spot_img
Friday, May 24, 2024
spot_img

Mewujudkan Malang Satu Data

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang terus mendorong terealisasinya Malang Satu Data. Upaya yang dilakukan yakni mengokohkan kolaborasi bersama dengan seluruh anggota Forum Satu Data Indonesia Kota Malang. Hal itu dilakukan dalam bentuk Sosialisasi Forum Satu Data yang digelar di Hotel Savana Rabu (2/11) kemarin.

BUKA: Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu berikan sambutan dan arahan sekaligus membuka Sosialisasi Forum Satu Data Kota Malang

“Kami harus punya satu data. Saat ini Diskominfo itu sebenarnya sudah ada dashboardnya, portalnya, hanya secara data yang dibutuhkan dari penghasil data ini belum optimal. Perangkat daerah yang membutuhkan itu mengambilnya belum bisa di Malang Satu Data itu,” terang Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu.

Dengan berkumpulnya anggota Forum Satu Data Indonesia Kota Malang yang merupakan instansi penghasil data, dia berharap seluruh anggota bisa mengerti tugasnya masing masing. Seperti diketahui anggota Forum Satu Data Indonesia Kota Malang idak hanya dari Pemerintah Kota Malang, namun juga instansi lainnya, seperti Polresta Malang Kota, Kemenag, BI, OJK, Pertamina, PLN, Cabang Dinas Pendidikan Kota Malang, Perumda Tugu Tirta Kota Malang dan KUA

“Bappeda ini sekretariatnya Forum Satu Data Indonesia Kota Malang, maka tugas kami memfasilitasi dan melayani. Kalau tidak sosialisasi ini, maka Diskominfo tidak bisa segera melaunching Malang Satu Data itu. Harapannya sudah sosialisasi, Diskominfo bergerak untuk launching itu,” tutur Dwi.

LAPORAN: Kabid Rendalev Diana Emandra Dewi sampaikan laporan kegiatan Sosialisasi Forum Satu Data Indonesia Kota Malang

Data dari instansi penghasil data itu sangat penting karena sangat berpengaruh untuk kesuksesan suatu program pembangunan bagi masyarakat Kota Malang. Agar datanya valid dan update, maka perlu peran seluruh anggota Forum Satu Data Kota Malang.

“Misal sekarang yang lagi ramai ini masalah kemiskinan, kalau data kemiskinan tidak benar, saat perencanaan bagaimana kita bisa membuat suatu kegiatan yang tepat sasaran. Itu contoh kecil saja,” contohnya.

Dwi menyampaikan, tindak lanjut sosialisasi setelah ini maka lebih banyak dipegang oleh Diskominfo Kota Malang. Namun semua saling membantu sehingga tidak ada saling lempar tugas.

“Perangkat daerah di luar Pemkot Malang punya tusi (tugas fungsi) masing-masing. Ada kalanya kalau tidak diingatkan itu tidak ingat. Secara berkala harusnya kirim data, namun karena kesibukan kalau tidak selalu diingatkan ya tidak ingat,” sebutnya.

Dengan terlaksananya sosialisasi ini Dwi pun berharap Malang Satu Data bisa segera dilaunching. Tujuannya agar perencanaan pembangunan bisa lebih maksimal untuk kepentingan masyarakat luas. (ian/aim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img