spot_img
Friday, May 24, 2024
spot_img

Inovasi Dosen Universitas Ma Chung, Rancang Mouse Khusus Penyandang Difabel

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Mouse Penyandang Difabel tidak lama lagi akan diproduksi massal. Ini karya dosen Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Ma Chung, dari hasil penelitiannya. Prototipe akhir sudah siap dikirimkan ke industri, sebagai wujud hilirisasi hasil riset.

Dekan Fakultas Teknologi dan Desain Universitas Ma Chung Dr. Eng. Romy Budhi mengatakan karya inovasi hasil penelitian ini didukung oleh Kemendikbudristek melalui Program Matching Fund Kedaireka. Produk inovasi ini sudah siap diproduksi massal. Sebagai bentuk hilirisasi hasil riset dosen untuk industri dan masyarakat luas.

“Kami sudah bekerjasama dengan PT. Sarana Rekatama Persada. Industri yang bergerak di barang-barang elektronik,” ucapnya.

Romy memaparkan, pembuatan produk ini dimulai Tahun 2017. Istimewanya, saat itu sudah meraih Paten. Dengan Hak Paten Universitas Ma Chung. “Karena karya ini belum kita publikasikan di jurnal, majalah, koran dan sebagainya. Sehingga kita bisa mengajukan paten saat itu,” katanya.

Mouse untuk disabilitas ini mulai diproduksi Tahun 2018 sampai 2019. Saat itu Tingkat Kesiapterapan Teknologinya (TKT) masih di level 3. Tahun 2020 dapat dana dari Dikti untuk dilakukan pengembangan sampai mencapai TKT 6.

Lalu di Tahun 2023 mendapat Matching Fund Kedaireka dengan harapan dapat meningkatkan TKT hingga level 9. “Karena untuk dapat diproduksi dan dipasarkan syaratnya harus mencapai level 9, dan harus menggandeng industri,” kata dia.

Mouse untuk penyandang difabel terdiri dari lima tombol yang dapat digunakan dengan kaki. Masing-masing tombol mempunyai fungsi seperti pada mouse komputer pada umumnya. Yakni klik kiri, klik kanan, scroll up, scroll down, dan hold. 

Produk ini sudah berupa prototipe akhir dan siap dikirimkan ke industri.

Untuk menyambung dan mengaktifkan perangkat ini sudah disiapkan software aplikasi untuk diinstalasi. “Aplikasinya kecil, jadi tidak dengan kapasitas besar,” ujarnya.

Romy berharap industri dapat lebih banyak memproduksi sehingga bermanfaat. Sebagai akademisi, Romy dan tim hanya sampai di hasil penelitian. Ide awalnya untuk membantu difabel.

Tujuannya untuk kesejahteraan manusia. Sehingga para difabel kreativitasnya tidak terbatas dengan keterbatasan fisik mereka. Mereka juga dapat bekerja di bidang komputer. Apalagi aturan undang-undang saat ini menentukan perusahaan swasta minimal 1 persen dari karyawannya harus penyandang difabel. Kalau BUMN 2 persen. “Tujuan lainnya untuk memberikan kesempatan atau peluang kerja dan mengurangi pengangguran. Alat ini sudah kami uji coba. Termasuk kepada penyandang difabel,” pungkasnya. (imm)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img