spot_img
Monday, April 15, 2024
spot_img

Bersaing Ketat untuk Masuk Sekolah Berkualitas di Portugal

Berita Lainnya

Berita Terbaru

ENAK ya sekolah di Portugal, bisa lulus lebih cepet nih. Anak umur 7 tahun sudah masuk kelas 3 SD, jadi serasa akselerasi di level sekolah dasar. Kalau pulang Indonesia jadi paling pinter sendiri doong kalau ngikutin standar kurikulum Indonesia. Terus nanti kalau pulang Indonesia jadi kelas berapa? Bisa langsung masuk SMP dong dengan usia dini. Kira-kira begitu pertanyaan dari beberapa kawan pembaca terkait artikel perbedaan jenjang sekolah di Indonesia dan Portugal. Padahal sebenarnya umurnya sama lho kawan pembaca nanti kalau sama-sama masuk kuliah. Lhoo kok bisa??

Sistem pendidikan di Portugal dibagi menjadi 4 tahapan. Pre-school education (3-6 tahun), Primary education (6-15 tahun), Secondary Education (15-18 tahun), dan Higher education (18 tahun ke atas). Wajib belajar untuk anak-anak Portugis yaitu pada umur 6 sampai 18 tahun. Setelah itu, anak bisa melanjutkan ke jenjang  universitas atau mencari pekerjaan.

Sedangkan anak umur dibawah 3 tahun bisa masuk ke day care/tempat penitipan anak/Nursery (Creche). Banyak pasangan orang tua yang sama-sama bekerja. Sehingga solusinya adalah menitipkan anaknya ke day care. Sejak dari umur 3 bulan pun bisa karena cuti melahirkan biasanya selama 3 bulan. Bisa mengambil perpanjangan cuti 3 bulan lagi namun sesuai dengan regulasi masing-masing perusahaan. Hampir semua nursery di Portugal adalah swasta, sehingga orang tua harus membayar biaya bulanan.

Zirco saat pentas bermain piano di sekolah.

Indonesia juga memiliki jenjang pendidikan yang serupa. Ada 6 level tingkat pendidikan. Pre-school playgroup (3-5 tahun), Kindergarten/taman  kanak-kanak (4-6 tahun), Primary school / SD (6-12 tahun), Middle school / SMP (12 – 15 tahun), High school / SMA / SMK (16-18 tahun), dan Posct  Secondary education / kuliah (18 tahun ke atas). Wajib belajar di Indonesia dari umur 6-18 tahun. Dimana sama seperti regulasi pendidikan di Portugal.

Banyak juga anak-anak dibawah umur 3 tahun juga sudah mulai sekolah bayi. Entah itu day care, belajar di sekolah yang  Cuma beberapa jam atau memang beneran sudah sekolah. Sekolah private sudah semakin banyak menawarkan pendidikan untuk usia dini. Pembelajaran secara montesori, bermain dan menggunakan aktifitas sehari-hari sebagai pembelajaran di sekolah.

Sekolah negeri dan swasta di Portugal memiliki jam sekolah yang sama. Dari jam 09.00 – 15.00. Ya,  mereka semua menerapkan waktu fullday sejak umur 3 tahun. Disana sudah ada pelajaran makan dan tidur siang bersama. Sekolah publik rata-rata 20-25 siswa per kelas. Sedangkan sekolah private hanya 10-15 siswa per kelas. Hal ini menyebabkan sangat ketatnya persaingan untuk masuk sekolah. Bisa harus booking tempat saat anak masih bayi.

Untuk harganya, sekolah public gratis tis, orang tua hanya dibebani biayamakan (snack dan lunch) dan sedikit tambahan biaya untuk kegiatan field trip. Sedangkan sekolah private bayar sekitar 300 – 600 Euro (Rp. 5.000.000 – 10.000.000) per bulan. Itu diluar biaya makan, seragam, dan juga buku. Harga diatas kisaran untuk semua jenjang pendidikan.

Primary School di Portugal dibedakan menjadi 3 level. First cycle / Primeiro ciclo (Grade 1 – 4), Second cycle / Segundo ciclo (Grade 5 – 6), dan Third cycle / Terceiro ciclo (Grade 7 – 9). Grade 1 artinya untuk siswa umur 6 tahun. Mata Pelajaran wajib yaitu Portugis, math, science, sejarah, geografi, dan English. Untuk jenjang Grade 7, siswa boleh memilih bahasa asing lainnya seperti Perancis atau Spanyol. Seleksi pemilihan siswa di jenjang Primary berdasarkan tempat tinggal. Mereka memprioritaskan murid yang memiliki lokasi dengan jarak terdekat.  Sehingga biasanya saat pendaftaran anak diminta bukti. Alamat tempat tinggal. Nah ini yang menyebabkan mengapa persaingan ketat untuk sekolah public school dengan kualitas baik.

DoubleZ nyaman bersekolah di Portugal.

Setelah lulus dari primary, siswa melanjutkan sekolah di  tahap secondary education. Grade 10, 11, dan 12. Biasanya dalam satu sekolah sudah mencover seluruh jenjang, jadi tidak sibuk pindah sekolah lagi. Itu salah satu yang menyebabkan kuota selalu penuh disemua jenjang karena jarang ada murid pindah. Anak expat atau perantauan atau pendatang seperti Zirco akan sudah mendapatkan spot di sekolah public school. Jadi mulai pahamkan kenapa Zirco kecil kemungkinan sekolah di public school.

Jenjang SMA di Indonesia terdiridarikelas IPA, IPS, dan Bahasa. Murid memilih keahlian tersebut sesuai dengan nilai rapor dan minat. Begituhalnyadengan level Secondary Education di Portugal. Ada berbagai jurusan atau keahlian yang bias dipilih oleh murid. Mata Pelajaran utama yaitu Portugis, filosofi, olahraga, dan bahasa asing. Sisanya disesuaikan sama dengan jurusan yang mereka  pilih. Keahlian Vocational (CursosProfissionais) meliputi bidang IT, design, atau hospitality. Keahilian Science-Humanities (CursosCientifico-Humanisticos) meliputiScience, Visual Art, dan Humanities. Sedangkan keahlian ketiga adalah Artistic (CursosArtisticosEspecializados). Mereka telah memilki  rencana jangka panjang ingin bekerja di bidang apa, sehingga perlu menyesuaikan bidang keahlian di secondary. Siswa yang saat secondary memilih hospitality, tapi saat kuliah mendadak ingin ambil design maka kemungkinan kecil diterima.

Jam sekolah untuk jenjang Secondary juga sudah seperti anak kuliah. Bisa saja tidak ada Pelajaran setiap hari. Atau bahkan pulang siang hari tidak perlu sampai sore. Ada sistem SKS seperti anak kuliahan yang harus dituntaskan. Termasuk ada ujian kelulusan juga di setiap grade. Kalau ada pelajaran yang belum lulus maka wajib diulang kembali. Setelah dinyatakan semua grade lulus maka bisa melanjutkan ketahap universitas. Kalau tidak ingin kuliah bisa melanjutkan kependidikan akademi seperti ingin jadi polisi, militer, dsb. Atau memilih langsung mencari pekerjaan. Yang penting telah wajib sekolah sampai umur 18 tahun.

Zygmund banyak kegiatan bermain di sekolah.

Ternyata Indonesia dan Portugal memiliki wajib belajar yang sama ya meskipun memiliki kurikulum yang berbeda. Tidak ada sekolah yang lebih cepat atau terlihat seperti akselerasi. Tapi jujur buat shock culture juga kawanpembaca. Zirco yang masih berumur 7  tahun sekarang sudah mendapat pembelajaran matematika perkalian dan pembagian.  Bukan hanya menghapal perkalian tabel 1 – 10. Melainkan sudah perkalian puluhan seperti 84 x 4. Pembagian pun juga sama, sudah mulai menggunakan porogapit dengan hasil pembagian pas atau punsisa. Masya Allah.

Semangat para bunda hebat dimanapun kalian berada. Selain memiliki kesibukan yang tiada henti, juga ada kesibukan tambahan belajar mengulang materi SD. Hahaha. Mau jadi tipe mama garang dan perfeksionis, boleeeeh. Mau jadi tipe serius tapi santai, boleeeeh. Mau jadi tipe suka kasih reward atau hukuman, boleeeeh. Suka-sukalah ya pokoknya. Yang penting kehidupan para mama tetep bahagia dan waras kapanpun dan dimanapun. In case no one has told you today, You are a GREAT MOTHER. (OPP/MPP)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img