spot_img
Wednesday, April 17, 2024
spot_img

Banyak Investor Lirik TPA Supit Urang

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dibalik menumpuknya sampah di Kota Malang, khususnya di TPA Supit Urang, ternyata sudah banyak menarik perhatian para investor. Yakni untuk mengelola sampah menjadi suatu produk persampahan tertentu. Ada solusi dari persoalan sampah yang bisa diubah menjadi peluang pendapatan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Noer Rahman Wijaya mengungkapkan beberapa waktu kemarin, sudah banyak investor atau pihak ketiga yang sudah berkomunikasi dan menyampaikan kesiapannya untuk pengelolaan sampah di TPA Supit Urang. Banyak pihak ketiga tertarik melakukan pengelolaan sampah karena secara kapasitas sudah memenuhi kriteria.

“Peluangnya besar sekali. Kapasitas yang diminta sudah sesuai dengan kapasitas di Kota Malang. Di daerah tertentu lainnya tidak dilirik karena kapasitasnya kurang. Malang dilirik karena kapasitasnya besar,” ungkap Rahman kepada Malang Posco Media.

Beberapa investor, bahkan sudah berdiskusi dengan pihaknya terkait sistem dan imbal balik yang harus dilakukan. Sistem dan kerjasamanya pun sangat beragam. Menurut Rahman, pengelolaan sampah seperti ini sebenarnya juga sudah dilakukan di beberapa daerah lainnya. Seperti di Bekasi maupun di Bali. Semuanya menggunakan kerjasama pihak ketiga untuk mengelola sampah yang tentunya saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Di Bali sudah diterapkan, Bekasi juga sudah menggunakan pihak ketiga sebagai bentuk kerjasama penda sehingga saling menguntungkan. Bayangkan saja di Denpasar itu 400 ton (sampah) per hari. Kita sekarang sudah 700 ton (sampah per hari). Di Denpasar itu tidak ada TPA, tapi diolah habis. Ada kerjasama yang dilakukan oleh Pemda di sana dengan pihak ketiga,” sebut Rahman mencontohkan.

Namun demikian, Rahman mengakui, hingga sampai saat ini, pihaknya belum bisa mengakomodir penawaran dari para investor yang sudah melirik potensi pengelolaan sampah di TPA Supit Urang. Pasalnya, saat ini belum ada regulasi yang menaunginya. Oleh karena itu, pihaknya kini tengah mengupayakan adanya regulasi agar kedepannya bisa berjalan lancar sesuai aturan.

“Secara regulasi harus ada dasar ketetapan bagaimana kerjasama saling menguntungkan.

Secara regulasi tentu ada step bagaimana kerjasama itu sehingga menguntungkan dan secara aturan benar. Mudah-mudahan di tahun ini sudah ada inovasi baru terkait pengolahan persampahan,” harap Rahman. (ian/aim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img