spot_img
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Puncak Haji, Jemaah Wuquf di Arafah Siang ini

Berita Lainnya

Berita Terbaru

MALANG POSCO MEDIA-Jumat 8 Zulhijah 1445 H atau 14 Juni 2024 kemarin, seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Arafah. Sejak pukul 06.00 waktu setempat, secara bergelombang, jemaah dimobilisasi ke Arafah dari hotel tempat mereka menginap dengan bus-bus yang telah disiapkan.

Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1445 H bertepatan dengan 7 Juni 2024 M. Karenanya, wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah 1445 H jatuh pada 15 Juni 2024, Sabtu hari ini. Tepatnya dimulai siang ini, hingga matahari terbenam (Magrib). Rangkaian puncak haji, dimulai wuquf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan mabit di Mina.

- Advertisement -

Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, khusus untuk peserta safari wukuf jemaah haji lansia non mandiri dan disabilitas yang berjumlah 300 orang akan diberangkatkan dari hotel transit menuju Arafah pada 15 Juni 2024 pukul 11.00 Waktu Arab Saudi.

“Jemaah safari wukuf akan didampingi sejumlah petugas dari unsur Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH), pembimbing ibadah, dan petugas layanan lansia dan disabilitas,” kata Widi, Jumat (14/6) kemarin.

“Untuk safari wukuf jemaah haji yang sakit dan dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), mereka diberangkatkan ke Arafah pada 9 Zulhijah sekitar pukul 10.00 WAS dan didampingi petugas,” sambung Widi.

Di Arafah, kata Widi, jemaah haji Indonesia ditempatkan di 1.169 tenda yang terbagi dalam 73 maktab atau markaz. Petugas yang telah berada di Arafah akan menyambut dan mengarahkan jemaah menempati tenda yang telah ditetapkan sesuai embarkasi dan kloternya.

“Setiap tenda telah dilabeli stiker asal jemaah dengan warna-warna dan identitas yang mudah dikenali dan dihapal jemaah,” ujarnya.

Widi mengatakan, jemaah agar menyiapkan kartu pintar (smart card) masing-masing yang akan dipindai barcode-nya oleh petugas sebelum naik bus. Menurutnya, hanya jemaah yang memiliki smart card yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi yang bisa masuk kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Karenanya, pastikan smart card dan identitas pribadi lainnya tersimpan dengan aman di tas khusus dan mudah diambil saat akan dilakukan pengecekan dan pemindaian,” pesannya.

Sebelum berangkat, ia mengingatkan jemaah agar mengecek kembali perlengkapan yang akan dibawa dan dibutuhkan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Jemaah tidak perlu membawa koper besar atau tas kabin karena berpotensi menyulitkan pergerakan jemaah di Armuzna,” ucapnya.

“Jemaah cukup membawa tas berisi pakaian ganti untuk tiga hari, kain ihram cadangan bagi laki-laki, handuk, peralatan mandi, dan perlengkapan pribadi lainnya,” tambahnya.

“Bawa obat yang harus rutin diminum sesuai anjuran dokter, vitamin yang dibutuhkan, alat pelindung diri berupa payung, masker, alat semprotan air,” tuturnya.

Sesampai di Arafah, terang Widi, PPIH mengimbau jemaah agar tertib ketika turun dari bus dan memasuki tenda, meletakkan barang bawaan dengan tertib dan tidak berebut tempat di dalam tenda.

Selama menanti waktu wukuf, ia berpesan, selain salat lima waktu, jemaah dapat beribadah dengan memperbanyak bacaan talbiyah, zikir, membaca Al-Qur’an dan berdoa.

“Jemaah agar menjaga tertutupnya aurat ketika di tenda dan keluar masuk kamar mandi, karena jemaah sedang dalam keadaan ihram,” imbuh dia.

Selama dalam keadaan ihram, Widi menyampaikan, jemaah haji wajib menjaga dirinya agar tidak melanggar satu pun larangan ihram. Dalam keadaan ihram untuk jemaah laki-laki dilarang memakai pakaian bertangkup (pakaian yang antar ujung kain disatukan secara permanen seperti celana atau baju), memakai kaos kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit, dan menutup kepala yang melekat seperti topi atau peci dan sorban.

“Bagi jemaah perempuan, dilarang menutup kedua telapak tangan dengan kaos tangan dan menutup muka dengan cadar,” jelasnya.

Selanjutnya, larangan bagi jemaah laki-laki maupun perempuan, yaitu jemaah dilarang memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan. Memburu dan menganiaya/membunuh binatang dengan cara apa pun, kecuali binatang yang membahayakan mereka, memakan hasil buruan.

“Dan dilarang memotong kayu-kayuan dan mencabut rumput,” tandasnya.

Larangan lainnya, lanjut Widi, jemaah dilarang menikah, menikahkan atau meminang perempuan untuk dinikahi, bersetubuh dan pendahuluannya seperti bercumbu, mencium, merayu yang mendatangkan syahwat.

“Lalu jemaah dilarang mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor, melakukan kejahatan dan maksiat, serta dilarang memakai pakaian yang dicelup dengan bahan yang wangi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama di Arafah, jemaah haji diimbau tidak merokok di semua kawasan Arafah, terlebih lagi di dalam tenda, karena dapat mengganggu jemaah lain, dapat mengurangi kekhusyukan ibadah, serta dapat membahayakan diri dan lingkungan.

“Jangan memaksakan diri ke Jabal Rahmah dan atau memaksakan wukuf di luar tenda, karena berpotensi dehidrasi dan kelelahan,” tandasnya.

Sementara itu dari laporan wartawan Malang Posco Media, Buari, pemeriksaan jemaah menuju Arafah sangat ketat. Satu per satu jemaah, khususnya dari kloter 29 Kabupaten Malang diperiksa dan discan kartu nusuknya. Setelah semua masuk sesuai dengan jumlah jemaah yang ada dalam satu bus, pintu bus disegel sebelum berangkat ke Arafah. Segel tersebut baru dibuka setelah sampai di Arafah, dalam kondisi tidak rusak. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyusup atau tambahan jemaah di luar jumlah resmi yang telah ditentukan sesuai visa haji yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi.

“Info dari Daker Sektor, sehubungan dengan keberangkatkan jemaah haji ke Arafah mohon mewaspadai agar jangan sampai ada orang luar masuk ke rombongan kloter kita, karena Pemerintah Arab Saudi sangat ketat pemeriksaannya dan begitu juga hukumannya. Bila ditemukan maka akan menjadi tanggung jawab PPIH Kloter, PHD dan KBIH. Dimohon kerjasamanya,” pesan Ketua Kloter 29, Imam Chanapi, S.Ag. Hal sama untuk jemaah yang mengikuti tarwiyah di Mina, juga dilakukan pemeriksaan ketat dan bus disegel dari hotel menuju Mina. Usai mabit di Mina, sebagian jemaah yang ikut Tarwiyah akan berangkat ke Arafah, Sabtu (15/6) pagi ini usai salat Subuh. Mereka akan berkumpul dengan rombongan besar jemaah haji Indonesia yang sudah lebih dulu berada di Arafah. (bua/jon/van)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img