spot_img
Thursday, June 20, 2024
spot_img

EDITORIAL; Save Bromo!

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA – Pasca padamnya kebakaran yang melanda sejak 6 September 2023 lalu, Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dibuka kembali sejak, Selasa (19/9) kemarin. Kebijakan membuka kembali akses wisata ini karena Balai Besar TNBTS menegaskan kebakaran sudah padam dan proses penanganan sudah tahap akhir.

Kunjungan wisata di kawasan TNBTS dibuka lewat empat pintu masuk. Yakni pintu masuk Coban Trisula Kabupaten Malang, Wonokitri Kabupaten Pasuruan, Cemorolawang Kabupaten Probolinggo dan Senduro Kabupaten Lumajang.

Pembelian karcis masuk Kawasan Bromo.

Sebelumnya semua pintu masuk ditutup total akibat kebakaran. Dampaknya pelaku wisata dan wisatawan gagal berwisata ke Bromo. Bahkan beberapa agen wisata harus mengembalikan uang kepada wisatawan yang sudah membooking sebelumnya.

Kebakaran yang melahap ratusan heketare Savana atau Bukit Teletubbies menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dan para stakeholder. Bahwa siapa pun punya tanggungjawab menjaga dan merawat kawasan wisata dan hutan yang rawan terbakar. Sosialisasi kepada pengunjung ini harus terus digaungkan.

BB TNBTS juga harus menerapkan aturan baru atau memperketat terkait dengan pengunjung wisata, termasuk untuk kegiatan-kegiatan pengambilan gambar yang bersifat komersial. Baik itu untuk acara prewedding, pembuatan film atau entertainment lainnya.

Aturan itu tentu menyangkut perizinan penyelenggaraan pengambilan gambar dan sejenisnya. Termasuk larangan-larangan yang tidak diperkenankan bagi pengunjung dan kegiatan-kegiatan terkait. Larangan-larangan ini perlu dibuat secara tertulis dan diletakkan di beberapa titik kawasan wisata.

Bukan hanya memperketat aturan saja, BB TNBTS juga perlu menambah petugas khusus yang bertugas mengawal dan memantau pengunjung wisata. Karena luasnya areal wisata sangat memungkinkan terjadinya pelanggaran bila tidak terpantau secara detail.

Paling tidak, ada petugas khusus yang standby di spot-spot yang sering dijadikan titik kunjungan wisatawan untuk berfoto. Keberadaan petugas ini penting untuk memastikan keamanan pengunjung dan tempat wisata. Bila ada petugas yang selalu memantau dan mengawasi, maka bila terjadi pelanggaran segera diketahui, bahkan bisa dicegah lebih dini.

Terkait pengamanan ini, BB TNBTS bisa sinergi dengan stakeholder terkait. Baik itu petugas kepolisian, warga di kawasan wisata serta pelaku usaha. Sinergi ini penting dilakukan karena semua pihak sangat berkepentingan bagi terus hidup dan berkembangnya wisata TNBTS ini ke depannya.

Dan bagi pengunjung, kebakaran hebat Bromo awal September lalu harus menjadi pelajaran berharga bagi semuanya. Jangan pernah melakukan hal bodoh sekecil apapun yang bisa membahayakan kelestarian wisata super eksotis di Indonesia ini. Apalagi sengaja merusaknya dengan membakar atau menyalakan api yang bisa menghanguskan ekosistem yang sudah tumbuh subur dan alami. Save Bromo! (*)   

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img