spot_img
Thursday, May 23, 2024
spot_img

Pemkot dan Pemdes Komitmen Kelola Sampah di TPS

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Antisipasi Penutupan TPA Tlekung 30 Agustus

MALANG POSCO MEDIA – Sesuai deadlinennya, penutupan TPA Tlekung akan dilakukan warga Desa Tlekung pada, Rabu 30 Agustus 2023 besok. Pemkot Batu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Pemdes/ Kelurahan se Kota Batu, DPRD Kota Batu dan Komunitas Sabers Pungli pun gerak cepat menyiapkan antisipasi terburuknya. 

Minggu (27/8) malam lalu, semua unsur berkumpul dan berkomitmen menangani sampah secara mandiri. Sehingga ada pembagian tugas mengelola sampah yang dilakukan Pemkot (DLH) dan Pemdes. Pertemuan juga berharap TPA Tlekung tidak ditutup oleh warga.  

“Adanya komitmen (hasil pertemuan, red) antara Pemda dan Pemdes/Lurah melihat situasi kondisi TPA yang overload, ada pembagian tugas. Di mana Pemda melalui DLH akan kelola sampah fasilitas publik, seperti pasar. Sementara Pemdes/ Kelurahan mengelola sampah di wilayahnya masing-masing melalui TPS3R,” ujar Aries.

Ia menyampaikan bahwa komitmen ini untuk menggerakkan peran serta seluruh masyarakat dalam penanganan sampah di Kota Batu. Bahkan DLH menyiapkan tim pendampingan di tiap kecamatan kemudian diterjunkan ke tiap desa/ kelurahan.

Rencana penutupan TPA Tlekung yang bakal dilakukan warga tersebut ditakutkan membuat masyarakat membuang sampah sembarangan. Untuk mengantisipasi itu, Pemdes/ Kelurahan diminta mengendalikan masyarakat agar tidak asal membuang sampah.

“Ini harus perlu diantisipasi. Saya yakin pak Kades mampu mengendalikan masyarakat tidak buang sampah di jalan. Begitu juga kami harus siap antisipasi agar sampah tidak tercecer di wilayah yang bukan tempatnya,” bebernya.

Menyikapi penutupan TPA Tlekung yang akan dilakukan oleh warga pada, Rabu 30 Agustus besok, aktifis Sabers Pungli Catur Wicaksono telah menyampaikan dalam pertemuan lanjutan, Minggu (27/8) malam dengan Kepala Desa/Lurah se Kota Batu bersama Kepala DLH, Ketua DPRD dan Asisten Pemkot Batu.

Bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi agar masyarakat melakukan pilah sampah dari rumah. Bahkan Sabers Pungli siap untuk melakukan pendampingan selama diminta oleh pemerintah.

“Kemarin (27/8) kami telah mensosialisasikan ke seluruh Kepala Desa/Lurah se Kota Batu untuk menyikapi hal terburuk ketika TPA Tlekung ditutup. Yakni kami sampaikan agar Kepala Desa/Lurah mensosialisasikan teknis pemilahan sampah dari rumah,” ungkap Catur.

Dengan mensosialisasikan pilah sampah dari rumah, petugas pengambil sampah harus melihat terlebih dahulu apakah sampah sudah dipilah atau tidak. Ketika telah dipilah maka, petugas bisa mengambil sampah tersebut untuk kemudian dikelola di TPS tingkat Desa/Kelurahan atau bisa disebut desentralisasi.

“Selain menyampaikan teknis pilah sampah dari rumah dan pengolahan sampah di TPS tingkat Desa/Kelurahan, kami juga sampaikan ke Kepala Desa Tlekung dengan adanya gerakan yang dilakukan di tiap desa/kelurahan setidaknya bisa merubah keputusan warga Tlekung untuk tidak menutup TPA,” harapnya.

Namun, lanjut Catur, disampaikan oleh Kepala Desa Tlekung bahwa pihaknya tidak bisa mengambil keputusan tersebut. Karena keputusan untuk menutup TPA seluruhnya diserahkan kepada warga Tlekung.

“Pada intinya kami sudah memberikan solusi dan sosialisasi pilah sampah dari rumah kepada pemangku kepentingan di tingkat desa/ kelurahan agar ditindaklanjuti ke masyarakat. Kami juga telah menyampaikan agar ada keringanan ketika warga Kota Batu melakukan pilah sampah setidaknya TPA Tlekung tetap dibuka,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Ketua DPRD Kota Batu Asmadi turut menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama. Artinya sampah bukan tugas atau beban kepada salah satu dinas saja. Sehingga perlu kolaborasi melibatkan Pemdes/ kelurahan serta sektor usaha.

“Intinya, DPRD Kota Batu akan memberikan dukungan dalam menyelesaikan permasalahan sampah ini. Salah satunya melalui kebijakan penganggaran untuk menunjang fungsi TPS3R. Yang sudah ada TPS3R terus dimaksimalkan. Sedangkan yang belum ada maka perlu segera dibangun,” paparnya.

Untuk itu DPRD Kota Batu akan mensupport kebijakan anggaran untuk fungsi TPS3R bisa optimal dan sampah bisa diolah secara baik di tingkat desa/ kelurahan. Karena bagaimanapun juga, diungkap Asmadi, menyelesaikan persoalan sampah di TPA Tlekung tidak bisa dilakukan dalam batas satu bulan. Siapapun pemimpinnya pasti akan sulit.

“Tapi sekarang yang penting ada kemauan memulai pengelolaan sampah secara mandiri, mulai tingkat desa/kelurahan. Maka harus ada sinergitas dengan seluruh elemen dalam menjalankan program pilah sampah. Karena sebagai kota wisata maka perlu menjaga keindahan kota,” imbuhnya.

Sementara itu, Perwakilan APEL Batu Andi Faisal mengatakan bahwa pemdes/ kelurahan lainnya mendukung apa yang disuarakan pemdes dan warga Tlekung. Walaupun itu berdampak pada semua desa/ kelurahan.

“Mau tidak mau itu komitmen kami untuk mendukung pemdes dan warga Tlekung dan kita ada di tengah-tengah. Sekalipun ada konsekuensi atas keputusan itu. Pasti ada dampaknya dan mau tidak mau, itu sebuah komitmen. Siap tidak siap, harus siap. Karena itu sebuah komitmen bersama untuk mengelola sampah di tingkat desa/ kelurahan,” terangnya.

Namun, APEL juga meminta kepada Pemerintah Daerah bantuan anggaran sebagai bentuk keseriusan mengoptimalkan fungsi TPS3R di tiap desa/ kelurahan. Diharapkan bisa dianggarkan melalui PAK kemudian dilanjutkan pada anggaran tahun 2024.

APEL juga menyadari bahwa bagaimanapun juga sampah akan terus menjadi persoalan. Terlebih produksi sampah paling banyak berasal dari desa/ kelurahan. Porsi sampah dari pasar, tempat hiburan, tempat umum masih lebih kecil dibandingkan dari volume yamg dihasilkan desa/ kelurahan.

“Dengan bantuan anggaran untuk penguatan fungsi TPS3R kami nilai sangat membantu mengatasi sampah. Siap tidak siap, pemdes menyiapkan diri mengelola sampah mandiri. Tinggal bagaimana komitmen pemkot menangani sampah yang menjadi tanggung jawabnya,” pungkasnya. (eri/lim)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img