di kursi DPRD Kabupaten Malang melalui daerah pemilihan (Dapil) II. Meliputi Kecamatan Dampit, Ampelgading, Turen dan Tirtoyudo. Alumnus Pasca Sarjana Universitas Brawijaya tersebut menekankan pada sektor ekonomi kreatif, khususnya ditunjukan pada generasi milenial.

Sejak pandemi Covid-19 lalu, Zulham membangkitkan ekonomi berbasis desa. Kemudian dibentuk jejaring milenial pelaku usaha sektor ekonomi kreatif. Ini disebut gerakan kemandirian milenial. Gerakan ini diinisiasi oleh 500 pemuda dari seluruh desa di Kabupaten Malang.

 “Waktu itu pandemi sedang PPKM. Tapi saya keliling belusukan ke desa-desa sambil bagi masker dan hand sanitizer. Saya datangi pemuda. Akhirnya baru tiga bulan mengumpulkan para pemuda tersebut,” kenang anggota FKUB Indonesia, tersebut.

 Dipaparkan Zulham, bila kemandirian milenial terdapat beberapa subsector ekonomi yang difokuskan. Yaitu kuliner, fashion, kriya, TV, dan radio. Sejalan dengan kemampuan dalam bidang IT, subsector lainnya juga applikasi dan games developer dan masih ada beberapa lainnya.

 “Potensi ekonomi kreatif minimal satu desa satu pemuda kreatif. Dengan berjejaring dengan pemuda di desa lainnya, maka tercipta pasar baru dan support sistem antar pemuda,” pungkas inisiator dan koordinator NU Polri Cyber Troops Kabupaten Malang tahun 217-2019, tersebut. (den/jon)

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img