spot_img
Monday, June 17, 2024
spot_img

Hasil Proyek Pengembangan Peternakan Susu Internasional Bersama Arla Foods Indonesia

Perdana, Keju Organik Produksi Lokal Diluncurkan di Indonesia

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo secara resmi meresmikan Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongkojajar Pasuruan menjadi koperasi satu-satunya penghasil susu dan keju organik di Indonesia, Selasa (29/8).

Dalam peresmian tersebut turut hadir Executive Vice President of Agriculture, Sustainability and Communication at Arla Foods, Hanne Søndergaard, Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron serta Direktur Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Nasrullah.

“Ini merupakan momen yang sangat menggembirakan menyaksikan produksi keju organik ini dimulai. Dengan dukungan dari pemerintah Indonesia, kami berhasil menghadirkan proyek yang sangat berdampak ini, yang menegaskan komitmen Arla untuk menciptakan masa depan industri susu dan mendukung produksi susu berkelanjutan di seluruh dunia,”. ucap Hanne Søndergaard.

Direktur Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Nasrullah menyampaikan, kehadiran produk keju organik lokal satu-satunya yang ada di Indonesia ini tidak terlepas dari hasil nyata dari proyek yang menggabungkan keahlian peternakan Denmark dengan mitra Indonesia untuk meningkatkan sektor peternakan susu Indonesia. Sekaligus memperlihatkan peluang yang dimiliki peternakan susu organik.

“Ini adalah langkah besar bagi industri peternakan susu Indonesia dan seluruh sektor produksi pangan. Kami memiliki rencana ambisius, untuk itu kami perlu menerapkan praktik terbaik dan pengetahuan terbaru untuk berhasil dan itu bisa terealisasi dengan kolaborasi dalam proyek-proyek seperti ini. Saya sangat menantikan bagaimana ini akan berdampak positif pada produksi lokal kita ke depan,” ucap Nasrullah.

Langkah pertama dalam proyek ini adalah membangun kapasitas dan mendukung peternak lokal di koperasi peternakan KPSP saat mereka beralih dari peternak konvensional menjadi organik. Ini dilakukan oleh perusahaan inovasi Denmark, SEGES Innovation, dan ICOEL dengan dukungan penuh dari lembaga sertifikasi organik Indonesia LeSOS, NGO Bina Swadaya, dan koperasi itu sendiri.

SEGESA Innovation adalah perusahaan independen dengan lebih dari 500 ahli, bekerja untuk mengatasi tantangan global. Produksi pangan dunia perlu meningkat secara signifikan untuk memenuhi permintaan populasi yang bertumbuh sementara pada saat yang sama melindungi sumber daya bumi demi keuntungan generasi saat ini dan mendatang. SEGESA Innovation didirikan lebih dari 50 tahun yang lalu, berkantor pusat di Aarhus.

“Mengubah peternakan kecil pertama yang hanya memiliki 3-5 sapi, dari peternakan konvensional hingga memproduksi susu organik bersertifikat merupakan langkah maju yang signifikan,” ucap Lisbeth Henricksen, Director of Innovation at from SEGES Innovation.

Lisbeth juga menyampaikan, standar organik Indonesia harus mencerminkan konteks lokal di mana banyak peternakan berlokasi di desa-desa dan tanpa lahan di sekitar kandang, tetapi kami telah menguraikan dasar-dasar produksi susu organik dalam hal kesejahteraan hewan, pakan, dan produksi konsentrat.

“Prestasi ini adalah hasil dari kemitraan yang luar biasa antara KPSP dan Bina Swadaya serta dukungan dari berbagai pemangku kepentingan di industri susu”, imbuhnya.

Selain itu menurut, International Chief Consultant at the Danish Agriculture and Food Council, Jeppe Søndergaard Pedersen, permintaan susu Indonesia diprediksi akan meningkat sebesar 6 persen pada tahun 2023 dan mengingat sekitar 80 persen dari konsumsi susu berasal dari produk impor. Selain itu, pemerintah Indonesia telah menetapkan target khusus untuk meningkatkan produksi makanan organik lokal dari sekitar 2 persen saat ini menjadi 20 persen pada tahun 2024.

“Industri makanan Denmark memiliki tradisi panjang dan teruji dalam memproduksi produk susu organik berkualitas tinggi. Dalam proyek ini, kami menggabungkan keahlian dan data yang diperoleh selama beberapa dekade dengan para pemain lokal yang membawa semangat kewirausahaan dan pengetahuan pasar. Yang mana untuk mempercepat perjalanan menuju pencapaian target nasional untuk kepentingan seluruh sektor peternakan susu Indonesia,” ucap Jeppe Søndergaard Pedersen.

Danish Agriculture and Food Council merupakan Dewan Pertanian & Pangan Denmark mewakili industri pertanian dan makanan Denmark, termasuk perusahaan, perdagangan, dan asosiasi petani. Pertanian dan makanan adalah klaster kompetensi terbesar Denmark, mempekerjakan sekitar 186.000 orang dan mengekspor produk pertanian, makanan, dan peralatan dengan nilai sekitar € 20 miliar setiap tahun. (hud/jon).

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img