spot_img
Friday, June 14, 2024
spot_img

Rakyasa Arus Lalin Kota Malang

Larangan Belok ke Kaliurang, Dropzone Jalan Bandung Dipindah

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA-Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang  mengujicoba skema rekayasa lalu lintas (lalin) di dua  kawasan sumber macet. Yakni di perempatan Jalan Kaliurang dan Jalan Bandung.

Sejak Selasa (15/11) kemarin warga yang berkendaraan dari Jalan A Yani Utara menuju Jalan Kaliurang harus memutar lebih jauh. Itu akibat implementasi reka lalin baru.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dishub Kota Malang Drs R Widjaja Saleh Putra, kemarin. Dijelaskan Jaya, sapaan akrabnya, arus lalin dari utara ke selatan (dari A Yani menuju Kaliurang) tidak boleh berbelok langsung ke kanan (arah Jalan Kaliurang) di perempatan Kaliurang (depan Gunung Sari Intan).

Pengendara diharuskan lurus dan memutar di u-turn (di depan Bank Jatim) jika hendak menuju Jalan Kaliurang.“Dari utara mau belok, volume kendaraan memang sedikit tapi ternyata menjadi penghambat saat hendak belok ke Kaliurang. Selama ini detik lampu hijau 10 detik saja, sehingga antrean kendaraan bisa menjadi panjang, jika padat bisa sampai depan Hotel Savana,” jelasnya. 

Harapannya rekayasa lalin ini bisa mengurangi antrean kendaraan yang memanjang di perempatan Jalan Kaliurang. Rekayasa lalin  di perempatan Jalan Kaliurang ini juga mengatur detik traffic light di perempatan tersebut.

“Fase detik di traffic light juga akan kita sesuaikan. Ada yang diperpanjang detiknya. Kita ujicobakan dulu di sisi yang dari arah utara (dari arah Jl A Yani). Nanti akan kita evaluasi lagi fase detik traffic light ini,” tegasnya.

Selain perempatan Jalan Kaliurang, uji coba rekayasa lalin juga diterapkan di kompleks sekolah di Jalan Bandung. Jaya menjelaskan akan dilakukan pemindahan dropzone.

Diketahui sebelumnya, dropzone atau titik antar dan jemput  di kompleks sekolah  berada di Jalan Bandung. Yakni tepat di depan kompleks sekolah MAN, MIN, dan MtsN. Hal ini kerap menyebabkan kemacetan panjang pengendara di kawasan tersebut “Jadi saat ini dropzone dipusatkan di Jalan Bogor,” ujarnya. 

Jaya menjelaskan keputusan tersebut berdasarkan pembahasan dan rekomendasi Forum Lalu Lintas (Forum Lalin). Mengingat kondisi kemacetan di Jalan Bandung sudah berlangsung lama dan tidak kunjung menemui solusi.

Belum lagi, warga sekitarnya kerap mengeluhkan hal tersebut ke Dishub Kota Malang. Karena tidak bisa leluasa keluar dan masuk ke kediaman sendiri dikarenakan macet akibat aktivitas antar jemput di kompleks sekolah Jalan Bandung.

“Sudah kami komunikasikan dengan pihak sekolah. Mereka komunikasi dan bisa menerapkan. Pekan ini kita uji coba. Setelah itu satu dua minggu kedepan kita evaluasi lagi,” jelas Jaya.

Selain pemindahan dropzone, pengaturan siswa-siswi menyebrang juga dibuat secara berkelompok. Satpam atau juru parkir (jukir)  sekolah diminta tidak menyebarangkan siswa satu per satu. Karena hal ini menyebabkan kemacetan di kawasan sekolah tambah parah.

Jaya menjelaskan jika hendak menyebrangkan, maka petugas akan mengumpulkan siswa-siswi dalam jumlah besar. Baru diantar menyebrang.

“Biasanya kan ada orang tua yang tunggu anaknya di seberang jalan, jadi harus nyebrang. Kalau satu per satu seperti biasanya kan lama dan bikin macet tambah lama. Jadinya kita atur harus berkelompok baru nyebrang,” tegasnya.

Kepala MIN 1 Kota Malang Drs Suyanto menjelaskan pihaknya mulai melakukan ujicoba rekayasa lalin tersebut. Sebelumnya juga sudah melakukan koordinasi antar lembaga pendidikan di kompleks Jalan Bandung.

Terkait pemindahan dropzeone di Jalan Bogor, pihak sekolah berkoordinasi bersama-sama melakukan pengamanan siswa-siswi yang diantar menuju Jalan Bogor.

 “Intinya kita sama-sama mendukung dan cari solusi. Kita bersiap melaksanakan uji coba ini dan tetap akan dipantau dampaknya. Ikut evaluasi. Sementara ini dicoba dulu,” pungkasnya. (ica/van)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img