spot_img
Monday, June 24, 2024
spot_img

Peringati Hari Hipertensi Sedunia, Tropicana Slim Gelar Kampanye Beat Hypertension dan Cek Tensi Massal Serentak di 42 Kota Se-Indonesia

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Malang Posco Media, Malang – Memperingati Hari Hipertensi Sedunia yang jatuh pada 17 Mei, Tropicana Slim menggelar kampanye Beat Hypertension 2024. Acara ini bertujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk tingkatkan kesadaran dalam mencegah, melakukan deteksi dini, dan mengendalikan hipertensi. Dalam pelaksanaan program ini, Tropicana Slim turut menggandeng InaSH (Indonesia Society of Hypertension), OMRON, dan Shopee.

Brand Manager Tropicana Slim, Noviana Halim mengatakan,  tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengontrol jumlah asupan garam harian dan melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin, masih rendah. Maka edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan pencegahan hipertensi sedini mungkin perlu terus digalakkan.

“Sebagai brand yang telah menemani dan menginspirasi keluarga Indonesia selama 50 tahun melalui serangkaian produk sehat dan bercita rasa tinggi, kegiatan Beat Hypertension merupakan wujud komitmen kami dalam mengampanyekan gaya hidup sehat lawan hipertensi, bersama berbagai mitra strategis, yang menargetkan 10,000 peserta di 42 titik seluruh Indonesia,” ujarnya.

Adapun rangkaian program Beat Hypertension 2024, meliputi talkshow dengan dokter, pengecekan tekanan darah massal bersama OMRON sebagai upaya deteksi dini hipertensi, food tasting menu sehat rendah garam, hingga memberikan tips cerdas cegah hipertensi dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk video “10 Smart Tips to Beat Hypertension” yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat melalui https://bit.ly/Video10TipsBeatHypertension.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, dr. Eka Harmeiwaty, Sp. N menyampaikan, berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah, satu di antara tiga orang Indonesia menderita hipertensi dan ironisnya masih banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya hipertensi karena hanya sekitar satu dari delapan orang dewasa Indonesia yang rutin mengukur tekanan darah. Padahal, jika cepat terdeteksi dan ditangani, penderita hipertensi dapat mengurangi risiko berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan kerusakan organ lainnya.

“Ada dua faktor penyebab hipertensi, yaitu faktor bawaan dan faktor gaya hidup. Untuk faktor bawaan, seperti usia dan keturunan, tentunya sulit untuk dikendalikan. Namun, faktor gaya hidup adalah faktor yang masih bisa dikelola untuk menurunkan risiko terkena hipertensi. Yang menarik, pola hidup yang tidak sehat, yang seharusnya mampu kita kendalikan, berperan besar dalam memengaruhi risiko hipertensi mulai dari konsumsi garam berlebih, obesitas, hingga kurang aktivitas fisik,” bebernya.

Terkait pola makan tinggi garam, faktanya asupan garam rata-rata masyarakat dunia diperkirakan 10.8 gram per hari, dua kali lipat lebih banyak dari rekomendasi WHO, yaitu maksimal 5 gram garam per hari (setara satu sendok teh per hari). Konsumsi garam berlebih ini dapat meningkatkan tekanan darah dan risiko hipertensi. Oleh karena itu, disarankan untuk memerhatikan label makanan dan memasak sendiri di rumah sebagai salah satu alternatif untuk mendukung pola makan yang lebih sehat.

Namun, kita harus waspada dengan garam tersembunyi pada kondimen yang kerap kita tambahkan pada makanan (saus, kecap, dan bumbu). Sebagai alternatif, produk kondimen lebih rendah garam Tropicana Slim, seperti kecap manis, kecap asin, kaldu jamur, saus tiram, dan berbagai produk lebih rendah garam lainnya yang kami miliki, dapat bermanfaat membantu masyarakat Indonesia mengontrol asupan garam harian tanpa perlu mengorbankan rasa masakan,” tambah Noviana Halim.

Melalui platform yang dimiliki, Tropicana Slim konsisten menyampaikan edukasi seputar hipertensi, salah satunya melalui kanal websitenya, https://www.tropicanaslim.com/detail-informasikesehatan/hipertensi.

“Jangan lupa cek tekanan darah untuk deteksi dini hipertensi. Bagi masyarakat yang berusia di bawah 40 tahun disarankan melakukan cek tekanan darah setiap 3-5 tahun sekali. Sementara itu, bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun namun memiliki faktor risiko, misalnya obesitas, dianjurkan untuk mengecek setiap tahun. Setelah berusia di atas 40 tahun, pengecekkan tekanan darah lebih rutin sangat disarankan, apalagi jika memiliki masalah kesehatan kronis,” tambah dr. Eka.

Di Malang, event Beat Hypertension 2024 digelar di NUTRIHUB MALANG, Sabtu (18/5) lalu dengan menghadirkan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. Winarko Luminturahardjo, Sp.PD, FINASIM sebagai narasumber Meet The Expert dan Founder and Coach Freeletics Malang & DS Challenge, Depti Satriawan untuk Workout Bersama.

“Dari pasien saya yang datang untuk periksa, satu dari tiga orang memiliki tekanan darah di atas 140. Dan jangan menganggap hipertensi penyakit orang tua. Sebab saat ini banyak anak muda yang sudah kena hipertensi. Penderita hipertensi juga harus rutin minum obat, meski tekanan darahnya sudah di angka normal. Jika tidak, maka bisa berpotensi merusak organ tubuh yang lain,” terangnya.

Acara ditutup dengan workout bersama Depri Satriawan, Founder dan Coach Freeletics Malang, dan diakhiri dengan mencoba menu sehat Egg Drop Soup Tropicana Slim Kaldu Ayam Jamur. (sam/nda)

spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img